oleh

Penyidik Denpom Periksa Saksi Korban Kekerasan Anak di TTU

-News-397 views

RADARNTT, Kefamenanu – Tim Penyidik dari Sub Detasemen Polisi Militer (Denpom) Atambua melakukan pemeriksaan terhadap YN dan MJU, Sabtu, 7 Agustus 2021 sesuai pemberitahuan sehari sebelumnya. Keduanya merupakan korban kekerasan atau penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI.

Namun, karena BAP MJU yang sudah diambil keterangan pada 31 Juli 2021 sudah dinyatakan lengkap. Pada 31 Juli 2021 bertempat di Kormail 1618-04 Biboki Selatan Sub Denpom Atambua telah memeriksa dan BAP dua orang saksi, Marselinus Naicea dan Veronika Alupan serta saksi korban MJU. Sehingga pada hari Sabtu, 7 Agustus 2021 yang diambil keterangan hanya YN.

Menjawab pertanyaan terakhir dari Penyidik, masih adakah hal lain yang mau dinyatakan selain yang sudah ditanyakan?

Saksi Korban YN kepada Penyidik Sub Denpom Atambua menyampaikan bahwa, ia ingin cepat selesai masalah ini supaya bisa kembali sekolah.

“Saya mau soal ini cepat selesai supaya saya bisa sekolah lagi, soal ini diproses terus sampai selesai. Dan dia (pelaku) harus minta maaf,” kata YN.

Pengambilan BAP terhadap YN berlangsung di ruang kerja Danramil 1816-04 Biboki Selatan mulai pukul 08.30 hingga 14.00 Wita.

“Ada dua anggota Denpom dari Sub Denpom Atambua, berpangkat Mayor dan Sersan Dua selaku penyidik yang mengambil BAP anak YN. Ada lima lembar BAP yang ditanda tangani anak Korban YN,” kata sumber terpercaya dari Lakmas Cendana Wangi NTT selaku pendamping.

Sumber ini menuturkan, yang turut mendampingi anak Korban YN saat pengambilan keterangan adalah Mama Kandung YN, Pendamping dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Pembeedayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Timor Tengah Utara dan dari Lakmas Cendana Wangi NTT.

“Hadir di Koramil MJU, mama dan bapaknya, bersama dua orang pendamping dari P2TP2A TTU yakni Ina dan Aga Amaral, dan dua anggota TNI dari Koramil 1618-04 Biboki Selatan,” urainya.

Penyidik Sub Denpom Atambua sebelum melakukan pengambilan keterangam terhadap anak YN, mereka mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengambil dan membuat foto TKP, titik titik penganiyaan terjadi, bukan olah TKP.

Sepanjang pengamatannya, proses pemeriksaan penyidikannya melaksanakan tugasmya dengam sebenarya, tandasnya, anak tidak tertekan dan anak lancar dalam berikan keterangam, semua keterangan anak sama seperti yang sudah diberitakan. Pertanyaan penyidik mudah dimengerti dan mampu anak mengingat peristiwa yang terjadi.

Nampak kondisi kesehatan YN mulai sehat, namun masih agak pincang jalannya karena tulang panggul pantatnya keseleo dan sementara dirawat dengan diurut.

Seharusnya sesuai jadwal, hari Sabtu, 7 Agustus 2021 YN dan MJU melakukan kontrol ke Rumah Sakit Leona pukul 14.00 Wita. Tetapi telah dikomunikasikan ke pihak rumah sakit untuk diundurkan ke hari Senin, karena pengambilan BAP selasai pukul 14.00 Wita dan penandatanganan baru dilakukan sekitar pukul 15.00 Wita.

Diketahui, semua korban dan saksi sudah diperiksa, TKP sudah difoto juga titik titik terjadinya penganiyaan. Menunggu proses lebih lanjut melalui peradilan militer karena sudah ditangani Denpom.

Padahal diharapkan masalah ini dapat diselesaikan melalui pengadilan sipil karena pelakunya militer tetapi korban dari sipil.

Pendamping dari Lakmas Cendana Wangi NTT menegaskan, kalau pelakunya militer dan korbanya militer mutlak diselesaikan di peradilan militer. Tetapi kalau pelakunya militer dan korbanya sipil melalui peradilan koneksitas dimungkinan untuk diadili di peradilan umum-sipil

“Kita dorong ke peradilan umum agar penanganan di militer sampai di pengadilan militer, terbuka dan progresnya bisa diakses publik. Sekalipun ini adalah perkara koneksitas yang memungkinkan dilakukan peradilannya di peradilan sipil,” tegasnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan