oleh

FTBM NTT Siap Luncurkan “Gerakan Sejuta Buku untuk NTT”

RADARNTT, Kupang – Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) siap meluncurkan program “Gerakan Sejuta Buku untuk NTT”. Program ini diluncurkan dalam kolaborasi dengan mitra terkait yakni, BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT, Kantor Bahasa Provinsi NTT, LPMP Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT.

Ketua FTBM NTT, Polikaprus Do, S.S., dalam siaran pers Rabu, 18 Agustus 2021 menyampaikan, program ini memiliki tiga konten utama yakni, pertama, Gerakan Donasi Sejuta Buku untuk NTT. Gerakan ini menjawab kesulitan atau keterbatasan akses bahan bacaan yang selama ini dialami oleh TBM-TBM di daerah, perpustakaan, rumah baca, rumah pintar, PKBM, dan Lembaga lainnya yang bergerak di bidang literasi.

Konten kedua, lanjut Polikarpus yakni, Aplikasi Bank Buku karya anak-anak NTT. Hal ini dimaksudkan untuk mengidentfitikasi karya-karya buku anak NTT baik di dalam maupun di luar NTT, dan menghimpunnya dalam sebuah aplikasi.

Konten ketiga adalah Gerakan NTT Menulis, yakni bagaimana kita membudayakan literasi menulis bagi seluruh masyarakat NTT baik di tingkat pedidikan formal maupun pendidikan nonformal seperti komunitas, TBM, PKBM, satuan pendidikan nonformal.

“Program ini dalam rangka mempercepat atau akselerasi gerakan literasi di NTT agar mampu mewujudkan masyarakat yang literat. Kedua, kita ingin untuk menjadikan NTT sebagai provinsi literasi. Oleh karena itu, kami mohon dukungan dari semua masyarakat, komunitas, pegiat literasi, para pemerhati pendidikan, sastrawan, budayawan, jurnalis, dan semua pihak untuk bersama-sama mensukseskan gerakan ini. Mari kita bersama bersatu untuk mewujudkan NTT bangkit, NTT sejahtera,” tegas Polikarpus.

Peluncuran program “Gerakan Sejuta Buku untuk NTT” direncanakan akan digelar secara virtual pada Kamis (19/8/2021) yang diawali dengan talkshow bertema “Berdaya dengan Buku”.

Ia menjelaskan, talkshow ini akan menghadirkan narasumber dari BP PAUD dan Dikmas Provinsi NTT, Kantor Bahasa Prov. NTT, LPMP Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, dan FTBM NTT sendiri selaku penyelenggara.

Sebelumnya, Prof Daniel Kameo mengatakan literasi kita masih sangat rendah, karena literasi tidak sekadar membaca dan menulis tetapi bagaimana mengerti dan memahami apa yang dibaca dan ditulis.

Ia mengatakan, anak-anak kita bisa membaca dengan lancar tetapi apakah dia memahami isi dan makna dari apa yang tertulis dan dibaca.

“Ini yang masih menjadi permasalahan kita, karena banyak habis membaca tapi lupa apa yang dibacanya atau tidak bisa merekam dan menangkap isinya,” kata profesor dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga itu di Kupang, belum lama ini. (RF/TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan