oleh

Cegah Covid-19, Dikbud Manggarai Timur Terapkan Belajar Dari Rumah

-News-314 views

RADARNTT, Borong – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur, Basilius Teto kepada media mengatakan pendidikan tingkat TKK, SD dan SMP akan menerapan pembelajaran Belajar Dari Rumah (BDR) dengan metode dalam jaringan (Daring) dan luar jaringan (Luring). Hal ini dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19, yang kian meningkat angka reaktif rapid test antigen di daerah itu.

“Siswa belajar di rumah saja dulu selama dua minggu ke depan. Begitu juga dengan guru-guru tetap melakukan pelayanan menggunakan metode dalam jaringan dan luar jaringan,” tutur Basilius, di ruangan kerjanya, Rabu (20/1/2021).

Dikatakannya bahwa para siswa belajar di rumah itu bukan berarti mereka libur. Siswa tetap didampingi oleh orang tua dan para guru untuk belajar. Untuk membatasi penyebaran Covid-19, dalam penerapan belajar dari rumah, “Guru juga akan mendampingi siswa di rumah dalam jumlah yang terbatas. Sehingga tidak berkerumun,” kata Basilius.

Terkait pelayanan publik di kantor, lanjut Basilius, akan dibuka dan kehadiran para pegawai dilakukan secara sip-sipan, hal itu masih menunggu surat dari Sekertaris Daerah, terangnya.

“Begitu juga dengan para guru, para guru tetap ke sekolah untuk mengatur soal atau materi belajar siswa, tetapi secara sip- sipan,” tukas Basilius.

Terkait informasi terkini tentang Covid 19, melalui informasi yang diperoleh media ini dari Juru Bicara Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19, Bonifasius Sai bahwa setelah laporan hasil tes antigen dan tes cepat molekular (TCM) Bupati Manggarai Timur Andreas Agas dinyatakan Positif, pihak gugus tugas melakukan penelusuran rekam jejak yang memiliki kontak atau hubungan yang sangat dekat dengan Bupati.

Dikatakannya, mulai tanggal 17– 20 Januari 2021 pemerintah telah melakukan tes rapid antigen kepada orang orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan Bupati Matim.

” Selama beberapa hari ini kita telah melakukan rapid tes kepada orang yang memiliki rekam jejak kontak erat dengan Bapak Bupati. Kemarin kita lakukan rapid tes kepada anggota DPRD, puji Tuhan semuanya negatif. Sedangkan pejabat pimpinan OPD telah melakukan tes rapid antigen, untuk sementara, ada 3 pejabat yang reaktif rapid antigen. Mereka telah melakukan karantina mandiri dirumah,” ungkap Boni.

Berkaitan karantina mandiri di rumah, menurut Boni, hal itu disebabkan oleh hasil reaktif rapid antigen tanpa gejala. Hari ini Satgas Penangganan Covid-19 mengirim 27 sempel swab ke laboratorium biomolekuler RSUD Prof WZ Johannes Kupang untuk  pemeriksaan dengan metode PCR.

“Ada 27 sampel yang dikirim ke RSUD Prof WZ Johannes Kupang. Tiga sampel diantaranya adalah mereka yang memiliki kontak Erat dengan pasien. Pada hari ini (Rabu, 20/1) ada 3 orang pejabat lingkup Pemerintah daerah Manggarai Timur yang reaktif rapid antigen, mereka tiga itu adalah pak Gaspar Nanggar, pak Don Datur, dan pak Frans Sinta,” ungkap Boni.

Mulai hari ini, kata Boni, ketiga pejabat itu melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Pemerintah kabupaten Manggarai Timur mengharapkan dukungan doa dari semua pihak semoga bapak Bupati cepat pulih dari kondisi ini.dan pemerintah berharap agar seluruh masyarakat taat dan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menjalankan 5 M.

“Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Menghindari Mobilitas yang tidak perlu,” jelasnya.

Respon Satgas Penanganan Covid-19 dalam menelusur rekam jejak yang memiliki kontak dengan Bupati dengan menggelar tes rapid antigen, hal tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur, Bernadus Nuel.

Melalui sambungan selulernya, Bernadus Nuel sangat mengapresiasi tindakan para petugas gugus tugas penanganan Covid-19.

“Sangat luar biasa kinerja dari gugus tugas penanganan Covid-19 kabupaten Manggarai Timur. Langkah-langkah itu sangat baik dan tetap telusur dan melakukan tes rapid antigen,” tutur Bernadus.

Bernadus mengatakan, dengan kondisi semakin meningkatnya angka reaktif rapid test antigen, maka masyarakat harus lebih mentaati protokol kesehatan dan hindari kerumunan.

Pada Rabu, (20/1/2021) siang tampak sejumlah staf gugus tugas penanganan Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah kantor dinas yang diduga terdapat stafnya terindikasi reaktif rapid test antigen.

Satgas Covid-19 Manggarai Timur terus melakukan tracing bagi orang yang kontak erat dengan pasien 05 dimana seluruh pejabat eselon II dan staf yang kontak erat telah dilakukan pemeriksaan rapid test antigen terhadap 3 orang pejabat eselon II dan 1 orang anggota DPRD kabupaten Manggarai Timur, 1 orang Kepala Bidang di Dinas Kesehatan dan 1 orang Staf Dinas Kesehatan, 2 orang Staf Rawat Jalan RSUD Borong, 1 orang swasta, dan 1 orang pelajar, dengan hasil pemeriksaan semuanya dinyatakan reaktif.

Saat ini mereka sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, dan sesuai jadwal pada hari Jumat, 22 Januari 2021 akan dilakukan swab untuk pemeriksaan dengan metode PCR di laboratorium Biomolekuler RSUD WZ Johannes Kupang. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan