oleh

Gubernur NTT Ultimatum Bupati dan Walikota Percepat Laporan Data Kerusakan Bencana

-News-1.019 views

RADARNTT, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat secara tegas memberikan ultimatum kepada seluruh Bupati/Walikota se-NTT, daerah terdampak siklon tropis seroja, jika sampai dengan hari Jumat, 30 April 2021, masih ada Kabupaten yang belum/secara lengkap melaporkan hasil validasi data kerusakan rumah, maka lewat dari pukul 00.00 WITA pelayanan BPBD Provinsi NTT harus ditutup.

“Kalau ada rakyat ribut tidak terlayani, saya pimpin rakyatnya untuk teriak Bupatinya,” tantang Viktor Laiskodat.

Lebih lanjut Gubernur menegaskan, jika pengajuan data berkaitan dgn bencana, terlambat, resiko di tanggung Bupati sendiri dan saya akan umumkan ke masyarakat bahwa Bupatinya gagal, urus administrasi saja tidak bisa. Hanya untuk verifikasi data saja susah. Ini adalah langkah-langkah ekstrem dari saya Gubernur kepada Bupati/Walikota untuk dapat laksanakan tugasnya dengan baik.

Masalah bencana ini menurut Viktor Laiskodat adalah masalah luar biasa, jadi pendekatannya juga harus super luar biasa. Pusat sudah bantu luar biasa ke provinsi NTT, para pimpinan daerah tunjukkan ke pusat, dengan bergerak lebih cepat dan tuntas. Gubernur NTT mengingat dengan baik pesan dari Kepala BNPB, Doni Manardo bahwa Pemimpin harus cepat berada di tengah-tengah masyarakat jikalau masyarakat membutuhkan kehadirannya, di saat ada masalah.

“Yang layak berdiri sebagai pemimpin ialah yang berani bertanggungjawab untuk rakyatnya,” tambah Laiskodat.

Ketegasan Gubernur NTT ini dinyatakan saat berlangsungnya acara penyerahan Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap 1 pasca bencana siklon tropis seroja dari BNPB kepada Gubernur NTT dan selanjutnya dari Gubernur kepada Bupati/Walikota. Yang diikuti secara virtual oleh Bupati se-NTT di aula kantor Gubernur NTT, Rabu 28 April 2021.

Penyerahan simbolis DTH dari BNPB kepada Gubernur, diserahkan Gubernur secara langsung kepada Bupati Kupang dan Walikota Kupang yang diwakilli Wakil Walikota Kupang.

Total bantuan DTH untuk NTT adalah Rp7,4 miliar lebih. Dan khusus Kabupaten Kupang dengan kategori rusak berat sebanyak 2.060 unit x 500.000 x 3 bulan, jadi total bantuan DTH yang diterima secara simbolis oleh Bupati Kupang, Korinus Masneno sebesar Rp3.090.000.000.

Terhadap bantuan ini Gubernur meminta agar segera diproses. Atasnama Pemerintah dan masyarakat, Gubernur sampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Bapak Joko Widodo melalui BNPB yang bergerak cepat menangani bencana seroja di NTT. Dirinya sangat bangga atas kerja cepat dan kepedulian pemerintah pusat.

“Hari pertama bencana, BNPB sudah berada di lokasi bencana di Flores. Sekali lagi saya sampaikan terima kasih,” ucap Viktor.

Kepada pemimpin daerah yang menerima bantuan ini segeranya dibagikan kepada masyarakat terdampak bencana. Lanjut Gubernur, dari bantuan tersebut, ada umpan balik dari masyarakat bahwa kita pemerintah bisa bekerja dengan baik.

Brigjen Syahyudi perwakilan dari BNPB menyatakan harapannya, penyaluran bantuan ini bisa dioptimalkan dan pastikan masyarakat terdampak yang mengungsi bisa cari rumah keluarga untuk menginap sementara waktu, sambil menunggu sampai rumah selesai dibangun.

“Penyaluran dana tunggu hunian ini sebesar Rp500.000/KK/bulan selama 3 bulan. Terkait usulan bantuan hunian rumah, Syahyudi meminta agar segera di validasi sesuai fakta yang ada dan segeranya dikirim ke BNPB. Selain itu lengkapi juga administrasi untuk warga yang meninggal dunia akibat siklon tropis seroja,” tambahnya.

Mendampingi Bupati Kupang, dalam acar penyerahan Kabag Prokopim, Martha Para Ede dan Kepala RSKK, Benidiktus Selan. (PKP/Kupang/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan