oleh

Gubernur Viktor Laiskodat Bermalam Minggu di Kampung Kopi Colol

-News-1.664 views

RADARNTT, Borong – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat melakukan kunjungan kerja selama dua hari Sabtu-Minggu, 22–23 Mei 2021 di Kabupaten Manggarai Timur. Gubernur Viktor sambil menyeruput Kopi Colol dan bermalam minggu bercengkerama bersama masyarakat di kampung kopi yang sangat terkenal mendunia.

Didampingi Bupati dan Wakil Bupati Manggarai Timur, Gubernur Viktor bersama rombongan mengunjungi kampung bersejarah Colol di kampung pedalam desa Colol,  kecamatan Lamba Leda Timur.

Kehadiran Gubernur Viktor antusias disambut warga, tanpa melepaskan prokes, warga kampung Colol rela berdiri dan menunggu sejak pagi hingga Gubernur bersama rombongan tiba sekira pukul 17.00 sore.

Dalam kata sambutannya, Gubernur yang kerap disapa Bung Viktor itu mengatakan Kampung Colol, selain kampung yang bersejarah, Colol juga merupakan Kampung Surga.

“Welcome to paradise, Saya harus Nginap di kampung bersejarah ini. Agar saya bisa merasakan sensasi kehidupan di kampung yang kaya akan kopi ini,” tutur Gubernur Viktor penuh semangat.

Ia mengaku baru tahu bahwa kampung Colol memiliki sejarah yang unik, sebagai pusat kopi. Sebagai komitmen, kata Gubernur Viktor, dirinya akan siap membantu memasarkan hasil kopi dari kampung Colol ke setiap unit usaha di bidang pariwisata yang ada di NTT khususnya di Labuan Bajo sebagai Wisata Super Premium.

“Saya akan pastikan jenis kopi Colol adalah kopi terbaik dunia yang pernah menang dalam kontestasi di Prancis pada tahun 2018 silam. Saya pastikan semua hotel dan restoran yang ada di Labuhan Bajo, baik dari lobi sampai di kamarnya harus bisa tampilkan kopi Colol, sebagai dukungan, kalau tidak kita tutupkan saja hotel itu,” tutur Gubernur Viktor sembari lontarkan senyum memberi semangat.

Di hadapan para hadirin, dirinya meminta kepala desa untuk menyiapkan pemuda yang berpotensi untuk dikirim untuk pelatihan peningkatan kapasitas pengelolaan kopi yang profesional.

“Nanti kepala desa siapkan pemuda pemudi yang berbakat untuk pelatihan peningkatan kapasitas melalui ibu Zana, Badan Otoritas Pariwisata Labuhan Bajo Flores,” tutur Gubernur Viktor memberi semangat pada para pemuda desa Colol.

Terkait sejarah kopi Juria Colol, dirinya terkejut dengan sejarah awal muawal kisah kopi juria yang sangat terkenal di desa Colol, hal itu kata dia sangat luar biasa dan mengejutkan.

Di panggung yang sama, pada senja hari setelah hujan itu, dalam sambutan membuka acara kunjungan kerja Gubernur, Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas mengatakan bahwa Colol adalah sumber kopi utama di Manggarai raya.

Colol dikatakan sebagai pusat kopi, kata Agas, pada tahun 1937, pada masa kerajaan raja Baruk, masyarakat diminta untuk lomba menanam kopi.

“Salah satu orang petani pada saat itu juara. Karena dia juara, dia mendapatkan penghargaan berupa bendera Belanda dan masih ada hingga saat ini,” tukas Bupati Agas.

Selain kopi Arabika, juga terdapat kopi robusta yang dibawakan oleh seorang “tuang”, sebutan istimewa kepada para pastor dan guru pada saat itu, terangnya.

Dikatakan Agas, selain robusta, ada juga juria. Kopi juria adalah kopi yang diberikan oleh seorang wanita asal Toraja bernama Juria.

“Pada jaman dulu Ada seorang bapak asal dari sini namanya Rudolf Kabut, ia mendapatkan kopi itu dari seorang wanita dari Toraja bernama Juria, dan ketika pulang kopi itu pun ia namai Kopi Juria,” terang Bupati Agas bercerita.

Dalam kesempatan malam Minggu itu, terpantau media, pihak Bank NTT selaku yang memfasilitasi badan usaha milik desa untuk mendapatkan sertifikat bukti pendaftaran hak kekayaan intelektual, Bank NTT melalui Bupati Manggarai Timur menyerahkan bukti pendaftaran hak kekayaan intelektual dari Menkopolhukam kepada kelompok UKM binaan Bank NTT di desa Colol.

Bentuk komitmen Bank NTT sebagai bank pembangunan daerah untuk meretas kemiskinan di NTT, Paulus Stevan Mesa selaku Direktur pemasaran kredit Bank NTT menyerahkan secara simbolis kredit investasi pembelian mesin kemasan kopi kepada ketua BUMDes Poco Nembu Rudolf Supardi, senilai Rp140.000.000.

Setelah penyerahan Investasi Kredit, Penyerahan Bantuan sosial kepada BUMDes Poco Nembu senilai Rp25.000.000 secara simbolis oleh Gubernur NTT melalui Staf Khusus Gubernur Pius Rengka kepada perwakilan BUMDes Poco Nembu.

Dalam kunjungan kerja hari kedua Minggu, (23/5) di desa Colol, Gubernur Viktor menyambangi tempat Lopodia Bisa BUMDes Agrowisata Poco Nembu yang tak jauh dari panggung kegiatan.

Bersama rombongan menampakan kaki di atas jalan setapak yang dikelilingi pohon kopi yang berbuah lebat sembari mendengarkan penjelasan para pemandu wisata kopi.

Diketahui sebelumnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, (21/5/2021) Pimpinan Bank NTT Cabang Borong, Nurcholis Tahir mengatakan bahwa sesuai dengan misi bank NTT harus mengangkat potensi wilayah atau daerah untuk dikembangkan melalui BUMDes. Selain itu, ada per individu juga harus didukung.

Untuk diketahui, desa Colol memiliki potensi yang sangat bagus untuk kopi. Potensi ini harus diangkat untuk dikelola.

“Di desa Colol itu ada potensi besar adalah hasil Kopi. Dengan demikian kita bantu untuk menggerakkan usaha masyarakat desa untuk jauh lebih baik. Memang sebelumnya mereka memiliki usaha kopi, tetapi masih bersifat manual,” tutur Nurcholis.

Ia menambah dengan tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat, Bank NTT selaku Bank Pembangunan Daerah, kita menyertakan modal dengan memberi kredit pengadaan mesin untuk pengelolaan pencetakan kopi saset. Dengan demikian kata Nurcholis Kopi lokal mudah untuk dipromosikan dan dipasarkan.

Nurcholis berharap agar BUMDes Poco Nembu tetap eksis dan dapat membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat desa Colol dan pada umumnya Manggarai Timur.

Setelah Kunjungan di desa Colol, selanjutnya Gubernur Viktor bersama rombongan, Dirut Bank NTT serta rombongan Bupati Manggarai Timur menuju Desa Golo Loni kecamatan Rana Mese, selanjutnya menuju Seminari Pius Kisol dan menuju kabupaten Ngada. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan