oleh

Jalan Damai Dugaan Korban Human Trafficking Megi dan Serli

-News-353 views

RADARNTT, Jakarta – Terkait Megi Taopan dan Serli Selan yang diduga korban human trafficking, Kepala Badan Penghubung NTT-Jakarta Hendry Donald Isaac bersama masyarakat Diaspora NTT-Jakarta telah melakukan proses perdamaian melalui restorative justice dengan pihak majikannya.

Donald mengatakan proses damai atau restorative justice dilakukan demi mengurangi polemik yang sedang viral di tengah masyarakat.

“Hari ini, kami dari Badan Penghubung NTT bersama perwakilan keluarga besar Diaspora NTT-Jakarta dengan keluarga dekat Megi dan Serli di Jakarta telah melakukan restorative justice atau jalan damai. Semua keluarga Megi dan Serli telah bersediah menerima permintaan maaf dari majikan dan om Valen,” ucap Donald selaku aktivis kemanusiaan yang berasal dari NTT kepada awak media di Jakarta, Senin (7/6/2021)

Proses perdamaian ini dilakukan di Kantor Badan Penghubung NTT-Jakarta.

Donald mengatakan, majikan yang sedianya memperkerjakan Serli dan Megi telah bersedia menanggung semua biaya kerugian atau semua biaya transportasi.

“Kami bersama keluarganya korban dan majikannya Megi dan Serli telah berdiskusi dengan damai, dimana mereka (majikan) sudah menanggung biaya transportasi Megi dan Serli untuk pulang kampung,” terang Donald selaku pemerhati NTT di Jabodetabek.

“Malam ini, keluarga besar kedua bela pihak telah bersama-sama duduk bareng di Kantor Badan Penghubung NTT untuk melakukan proses perdamaian. Juga Saya berharap, persoalan ini tidak perlu ditindaklanjuti atau dibesar-besarkan,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Forum Pemuda NTT-Jakarta, Yohanes Hiba Ndale menghimbau agar berbagai elemen dalam masyarakat perlu menindak tegas terkait praktik Human Trafficking yang mengorbankan para pekerja di mana pun termasuk warga NTT.

“Kami berharap, semua elemen dimana pun berada. Tetap dan terus mengejar serta menindak tegas praktik Human Trafficking yang mengorbankan para pekerja termasuk warga NTT atau warga Timur lainnya.

Selanjutnya, Yohanis (Adi) mengapresiasi kepada Badan Penghubung NTT dan tim yang telah gerak cepat dalam menangani persoalan ini.

“Saya mengapresiasi pihak Badan Penghubung yang telah menindaklanjuti persoalan ini dengan cepat dan juga menyelesaikan persoalan ini dengan pola restorative justice,” kata Adi.

Sementara itu, Serli dan Megi menuturkan, persoalan ini sudah dilakukan dengan jalan damau sehingga tidak perlu diperpanjang.

“Katong dua sudah berdamai dengan semua pihak (majikan atau om Valen, pihak-pihak) yang terlibat didalam persoalan inibdan katong minta tidak usah diperpanjang,” ucap Serli

Serli dan Megi menyampaikan ungkapan permohonan maaf dan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam menyelesaikan masalah ini.

“Tiada kata selain kata maaf. Selanjutnya, kami berdua juga sangat berterima kasih kepada Tim penghubung NTT dan warga Diaspora NTT – Jakarta, yaitu Pak Donald, Pak Menahim, Pak Adam, Pak. Pdt. Yohanes Ndale, Kaka Fritz Makanlehi, Kaka Rodok bersama Istri, Om Riky dan lainnya yang sudah membantu menyelesaikan masalah ini dengan jalan damai,” kata Serli.

Lebih lanjut, ia mengatakan, “Kami sangat berterima kasih juga kepada pihak (Sutiyah) yang sudah bersedia menanggung transportasi untuk mengembalikan kami ke Kupang. Kami juga mohon maaf yang sedalam-dalamnya karena sudah banyak merepotkan,” pungkas Serli. (FM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan