oleh

Erik Rede dan Domi Mere, Dua Kader Beda Generasi untuk Ende “Nua Sare”

-News-1.014 views

RADARNTT, Kupang – Pemilihan wakil bupati Ende oleh 30 Anggota DPRD Ende bakal menghadirkan duel sengit dua kader beda generasi. Erikos Emanuel Rede (Erik Rede) mewakili generasi muda penuh energi dan kaya pengalaman politik sebagai politisi tulen dan dokter Dominikus Minggu Mere (Domi Mere) birokrat tulen dan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan segudang pengalaman.

Perhelatan ini turut mengundang perhatian dan apresiasi akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang asal Ende, Apolonaris Gai. Ia mengapresiasi partai politik yang telah merespons keingin rakyat untuk memproses pengisian jabatan wakil bupati Ende yang lowong sekian lama sejak meninggalnya Bupati Marsel Petu.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada masing-masing partai politik yang telah merespon keinginan rakyat kabupaten Ende atas setelah sekian lama proses pengisian jabatan wakil bupati Ende,” ungkap Aris Gai.

Ia berharap, semoga proses pemilihan wakil bupati Ende bisa berlangsung secara aman, lancar dan tertib serta bermartabat.

Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu, proses pemilihan ini adalah pertarungan antara kader beda generasi yang punya rekam jejaknya masing-masing.

“Berbeda yakni kader yang dilahirkan murni dari partai politik dan berkarya di lembaga legislatif selama tiga periode dan menduduki posisi pimpinan di lembaga legislatif dan ketua partai Nasdem (Bapak Erikos Emanuel Rede) dan berhadapan dengan kader pamong praja tulen yang pernah menduduki jabatan karier tertinggi di lembaga eksekutif/birokrasi yakni Sekretaris Daerah kabupaten Ende, pun pernah beberapa kali menduduki jabatan kepala dinas/badan yang ada di kabupaten Ende dan setelah itu hijrah ke tingkat provinsi NTT menjabat sebagai kepala RSUD Prof WZ Yohanes Kupang dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan yang menarik pula pernah bertarung beberapa kali dalam hajatan pilkada Kabupaten Ende (Bapak Doktor, Dokter, Dominikus Mere),” jelas Aris Gai via seluler, Senin petang (13/9/2021).

Aris Gai berharap, semoga anggota DPRD Ende bisa memaknai dan memanifestasikan kehendak rakyat kabupaten Ende sebagai pemilik hak demokrasi politik. Dan menentukan pilihan sesuai hati nurani demi kemajuan daerah yang menjadi pusat peradaban bangsa karena di Ende nilai-nilai Pancasila direnungkan dan dilahirkan bapak pendiri bangsa Indonesia Bung Karno.

“Kita berharap 30 anggota DPRD Ende menjatuhkan pilihan sesuai hati nurani dan aspirasi rakyat, karena mereka hadir mewakili rakyat bukan dirinya pribadi. Sehingga kepentingan rakyat dan kemajuan daerah menjadi pertimbangan utama agar siapa yang dipilih harus mencerminkan harapan rakyat,” tandasnya.

Sementara Dosen Fakultas Hukum Universitas Flores (Uniflor) Paulinus Seda menegaskan, siapapun yang terpilih menjadi wakil bupati Ende harus dapat membantu dan bekerja sama dengan Bupati Jafar Achmad di sisa masa jabatan dan mampu memenuhi skala prioritas kebutuhan masyarakat kabupaten Ende dalam keadaan darurat kesehatan dan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Harapan saya, siapapun yang terpilih menjadi wakil bupati, dapat membantu dan bekerjasama di sisa masa jabatan kurang lebih dua tahun lagi. Wakil bupati yang terpilih nanti, diharapkan juga mampu menentukan skala prioritas yang menjadi kebutuhan dalam mengambil kebijakan bersama bupati di saat masyarakat kabupaten Ende dalam keadaan darurat kesehatan, sehingga ekonomi segera dipulihkan kembali. Dan diharapkan wakil bupati yang memahami birokrasi. Perlu adanya penataan kembali birokrasi di kabupaten Ende,” tegas Lino Seda.

Menurutnya, soal mewakili dari generasi yang berbeda bukan hal utama. Yang utama adalah siapa wakil bupati yang memahami kebutuhan pembangunan kabupaten Ende hari ini.

“Kedua calon wakil bupati memiliki peluang yang sama. Ini soal proses politik di DPRD nanti.Karena yang memilih itu, 30 anggota DPRD kabupaten Ende. Jadi siapa yang berpeluang tergantung pada komunikasi politik dengan ke 30 anggota DPRD,” pungkasnya.

Menurut Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 Tentang Pemilihan Kepala Daerah, DPRD akan membentuk Panitia Pemilihan (Pamil) yang bertugas untuk memverifikasi calon, pembentukan tata tertib, dan mekanisme pemilihan.

Wakil Ketua DPRD Ende dari Fraksi NasDem Erikos Emanuel Rede yang juga salah satu calon wakil bupati megatakan, mekanisme di DPRD akan segera bergulir sesuai ketentuan yang berlaku setelah masuk usulan dua nama calon wakil bupati yang disampaikan oleh Bupati.

“Kita berharap secepatnya diproses, bulan depan (Oktober) sudah bisa digelar rapat paripurna DPRD Ende dengan agenda pemilihan dan penetapan wakil bupati,” kata Erik Rede politisi muda yang sedang menguat dukungan kepadanya untuk mendampingi Bupati Jafar Achmad.

Erik Rede juga mengapresiasi sikap para pimpinan partai koalisi Marsel-Jafar (MJ) yang sudah bersepakat dan memproses surat dukungan pencalonan wakil bupati untuk mengisi kekosongan jabatan yang terjadi selama ini sepeninggal Bupati Marsel Petu.

Dia berkeyakinan, proses demokrasi ini dapat memberikan hasil yang terbaik bagi kebaikan masyarakat dan daerah tercinta “Ende-Lio nua sare”. Negeri lahirnya Pancasila. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan