oleh

Komisi Kitab Suci KAK Sharing Kitab Suci Online 

RADARNTT, Kupang – Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) kembali melaksanakan kegiatan sharing kitab suci online bersama anggota relawan komisi dan beberapa umat yang berminat (Sabtu, 21/8/2021). Peserta sharing kali ini berjumlah 12 orang, yang berasal dari kota Kupang, Seba, Maumere dan Ende.

Dengan bertolak dari perikop Yoh 6:60-69, yang menjadi teks injil bacaan hari Minggu Biasa ke XXI tahun B, Rm. Sipri Senda yang memimpin sharing kitab suci virtual ini mengajak para peserta untuk membaca, menggali pemahaman atas teks dan berbagi pengalaman iman.

Dalam proses penggalian teks, para peserta mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh Rm. Sipri dengan penjelasan mengenai kekhasan injil Yohanes, konteks perikop ini yaitu bab 6 yang berbicara tentang Yesus sebagai roti hidup.

Dari perbincangan mengenai teks ini, para peserta tiba pada pemahaman mengenai dua kelompok murid Yesus, yaitu yang mengundurkan diri dengan alasan tak sanggup menerima sabda Yesus yang keras, dan yang tetap bertahan dengan Yesus karena percaya dan tahu bahwa sabdaNya adalah sabda hidup yang kekal dan PribadiNya adalah Yang Kudus dari Allah.

Para murid yang mengundurkan diri adalah contoh orang-orang yang tidak militan dalam beriman, gampang melarikan diri dari kemuridan manakala menghadapi tantangan. Sedangkan Petrus dan kawan-kawan dalam kelompok dua belas, menggambarkan kemuridan sejati, yang tetap komit, berani dan konsisten dalam beriman.

Dalam sesi sharing, beberapa peserta berbagi pengalaman iman dan refleksi, bagaimana menjadi murid yang jatuh bangun belajar setia kepada Yesus. Walau banyak tantangan yang melemahkan dan nyaris membuat mundur dari Yesus, tetapi kekuatan cinta Tuhan menyadarkan peserta yang berbagi pengalaman untuk tetap kembali kepada Yesus dan mengalami transformasi hidup. Bertahan bersama Yesus adalah pilihan terbaik yang membawa sukacita, damai sejahtera dan keselamatan.

Kegiatan sharing kitab suci online ditutup dengan doa dan berkat oleh Rm. Sipri Senda, ketua komisi Kitab Suci KAK. Beberapa peserta mengharapkan agar kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap akhir pekan. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan