oleh

Minimnya Test PCR dan Strategi Melawan COVID-19 di Provinsi NTT

-News-349 views

RADARNTT, Kupang – Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah provinsi dengan jumlah testing dan kemampuan testing terendah se-Indonesia. Dengan angka testing yang amat rendah ini, kemampuan mendeteksi penyebaran COVID-19 juga amat rendah.

Idealnya satu orang positif, membutuhkan 30 orang contact tracing. Dengan angka kenaikan penderita COVID-19 sebanyak 100 orang per hari di NTT, idealnya ada 3000 tes per hari. Saat ini kapasitas tes di NTT masih di bawah angka 400 sampel per hari, atau hanya sebesar 13,3 persen dari total kapasitas pemeriksaan saat ini.

Minimnya jumlah tes di NTT mempengaruhi kemampuan deteksi/pemetaan penyebaran COVID-19. Dengan sendirinya kemungkinan penyebaran semakin terbuka. Untuk itu, Forum Academia NTT (FAN) bekerjasama dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) yang didukung WHO (World Health Organization) menggelar serial diskusi terkait pandemi COVID-19 di NTT.

Demikian disampaikan Moderator Forum Academia NTT, Dominggus Elcid Li, kepada media ini, Senin (15/2/2021) pagi.

Elcid Li mengatakan, khusus malam ini (Senin, 15/2/2021) tema yang diangkat adalah ‘“Minimnya Test PCR dan Strategi Melawan COVID-19 di Provinsi NTT”. Diskusi akan ditayangkan di laman facebook milik Forum Academia NTT dan chanel youtube milik Forum Academia NTT secara live pada pukul 19.30-21.00 WITA.

“Diskusi malam ini mencoba menggali tentang kondisi riil kemampuan pemeriksaan/testing di NTT. Saat ini NTT ada dalam posisi terendah se-Indonesia dalam hal TESTING. Semboyan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) di NTT belum bisa dilakukan secara optimal karena ‘T’ yang pertama masih amat rendah,” jelas Elcid Li.

Ia menyebutkan, hadir pada malam hari ini lima orang narasumber, yaitu Dr.dr. Idawati Trisno, M.Kes (Tim Pakar Satgas COVID-19 NTT), Dr. Fima Inabuy (Ketua Tim Lab Biokesmas Provinsi NTT), Ir.Erlina Salmun M.Kes (Kabid P2P Dinkes Provinsi NTT), Dr.Inche Sayuna, M.Hum (Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT) dan Dr.Michael L.Riwukaho (Penyintas COVID-19/Warga Kota Kupang).

Para pembicara dengan latar belakang yang berbeda akan memberikan perspektif yang beragam, dan memperkaya para pengambil kebijakan untuk melihat dari berbagai sisi. Dengan ini diharapkan proses pengambilan keputusan dan kebijakan dilakukan dengan tepat dan cepat di masa pandemi ini.

Diskusi akan dipandu oleh Dr.Wilson Therik selama 90 menit. Para penonton dapat menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan dalam live chat di facebook maupun youtube yang akan dikirimkan langsung ke moderator.

“Kami berharap diskusi semacam ini semakin mendorong seluruh pihak untuk memaksimalkan segala daya upaya untuk memetakan dan memutuskan rantai penyebaran virus, dalam perang melawan COVID-19 semua pihak harus terlibat, termasuk masyarakat,” ujar Elcid Li, ketika ditanya tentang tujuan diskusi digelar.

Diskusi ini merupakan seri kedua, dimana pada seri sebelumnya juga telah membahas tentang “Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dan Gerak Komunitas di Kota Kupang” secara virtual, Sabtu (13/2/2021) malam. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan