oleh

Film “Ata Modo” Elegi Orang Komodo Resmi Diluncurkan

-News-439 views

RADARNTT, Kupang – Film Ata Modo resmi diluncurkan WALHI NTT, Jumat, 30 Juli 2021. Film dokumenter berjudul “Ata Modo-Elegi Orang Komodo”. Film dokumenter yang bercerita tentang masyarakat suku modo yang telah bertahun-tahun mendiami Pulau Komodo, hidup berdampingan dengan satwa liar yang menjadi ikon Nusa Tenggara Timur yakni biawak komodo (Varanus komodoensis).

Selain mengangkat tentang pola konservasi secara kultural oleh masyarakat lokal terhadap komodo, film ini juga memotret suara-suara masyarakat suku modo yang saat ini terhimpit penghidupannya oleh berbagai kebijakan terkait konservasi dan investasi pariwisata di Kawasan Taman Nasional Komodo.

Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang dalam sambutannya menyampaikan, pembuatan film ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas kebangkrutan sumber daya alam yang terus terjadi di NTT dan WALHI NTT tidak mau hal ini terjadi juga pada komodo.

“Proses kebangkrutan ini disebabkan secara struktural atau karena kebijakan-kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat dan lingkungan,” tegas Umbu Wulang.

Dalam peluncuran film dokumenter Ata Modo, turut hadir sejumlah penanggap yang berasal dari beberapa kalangan seperti Akbar Al Ayubbi (pemuda suku modo), Nurhidayati (Direktur WALHI Eksekutif Nasional), Ansy Lema (Anggota Komisi IV DPR RI) dan Honing Sani (Lawyer dan Pemerhati Pembangunan di NTT). Para penanggap tersebut memberi apresiasi dan tanggapan positif terhadap film dokumenter yang diproduksi oleh WALHI, Hutan Hujan dan Ok Studio ini.

Honing Sani menyampaikan bahwa film ini merupakan bentuk respons civil society terhadap apa yang dilakukan negara.

“Film ini adalah bentuk dari cara civil society merespon apa yang dilakukan oleh negara,” tegas Honing Sani.

Sehingga negara perlu melakukan evaluasi terhadap setiap kebijakan yang dibuat agar sejalan dengan harapan-harapan rakyat atau tidak mengabaikan masyarakat lokal di lokasi investasi termasuk pariwisata Komodo di Manggarai Barat.

Semantara Ansy Lema mengatakan, film Ata Modo menampilkan narasi tentang orang pinggiran. Pesan dari bawah, dari masyarakat, Ata Modo.

Menurutnya, apa yang disampaikan film ini sebenarnya menyasar pada beberapa kata kunci yaitu konservasi, privatisasi dan investasi serta kepentingan masyarakat adat yang terhimpit korporasi oleh peran negara di tengahnya.

“Film ini juga memotret dengan jelas relasi kosmosentris antara masyarakat Ata Modo dan Komodo,” tegas Ansy Lema.

Selain melakukan nonton bareng melalui acara launching, WALHI NTT juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan nonton bareng di rumah bersama keluarga melalui bagi-bagi link kepada masyarakat yang mendaftar. Sampai saat ini sudah lebih dari 100 pendaftar yang mendaftarkan untuk memperoleh link nonton bareng.

WALHI NTT mengucapkan terima kasih kepada antusiasme masyarakat terhadap film ini, baik yang mengikuti launching virtual maupun yang telah mendaftarkan diri. Harapannya film ini dapat menambah khazanah pengetahuan masyarakat terkait keanekaragaman kearifan lokal di NTT dalam mempertahankan kelestarian sumber daya alam dan ekosistem. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan