oleh

Partai Demokrat NTT Butuh Perubahan

-News-339 views

RADARNTT, Kupang – Berbagai alasan dan pertimbangan ikut mewarnai diskusi politik tentang dukungan terhadap dua kader Partai Demokrat di NTT sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat NTT, yakni Leonardus Lelo (Leo Lelo) dan Jefri Riwu Kore (Jeriko) menjadi cerita hangat internal kader Partai Demokrat NTT menjelang Musda yang dibuka petang ini pukul 16.00 WITA di Hotel Aston Kupang.

Mulai dari cerita tentang kader yang memiliki sikap militansi terhadap partai, yang memiliki visi-misi untuk membesarkan partai, sikap dukungan terhadap kader partai yang maju sebagai wakil rakyat mulai dari tingkat daerah sampai tingkat pusat, hingga cerita tentang kader terkaya di Indonesia, bahkan cerita tentang kesekretariatan Partai Demokrat NTT yang hingga saat ini masih dikontrakan.

Para kader yang memiliki pemikiran kritis dan cerdas agar kepemimpinan DPD Partai Demokrat NTT harus dipegang oleh kader yang benar-benar konsisten membesarkan partai dan menjalankan fungsi kepartaian sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta pakta integritas yang sudah dibuat ketika memegang fungsi mandatory yang diemban.

Demikian cerita singkat namun memiliki pesan edukatif perpolitikan yang disampaikan sejumlah kader Partai Demokrat NTT di Kupang, Kamis (14/10/2021) pagi.

Ketua DPC Demokrat Kabupaten Lembata Bastian Edo, membeberkan sejumlah data dan hasil evaluasi mulai dari tingkat DPC, DPD bahkan DPP terhadap Partai Demokrat di NTT, bahwa wajar DPC Lembata dan 11 DPC lainnya mendukung agar adanya perubahan kepemimpinan Demokrat di NTT.

Ketua DPC Demokrat Lembata, Bastian Edo mengatakan, alasan DPC Demokrat Lembata dan 11 DPC lainnya mendukung Leo Lelo tidak lain, hanya ingin ada perubahan.

“Kami tidak berpikir soal orang. Tapi itu subjektif kami berpikir soal komitmen kami untuk membesarkan partai. Kami ingin perubahan. Konsep kita adalah perubahan, dan itu jelas hasil evaluasi secara kepartaian, kami pikir pantas dan wajar harus ada perubahan,” ungkap Bastian Edo.

Menurut Bastian Edo, perubahan untuk membesarkan Partai Demokrat di NTT menjadi hal mutlak, makanya kami usung kader visioner yaitu Leonardus Lelo.

“Menurut kami sosok visioner yang akan membawa perubahan Partai Demokrat di NTT ke depan saat ini ada di Dinda Leo, dan ini momentum yang tepat untuk kejayaan kembali partai ini,” tegasnya.

Bastian Edo menambahkan, bahwa tolak ukur keberhasilan membesarkan Partai Demokrat, tidak lain dan tidak bukan adalah jumlah kursi di DPRD dan konsilidasi ke tingkat DPC yang masif.

“Indikator penting untuk mengukur keberhasilan seorang pimpinan partai politik tidak lain dan tidak bukan, yakni jumlah kursi sebagai anggota DPRD baik di tingkat kabupaten, kota dan provinsi bahkan pusat. Maka jika dilihat Partai Demokrat di NTT pada Pileg 2014 dan hasil Pileg 2019, jumlah kursi hampir seluruhnya merosot, apalagi sentral atau lokus di wilayah kekuasaan tidak memiliki kursi, itu disayangkan. Itulah salah satu hasi evaluasi, dan berharap ada calon pemimpin perubahan yang visioner”

“Kami pikir, cara menilai seperti ini lebih objektif ketimbang hanya mempertimbangkan faktor lain yan tidak substantif.” tandas Bastian.

Lebih lanjut Kader Senior Partai Demokrat NTT, Stef Tupen berharap kepada para pendukung poros perubahan untuk benar-benar mempertimbangkan hal-hal yang substansi, yakni hasil evaluasi yang sudah diketahui bersama, dan sama-sama ingin adanya perubahan.

“Saya pikir, semua kader memaknai semua proses yang benar. Dan sudah jelas hasil evaluasi Partai Demokrat NTT dua periode terakhir mengalami perosotan yang luar biasa. Maka perlu pemimpin perubahan. Dan tidak perlu membangun diskursus yang tidak penting dan bahkab tujuan untuk membesarkan Partai Demokrat jadi abu-abu,” urai Stef Tupen.

Diakhir cerita hangat para kader terkait pemimpin perubahan untuk kejayaan kembali Partai Demokrat di NTT, Bastian Edo memunculkan sebuah Jargon:

“Sistem Perpolitik tidak boleh dibeli dengan eksploitasi kepemimpinan yang dapat melemasyawatkan pintu hati kebesaran, tetapi tolak ukur keberhasilan seorang Bapak harus dengan kerja nyata bersama untuk membesarkan apa yang menjadi tujuan bersama,” tegasnya. (TIM/RN)

Komentar