oleh

Kadis Sosial Manggarai Timur Dampingi Balai Efata Kupang Berbagi Kasih

-News-455 views
Spread the love

RADARNTT, Borong – Tak kenal hari libur, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur dampingi Kepala Balai Efata Kupang salurkan bantuan kepada keluarga yang berkebutuhan khusus di Borong, pada Minggu 24 Oktober 2021.

Kunjungan pimpinan Balai Efata Kupang yang didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur di sekitaran kota Borong untuk berbagi kasih kepada keluarga balita yang alami kurang gizi, keluarga penderita lumpuh, anak terlantar dan keluarga pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa ( ODGJ).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur, Mikael Jaur kepada media ini mengatakan ada empat keluarga yang dikunjungi bersama Balai Efata Kupang, keluarga Balita Penderita Gizi Buruk di Peot, Penderita ODGJ di Kampung Ende Kota Ndora , Keluarga Anak Terlantar di Wae Reca Desa Nanga Labang dan Keluarga Penderita Lumpuh di Jati Desa Golo Kantar.

Kadis Mikael mengatakan bahwa misi peduli kasih kepada masyarakat yang berkebutuhan khusus ini tidak akan mengenal waktu, sekalipun hari libur. Lebih lanjutnya, kunjungan dari Balai Efata Kupang merupakan kesempatan yang sangat luar biasa.

Sebagai bentuk wujud syukur, sebagai pimpinan OPD teknis yang terkait, dirinya harus gesit untuk terjun kelapangan agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

“Kapan saja kesempatan itu datang, kita harus peka dan bergerak cepat, apa lagi untuk keluarga yang berkebutuhan khusus seperti anak terlantar, disabilitas dan ODGJ. Kita bersyukur sekali Kementrian Sosial RI melalui Dirjen Rehabilitasi Sosial Balai Efata Kupang sangat peduli kepada warga kita di Manggarai timur, jadi ini sangat luar biasa,” tandasnya.

Dikatakannya bahwa bantuan Permakanan, Pemberdayaan Ekonomi seperti ternak Babi, dan Kursi Roda serta Sembako telah disalurkan kepada keluarga yang tepat sasaran.

Menambah apa yang disampaikan Kepala Dinsos, Kepala Balai Efata Kupang, Wahyu Dewanto, mengatakan bahwa kegiatan kunjungan ini adalah bentuk maraton untuk menjangkau keluarga yang mengalami permasalahan Sosial, seperti ODGJ, Keluarga yang mengalami Stunting, Lumpuh total, dan Keluarga Anak Terlantar.

“Prosesnya, kalau data dari dinas lengkap, asesmennya lengkap, kita langsung eksekusi dan bantu. Siapa yang melakukan apa. Kalau dari kesehatan yang tangani kesehatan, kalau dari dinas sosial, kita melakukan bantuan sosial,” ujarnya.

Dikatakannya bahwa stunting dan ODGJ merupakan masalah kesehatan yang harus ditangani secara bersama. Lanjutnya, untuk rana pemberdayaan ekonomi keluarga, Dinas sosial dan Balai Efata Kupang juga saling berkoordinasi untuk bisa membantu untuk pemulihan dan Pemberdayaan ekonomi keluarga.

Keluarga yang mendapat kunjungan

Dalam kunjungan berbagi kasih pada hari Minggu itu, Kadis Sosial Matim, Bersama Kepala Balai Efata Kupang bersama Rekannya mengunjungi Balita Penderita Gizi Buruk atau Sunting. Natalia Amung, balita berusia empat tahun asal kelurahan Satar Peot itu mengalami kurang gizi sejak lahir.

Di sela-sela kunjungan itu, Margaretha Sudia (31), ibu kandung adik Natalia mengaku bahwa putri kecilnya mengalami kekurangan gizi sejak lahir.

“Setiap bulan saat mengikuti posyandu, anak saya mengalami penurunan berat badan. Bahkan pada saat baru lahir, dia berat badannya sangat sedikit,” ungkap Sudia.

Ia sangat berterima kasih atas kunjungan dari Kepala Dinsos dan Balai Efata Kupang, ” terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari pihak pemerintah, semoga Tuhan akan membalasnya,” ungkap Sudia.

Di tempat yang sama, Kepala Puskemas Peot, Yuliana Adung mengatakan bahwa adik Natalia mengalami Gizi Buruk sejak lahir, berat badannya dibawa standar, 2,4 kilogram.

Ketika ditanya, berapa jumlah penderita sunting di wilayah kerja Puskesmas Peot, kata Kapus Yuliana, penderita Stunting , baik Gizi buruk, Kurang Gizi itu per bulan Agustus terdapat kurang lebih 90 anak.

Terkait bantuan kepada keluarga penderita sunting, kata Kapus Yuliana, mereka membutuhkan bantuan berupa program kasupan gizi, baik dapur untuk stunting, maupun kasupan gizi untuk Ibu hamil.

Ia berharap, Balai Efata Kupang juga turut membantu dalam misi menuntaskan persoalan Stunting di wilaya kerja Puskesmas Peot.

Sementara itu, Pemerintah Kelurahan Satar Peot sangat berterima kasih kepada Dinsos Matim dan Balai Efata Kupang yang telah menaruh perhatian kepada warganya. Lurah melalui Kepala Seksi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat Kelurahan Satar Peot, Paula Yien Siratna mengungkapkan kegembiraannya atas kunjungan itu.

“Saya selaku pemerintah Kelurahan Satar Peot menyampaikan apresiasi dan Terima kasih kepada Dinsos dan Balai Efata Kupang yang telah mengunjungi warga kami. Semoga saja keluarga lain yang mengalami Stunting akan mendapatkan bantuan serupa,” ungkap Siratna.

Tak hanya mengunjungi adik Natalia, Balai Efata Kupang bersama Kadis Sosial Matim mengunjungi dan Salurkan bantuan kepada keluarga ODGJ di Kampung Ende.

Selepas penyerahan keluarga ODGJ di kampung Ende kelurahan Kota Ndora, kemudian mereka langsung berkunjung ke Kediaman Mama Wilhelmina Malu, Orang Tua Asuh dari anak Yosefino Lede Malu, asal Wae Reca Desa Nanga Labang Kecamatan Borong.

Untuk diketahui, Mama Wilhelmina Malu adalah seorang ibu janda yang mengasuh adik Yosefino Lede Malu. Adik yang kini beranjak usia remaja itu kini duduk di bangku kelas tiga SMK.

Dikatakan mama Wihelmina, Anak asuhnya yang kerap disapa Lede itu ditinggal ibunya sejak usia seminggu, usai melahirkan ibunya meninggal. Ia mengaku telah mengangkat Lede sebagai anaknya sejak berusia satu tahun setengah.

“Dia (Lede.Red) menjadi anak saya dan saudarinya Fina sejak lama. Kalanya Lede sudah Tama SMK, dan kini Lede duduk di bangku kelas tiga. Mereka anak Piatu, dan Bapaknya sudah lansia,” ungkap Mama Wihelmina mengisahkan.

Mendapat bantuan permakanan dan pemberdayaan ekonomi berupa ternak Babi, Wihelmina sangat berterima kasih kepada Dinas Sosial dan Balai Efata Kupang, ” Terima Kasih atas bantuan dan sentuhan kasih dari Pemerintah,” ungkapnya.

Usai kunjungan di kediaman mama Wihelmina, tim bertolak menuju rumah keluarga penderita lumpuh, Bapak Lodovikus Andi untuk menyerahkan bantuan permakanan dan Kursi Roda.

Mendapatkan bantuan kursi roda, keluarga Bapak Lodovikus merasa sangat gembira dan berterima kasih kepada Kadis Sosial dan Balai Efata Kupang yang telah merealisasikan mimpi yang telah lama mereka impikan.

Maria Santi, istri Lodovikus kepada media ini mengatakan bahwa dirinya telah lama memimpikan kursi roda untuk suaminya, namun hal itu belum terjawab lantaran belum mampu untuk membeli.

“Bantuan kursi roda dari Balai Efata Kupang dan Dinsos, mimpi saya terjawab. Akhirnya suami saya bisa keluar rumah tidak harus dikamar terus, terima kasih atas bantuannya,” tukasnya. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan