oleh

Pemerintah Diminta Segera Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir di NTT

-News-754 views

RADARNTT, Kupang – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi NasDem, Dolvianus Kolo meminta Pemerintah segera menetapkan status darurat bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasalnya bencana tersebut telah merugikan kehidupan ekonomi, pertanian, infrastruktur dan sosial dengan nilai kerugian mencapai miliaran bahkan triliunan rupiah dan korban jiwa seperti di Adonara kabupaten Flores Timur.

“Banjir kali ini terjadi di Kabupaten Malaka, Alor, Sabu Raijua, Kota Kupang, Kolbano Kabupaten Kupang , Adonara Flores Timur. Noemuti, Wini, Timor Tengah Utara yang telah mengakibatkan kerugian besar. Ratusan rumah warga hilang, hewan, barang-barang dalam rumah hanyut, sawah-sawah jebol direndam banjir, masyarakat lari meninggalkan rumah dengan pakaian dibadan,” kata Dolvianus Kolo, Minggu (4/4/2021).

Politisi Partai NasDem ini, meminta pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat segera bertindak cepat untuk mengatasi musibah banjir.

“Pemerintah provinsi dan pusat harus bertindak cepat dalam mengatasi musibah banjir ini yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” kata Dolvi.

Dolvi mengatakan, pemerintah segera menyiapkan tenda atau tempat pengungsian, sembako dan juga obat-obatan.

“Saya pikir yang sangat mendesak adalah siapkan tenda/tempat pengungsian yang layak, bahan makanan dan obat-obatan, Tenaga medis diminta kerelaannya untuk siaga dititik-titik bencana,” tutur Dolvi.

Dolvi mengusulkan agar pemerintah menetapkan kecamatan yang mengalami bencana banjir tersebut sebagai status darurat bencana

“Jika dipandang perlu, Kabupaten atau kecamatan yang dilanda bencana banjir. Bupatinya segera menetapkan status darurat bencana,” harap Dolvi.

Selanjutnya, Ia juga berharap agar cuaca ekstrem dan bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Timur segera berakhir.

“Semoga cuaca ekstrem dan bencana banjir maupun lonsor di Nusa Tenggara segera selesai,” paparnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur melaporkan sebanyak 41 warga meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi di beberapa kecamatan pada pagi ini, Kamis (4/4), pukul 01.00 waktu setempat. Dua orang lainnya masih dalam pencarian.

BPBD setempat melaporkan korban meninggal sebanyak 41 jiwa, 9 orang luka-luka, dan 2 hilang. BPBD juga melaporkan 49 KK terdampak. 27 korban hilang titik pengungsian di Balai Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng.

Sedangkan di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, 2 warganya masih dilaporkan hilang. Sebanyak 4 warga luka-luka telah dirawat di puskesmas setempat.

Dilaporkan kondisi di lapangan saat ini hujan masih berlangsung disertai angin kencang.

BPBD melaporkan kerugian materil berupa puluhan rumah warga tertimbun lumpur di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Boleng. Selain itu, ada rumah warga sekitar hanyut terbawa banjir serta jembatan putus di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur. Aparat pemerintah desa masih terus melakukan pendataan di lapangan.

Pihak pemerintah daerah telah melakukan rapat terbatas antara Bupati, TNI, Polri dan instansi terkait. Salah satunya dengan pembentukan posko penanganan darurat.

Kendala di lapangan yang diidentifikasi petugas BPBD yaitu akses satu-satunya adalah penyeberangan laut ke Pulau Adonara. Sedangkan hujan, angin dan gelombang yang tinggi mengakibatkan pelayaran tidak diperbolehkan oleh otoritas setempat.

BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Flores Timur dan memantau penanganan darurat. Apabila dibutuhkan mobilisasi bantuan, BNPB telah siap dengan pengerahan sumber daya.

Sementara itu, BMKG memprakirakan terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang dan gelombang tinggi dalam periode sepekan ke depan di sebagian wilayah Indonesia.

Dalam sepekan kedepan potensi hujan sedang – lebat diprediksi terjadi di wilayah, antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua.

Sedangkan potensi hujan sangat lebat diprediksi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat dan NTT.

“Potensi angin kencang diprediksi terjadi di wilayah Lampung, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, NTT dan Sulawesi Selatan,” tulis Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dr. Raditya Jati, Minggu (4/4/2021) dalam keterangan tertulis. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan