oleh

Dinas PPO Manggarai Timur Janji Intervensi Pembangunan Gedung SDK Mano 1

-News-754 views

RADARNTT, Borong – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) memantau kondisi gedung Sekolah Dasar Katolik (SDK) Mano 1 pada Jumat 26/2/2021 yang l ambruk beberapa waktu lalu.

Sekertaris Dinas PPO Manggarai Timur, Rofinus Hibur Hijau bersama dua staf memantau langsung di lokasi SDK Mano 1 untuk mengetahui kondisi gedung yang ambruk tersebut.

Di lokasi gedung sekolah yang ambruk, Sekretaris Dinas, bersama Kepala Sekolah dan para guru, dan Ketua Komite langsung berdiskusi untuk mencari solusi, demikian kata Rofinus kepada media ini, Jumat (26/2/2021) siang. Rofinus mengatakan pihaknya melakukan pemantauan terhadap gedung sekolah yang ambruk untuk mengetahui kondisi kerusakan.

“Setelah kami mendapatkan informasi tentang ambruknya bangunan sekolah, Bapak Bupati langsung menginstruksikan Sekda, Sekda langsung menginstruksikan kepala dinas, dan kepala dinas langsung menginstruksikan ke saya untuk pantau sekolah ini,” tutur Rofinus.

Pada saat ini pemerintah sangat peka dan gesit untuk menanggapi persoalan masyarakat Manggarai Timur, lebih khusus persoalan ambruknya beberapa sekolah. Pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, demikian Rofinus.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa bangunan yang ambruk di SDK Mano 1 merupakan bangunan sekolah yang dibangun pada 1975, dengan jumlah ruangan sebanyak 6 ruangan. Dikategorikan sebagai gedung rusak berat karena beberapa tiang dan papan pada bangunan tersebut sudah lapuk.

“Sekolah Dasar Katolik Mano 1 merupakan sekolah milik yayasan Sukma Ruteng. Sebagai salah satu yayasan yang telah lama memberikan kontribusi untuk meningkatkan sumber daya manusia di kabupaten Manggarai Timur, tentu pemerintah daerah tidak menutup mata untuk turut membantunya,” kata Rofinus.

Rofinus mengatakan pada tahun 2012 SDK Mano 1 mendapatkan bantuan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus untuk rehabilitasi terhadap 2 ruang kelas. Dan rehabilitasi tersebut dilakukan diatas 2 ruangan yang bersumber dari hibah pada tahun 1975 tersebut.

Setelah mendapatkan rehabilitasi dua ruangan, bangunan sekolah yang dibangun pada tahun 1975 tersebut tersisah 4 ruangan yang masih keadaan rusak. Lanjutnya, beberapa hari lalu, keempat ruangan tersebut ambruk.

“Laporan yang diterima oleh kami pada hari ini (Jumat 26 Februari 2021), menurut Kepala Sekolah SDK Mano 1 dan Ketua Komite bahwa ruangan hibah pada tahun 1975 yang rusak parah tersisa 4 ruangan dan sudah dibongkar dan akan di rehabilitasi kembali oleh orang tua murid (hibah komite),” tandas Rofinus.

Dikatakannya bahwa SDK Mano 1 memiliki 12 rombongan belajar. Sebagai yang usianya agak lama tentu banyak yang tertarik untuk belajar di sekolah itu. pasalnya, menurut dia, jumlah siswanya banyak.

“Jumlah siswa 265 orang.untuk sementara, komite sekolah melalui Bapak Tarsisius Nahas, mereka siap membangun 4 ruang kls secara swadaya org tua siswa seblm Pemerintah dan Yasukma turun tangan,” ujar Rofinus menambah.

Terpisah, Kepala Dinas PPO Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto mengatakan bahwa pihaknya akan siap membangun sekolah yang rusak tersebut melalui intervensi dana alokasi khusus pada tahun 2022 nanti.

“Nanti kita akan intervensi melalui DAK untuk membantu sekolah SDK Mano 1 pada tahun 2022 nanti. Untuk tahun 2021 ini tentu tidak bisa. Karena pembahasan sudah lewat,” tegasnya.

“Kami berharap, sebagai sekolah milik yayasan atau swasta, yayasan bisa membantu untuk pembangunan gedung secara swadaya komite. Untuk mengantisipasi proses KBM,” tutur Teto.

Dikatakannya, pada masa pandemi ini, ia berharap agar penerapan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berjalan dengan mentaati protokol kesehatan dengan sistem sip-sipan.

Sementara itu, Johanes Fianey Kopong Libur,S.Pd selaku Kepala SDK Mano1 saat dikonfirmasi, merasa sangat berterima kasih kepada Pemda Manggarai Timur atas kehadirannya dalam rangka memantau langsung dan merespon cepat terhadap kebutuhan pembangunan gedung sekolah baru.

Ia sangat berharap agar sentuhan pembangunan melalui DAK 2022 itu akan terealisasi. Pasalnya, kata Jhon, SDK Mano 1 sangat membutuhkan gedung.

“Kami masih kekurangan banyak, tak hanya gedung sekolah, kantor kepala sekolah, kami masih menggunakan ruangan perpustakaan. Dan juga perlengkapan seperti kamar WC, kami sangat membutuhkan,” terangnya.

Dikatakannya bahwa, kehadiran Dinas PPO Manggarai Timur adalah angin segar yang membawa harapan baru. Dan ada saat ini para orang tua murid dan komite sekolah sedang mendirikan gedung sekolah secara swadaya.

“Para orang tua murid dan komite akan lanjut kerja lagi untuk bangun gedung baru secara swadaya. Sambil menanti bantuan dari pihak Pemda Matim nantinya,” tutup Jhon. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan