oleh

Raker FORKOMA PMKRI Regio Timor Digelar Januari, Bahas Isu ‘Ekonomi Perbatasan RI-RDTL’

-News-78 Dilihat

RADARNTT, Atambua – Rapat Kerja (Raker) Forum Komunikasi Alumni (FORKOMA) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Regio Timor digelar pertengahan Januari 2022 dan membahas isu utama “Pengembangan Ekonomi Masyarakat Daerah Perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik TImor Leste (RDTL)” yang akan dipadukan dengan pengukuhan DPC FORKOMA PMKRI daratan Timor.

Timor adalah salah satu pulau terbesar di provinsi Nusa Tenggara TImur (NTT) yang di dalamnya terdapat beberapa daerah kabupaten yang ada berbatasan langsung (darat dan laut) dengan negara Timor Leste, sehingga masalah ekonomi masyarakat di daerah perbatasan perlu mendapat perhatian serius oleh para stakeholder termasuk FORKOMA PMKRI sebagai suatu entitas sosial.

“Bagaimana FORKOMA punya andil untuk pembangunan ekonomi wilayah perbatasan, sehingga isu ini menjadi topik bahasan utama dalam Raker FORKOMA Regio Timor, yang akan dikupas tuntas melalui panel diskusi yang menghadirkan beberapa narasumber dan praktisi. Secara teknis sedang disiapkan panitia kegiatan,” demikian disampaikan Ketua Panitia Pengukuhan DPC FORKOMA daratan Timor dan Raker FORKOMA Regio Timor, Felix Bere Nahak, Minggu sore (26/12/2021).

Felix Bere juga membeberkan hasil pertemuan bersama Ketua FORKOMA PMKRI Kabupaten Belu dan beberapa senior terkait pelaksanaan Pengukuhan dan Raker FORKOMA Regio Timor yaitu FORKOMA PMKRI kabupaten Belu siap menjadi tuan rumah acara Pengukuhan dan Raker FORKOMA Regio Timor dan meminta agar waktu pelaksanaan ditunda ke pertengahan bulan Januari 2022 agar persiapan lebih baik.

“FORKOMA kabupaten Belu mengusulkan agar perlu ada panel diskusi dengan menghadirkan beberapa narasumber, seperti: Uskup Atambua, Ketua Umum DPD FORKOMA NTT, Bupati Belu, Bupati Malaka, Bupati TTU (minimal 1 atau 2 Bupati). Tema akan dibahas dalam pertemuan FORKOMA Belu sore ini,” kata Felix Bere.

Ia mengatakan, kegiatan akan didahului dengan Panel Diskusi, dilanjutkan pengukuhan DPC FORKOMA daratan Timor dan Raker Regio Timor, menghadirkan peserta diperkirakan sebanyak 150-200 orang yang terdiri dari FORKOMA dan alumni/senior di tiga kabupaten dan DPC PMKRI tiga Cabang di Kefa, Atambua dan Betun.

Ketua DPD FORKOMA NTT, Aloysius Min menyatakan sepakat dengan rencana hebat ini, dan berharap segala persiapan dan pelaksanaan akan berjalan dengan lancar dan lebih matang.

“Kita DPD FORKOMA NTT prinsipnya mendukung gagasan yang berkembang di bawah dengan mengangkat permasalahan sesuai realitas sosial yang dialami. Sehingga kita sangat mendukung upaya pengembangan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan di daratan Timor agar bisa maju bersama kemajuan negara Timor Leste,” tutur Aloysius Min.

Menurut dia, kemajuan ekonomi negara tetangga harus berpengaruh langsung terhadap masyarakat di daerah perbatasan seperti Belu, TTU, Malaka, Kabupaten Kupang dan sekitarnya. Masyarakat perbatasan, tegas Alo Min, harus menjadi pelaku utama dalam mengembangkan ekonomi sesuai potensi lokal dengan membaca peluang di negara tetangga.

“KIta masih punya hubungan tali persaudaraan dengan masyarakat negara tetangga Timor Leste adalah peluang dan pintu masuk membuka kerja sama ekonomi masyarakat perbatasan,” tandas Alo Min.

Resmi ada kerja sama yang saling menguntungkan terutama bagi pelaku usaha kecil atau masyarakat kecil, kata Alo Min, sehingga tidak ada muncul masalah “jalan tikus” dan penyelundupan di kampung-kampung perbatasan.

Pemerintah Pusat melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) pada pertengahan tahun 2020 menegaskan, perbatasan RI-Timor Leste akan dibangun pusat kawasan ekonomi perbatasan di Belu, Nusa Tenggara Timur, dengan melibatkan sejumlah kementerian. Pemerintah akan mengkaji masalah yang dihadapi masyarakat, dan potensi daerah perbatasan. Hasil produk pembangunan ini menjadi merek bagi Indonesia di negara tetangga. Anak-anak muda di perbatasan diberdayakan sehingga terlibat langsung dalam pembangunan itu. (TIM/RN)

Komentar