oleh

Gubernur Laiskodat: Tindak Tegas Pelanggar Prokes Covid-19

RADARNTT, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan hasil evaluasi penanganan dan penegakan protokol kesehatan Covid-19 sejak Maret 2020 hingga awal Februari 2021, ternyata belum maksimal karena tingkat kesadaran warga untuk itu, masih sangat rendah, sehingga berdampak pada peningkatan jumlah pasien positif dan pasien yang meninggal dunia di daerah ini.

“Hingga saat ini sudah 5.871 orang yang positif dan 152 orang meninggal akibat Covid-19 di daerah berbasis kepulauan itu, bahkan sempat menempati urutan satu nasional dari jumlah kasus selama Januari 2021, sehingga pemerintah provinsi harus bertindak cepat dan tegas menegakan protokol kesehatan covid untuk mencegah penyebaran lebih banyak lagi,” katanya di Kupang, Jumat (5/2/2021).

Gubernur Laiskodat yang baru sembuh dari sakit akibat terpapar Covid-19 ini mengatakan hal itu pada rapat Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama Forkopimda Provinsi dan pemerintahan Kota Kupang yang memiliki jumlah pasien terbanyak positif Covid-19 dan terbanyak pula jumlah yang meninggal dunia.

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya menangani cepat dan tegas penyebaran kasus Covid-19 yang terus meningkat dengan melakukan berbagai langkah dan kebijakan guna mencegah transmisi lokal dan menangani warga yang terpapar,” katanya.

Gubernur Laiskodat menekankan pada tindak langsung untuk mencegah adanya keramaian. “Kita lakukan cek dan peringatan bagi rumah makan dan juga toko-toko. Untuk rumah makan itu pembeli tidak boleh makan disitu. Dibeli makanannya dan langsung tinggalkan tempat itu. Untuk toko-toko dan pusat keramaian jumlah pengunjung juga dibatasi. Kita cek dan lakukan peringatan cukup satu kali, bila kemudian melanggar maka langsung ditindak tegas,” tegas Gubernur.

“Juga untuk perayaan pesta-pesta tidak boleh ada sampai bulan Mei 2021. Saya tegas untuk itu. Kita tetap cegah keramaian dan tetap kenakan masker. Penertiban yang ketat juga untuk para pengendara kendaraan yang tidak menggunakan masker,” ujar Gubernur Viktor.

Gubernur juga mengatakan agar dalam keputusan pengelolaan anggaran tidak boleh ragu-ragu karena situasi saat ini dalam tanggap darurat bencana.

“Kita harus kerja cepat dan tegas. Pemerintah dan semua masyarakat tidak boleh mengabaikan. Harus peduli kita cegah bersama. Pihak pemerintah tidak boleh ragu-ragu dalam kelola anggaran untuk pencegahan Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT Inche Sayuna turut menegaskan pentingnya pencegahan kerumunan atau keramaian. “Pembatasan jumlah pengunjung toko dan pusat keramaian harus diperketat. Harus ada sidak. Mengingat kita lihat Kota Kupang ini kasusnya melonjak tajam karena adanya transmisi lokal yang tinggi,” ujanya.

Inche juga mengatakan pentingnya pengawasan protokol kesehatan bagi karyawan yang bekerja di dapur rumah makan.

“Kita juga harus jalankan sosialisasi vaksin bagi masyarakat. Mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Mengingat saat ini informasi yang beredar di masyarakat seringkali membuat risau masyarakat mengenai efek dari vaksin yang membuat rasa takut sehingga ada masyarakat tidak mau divaksin,” jelasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan