oleh

Kesiapan PTM Terbatas, Vaksinasi untuk Pelajar Dipercepat

-News-265 views

RADARNTT, Kupang – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas penting untuk dilaksanakan. Berdasarkan Kajian Kemendikbud Ristek, situasi pembelajaran daring saat ini memberikan dampak risiko Learning Loss yang pemulihannya bisa memakan waktu hingga 9 tahun.

Hal ini terjadi karena peserta didik tidak memperoleh pembelajaran yang optimal yang berakibat pada kemunduran akademis dan non akademis. PTM Terbatas dinilai dapat menekan risiko learning loss ini demi menjaga kualitas pembelajaran anak Indonesia.

Persiapan PTM Terbatas didorong di wilayah PPKM level 1-3 dengan tetap memprioritaskan keselamatan insan pendidikan, yang pelaksanaannya mengedepankan kehati-hatian dan protokol kesehatan yang ketat.

“Sekolah harus memenuhi syarat SKB 4 Menteri tentang Pembelajaran di Tengah Pandemi untuk bisa menyelenggarakan PTM Terbatas,” ditegaskan Satgas Covid-19 dalam rilisnya.

Di sisi lain, pemerintah mendukung pelaksanaan PTM Terbatas dengan menggencarkan program vaksinasi bagi pelajar di daerah.

“Vaksin dapat lindungi anak bangsa, jadi ayo divaksin saat vaksinnya tersedia!,” tegasnya.

Cakupan vaksinasi pelajar di luar Jawa-Bali seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat rendah di bawah 20 persen dan di beberapa daerah masih nol.

Sehingga pemerintah perlu segera mengarahkan prioritas vaksinasi kepada pelajar di daerah luar Jawa-Bali demi menjamin kondisi yang aman dan nyaman bagi pelaksanaan PTM Terbatas di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT pada pekan kemarin mengatakan bahwa di daerah tersebut masih nol vaksinasi kepada pelajar.

Kondisi ini dipengaruhi oleh distribusi vaksin yang dikirim Pemerintah Pusat ke daerah masih terbatas dan rendahnya pelaksanaan vaksinasi kepada pelajar di provinsi kepulauan itu.

Sementara rata-rata cakupan vaksinasi di Provinsi NTT untuk vaksin dosis pertama masih di bawah 20 persen dan vaksin dosis kedua di bawah 10 persen per Agustus 2021. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan