oleh

Pemkab Manggarai Timur Siapkan Rp600 Juta untuk Olah Sampah

RADARNTT, Borong – Pemerintah Kabupaten Manggrai Timur siapkan anggaran Rp600 juta bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021 untuk bangun Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di RT. 02/RW. 01, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong.

TPS3R tersebut dibangun guna mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, lokasi tersebut juga nantinya akan dilengkapi dengan mesin pencacah sampah.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Manggarai Timur, Ivan Mbula di lokasi TPS3R saat melakukan pengukuran lahan, Kamis, 22 Juli 2021.

Dikatakan Ivan, melalui TPS3R ini,nantinya tidak hanya mengatasi persoalan jumlah sampah, tetapi juga akan menghasilkan produk- produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah nantinya.

“Di lokasi ini akan dibangun TPS3R. Hal ini dilakukan selain untuk mengurangi volume sampah di TPA, juga untuk memanfaatkan kembali sampah-sampah yang memiliki nilai ekonomis. Nanti, ada mesin pencacah dan pemilah sampah. Sampah yang tidak dimanfaatkan akan dibuang ke TPA, sedangkan sampah yang memiliki nilai ekonomis akan diolah lagi menjadi kompos atau kerajinan tangan. Sampah-sampah tersebut berasal dari rumah warga se-kota Borong,” tutur Ivan.

Ia menambahkan, TPS3R di Kota Ndora merupakan pilot project Kabupaten Manggarai Timur. Lanjutnya, ke depannya, jika TPS3R ini berjalan dan berkembang dengan baik, maka besar kemungkinan di tempat lain juga akan dibangun TPS3R.

“Yang mengelola TPS3R ini adalah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM),” terangnya.

Terkait TPS3R, kata Ivan, ini merupakan program Kementrian PUPR melalui Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur. Bukan proyek. Dalam pelaksanaannya kita tetap dampingi secara kontinu.

Di tempat yang sama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sanitasi Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur, Marianus Antonius Ompor mengatakan, pagu anggaran untuk membangun TPS3R senilai Rp600 juta.

“Ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK. Red.), total anggarannya senilai Rp600 juta. Didalam dana Rp600 juta tersebut, selain digunakan untuk bangun fisik gedung pengolahan sampah dan juga untuk pengadaan mesin pengolah, pencacah dan kendaraan roda tiga sebagai kendaraan operasional nantinya,” tukas Ompor.

Tahapan pencairan dana, kata Ompor, berdasarkan juknis DAK yakni 25 persen dari pagu yang dianggarkan dengan waktu kerja 130 hari kerja.

Sementara itu, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat TPS3R, Penga Kornelis mengatakan rencana pembangunan TPS3R di wilayahnya pada awal sosialisasi ada pro dan kontra di masyarakat. Hal itu disebabkan penilaian masyarakat yang memandang dampak pencemaran lingkungan dari aktivitas TPS3R tersebut.

“Saat sosialisasi memang ada protes dari warga. Karena menurut mereka, nanti ada pencemaran lingkungan dari aktivitas pengolahan. Namun, ketika dijelaskan secara rinci terkait teknik pengolahan sampah tersebut, perlahan warga yang kontra tersebut menerima dan menandatangani pakta integritas. Jadi saya rasa TPS3R ini sangat bermanfaat. Karena nanti yang bekerja di sini adalah warga sendiri,” papar Kornelis. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan