oleh

Rayakan HUT ke-62, Bupati Agas Kunjungi Warga Poco Rii

RADARNTT, Borong – Berbagai macam cara setiap orang merayakan hari yang berkesan baginya. Semisal merayakan hari ulang tahun kelahiran. Tak jarang orang merayakan hari ulang tahunnya dengan menggelar acara syukuran berupa pesta, mendapat kado, berlibur dan lain- lain. Merayakan ulang tahun yang ke-62 tahunnya, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas mengunjungi desa Ponco Rii.

Dengan melakukan perjalanan kurang lebih satu setengah jam dari Borong, melalui jalan yang cukup menantang, Bupati Agas ditemani Wakil Bupati dan Ketua DPRD bersama rombongan malah bertolak ke Desa Poco Rii di pedalaman Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai timur.

Tiba di Desa Poco Rii, Bupati Agas bersama rombongan disambut dengan Kepok Curu sebagai Wujud Masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya leluhur, ‘Mangga Maci, Mangga Lere’.

Terpantau , dengan mentaati dan mematuhi Prokes, Warga Desa Poco Rii, menyambut kedatangan Bupati Agas bersama rombongan menuju Rumah ada (Mbaru Gendang) Riwu yang terletak di Desa Persiapan Compang Riwu, pada Rabu (1/9/2021).

Seusai ritual kepok kapu, di rumah adat, Bupati Agas bersama rombongan menuju tenda yang tersedia di halaman depan rumah adat.

Kehadiran Bupati dan Rombongan dalam misi itu tampak disambut antusias oleh Masyarakat. Mewakili Masyarakatnya, Kepala Desa Poco Rii, Paulus Junda menyampaikan selamat datang dan selamat berjumpa dengan Bupati Agas dan Rombongannya.

“Selamat datang di Desa Poco Rii Bapak Bupati yang kami cintai. Kehadiran Bupati Matim di Desa Poco Rii merupakan hal yang dinanti-nantikan oleh Masyarakat Desa”, tukas Kades Paulus dalam mengawali sambutannya.

Dikatakan Kades Paulus, kehadiran Bupati bersama rombongan tentu menjadi momen yang luar biasa bagi desanya.

“Kami menyadari bahwa telah banyak keluhan kami yang telah dijawab oleh Pemda Manggarai Timur, dan telah banyak juga bantuan pembangunan yang turun ke desa kami,” tutur Kades Paulus.

Kades Paulus juga menyampaikan rasa berterimakasihnya atas pembangunan infrastruktur yang telah hadir di desanya. Tak hanya jalan raya, listrik, desa yang terletak jauh dari perkotaan kini mendapatkan bentuk komitmen dari Pemerintah Daerah (Pemda) Matim berupa Air minum bersih Pamsimas.

“Kalau dulu masyarakat kami sering timbh air di kali, yang melalui jalan yang jauh nan terjal, sekarang kami bisa menimba air di depan rumah. Kalau dulu kami berjalan kaki menuju kota Borong, sekarang kami bisa dengan kendaraan baik sepeda motor maupun Mobil, itu berkat bantuan Jalan aspal yang Bapak Pemerinta Bantu,” ungkapnya lagi.

Dari tempat yang sama, dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Heremias Dupa menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati serta jajarannya yang telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur di desa kampung kelahiran Ketua DPRD itu.

“Kita bersyukur karena pembangunan bisa hadir ditempat ini. Kehadiran pembangunan adanya kerja sama pemerintah, DPRD, dan juga masyarakat, ungkap politis muda dari partai PAN itu.

Heremias dalam sambutan singkatnya menganalogikan kerja politik dan pembangunan itu dalam tiga L, yaitu Lako, Lelo, dan Le e.

”Kami orang yang politik ini harus banyak jalan, melihat dan kemudian harus ada bekasnya. Harus ada pembuktian. Neka pilih ata toe manga le en ko toe di pande Le’e“ ungkap Mias yang disambut dengan tepuk tangan warga.

Sementara itu, merespon apresiasi warga melalui Kades dan Ketua DPRD, Bupati Manggarai timur Agas Andreas mengatakan bahwa kondisi fiskal kita sangat terbatas karena Covid. Banyak rencana yang akhirnya harus dibatalkan karena situasi ini.

Dikatakannya bahwa Warga Poco Ri’i harus bersyukur karena meskipun dalam keadaan sulit, kita masih dapat sedikit ini pembangunan. Ada tujuh paket proyek yang gagal dikerjakan tahun ini. Tahun ini untuk ruas jalan Simpang Perang-Tilir dengan anggaran Rp2, 4 miliar, sebenarnya untuk jalur tersebut sudah bisa dituntaskan.

Bupati Agas juga selalu mengingatkan supaya dampak dari pembangunan terlihat dan perubahan taraf ekonomi masyarakat.

“Penting sekali saya ingatkan ini dan ini saya sampaikan dimana-mana, agar dampak dari pembangunan jalan dimana-mana ini terlihat dalam peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Jalan yang baik akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, namun apa yang bisa dibuat oleh masyarakat setelah jalan baik? Masyarakat mulai memerihara ternak, kambing, babi, dan ayam. Kerena kalau sudah ada hasil, kita tidak lagi jual ke kota tetapi para pedagang mereka datang kekampung untuk membeli.

Terkait pembangunan infrastruktur yang sedang dikerjakan, ia juga berharap masyarakat bersama mengawasi setiap pekerjaan yang ada di desa, agar kualitas pembangunan jalan sesuai dengan harapan bersama.

Seusai Sambutannya, Bupati yang dikenal dengan sifat cinta budayanya itu mencoba menghibur masyarakat desa Poco Rii dengan alunan suara khasnya membawakan sebuah lagu “Nenggo”, yang berisi penuh makna.

Lagu Nenggo “Lumun Le Nuk Meuk”, dinyanyikan dengan iringan musik biola klasik ala Pencinta seni Musik Biola,Yoseph Marto.

Sontak suasana hening seketika, mendengar suara Nenggo Lumun dari Bupati Matim, seakan memberikan gambaran kerinduan Sang pemimpin Kepada rakyatnya.

Lagu Nenggo Lumun yang dinyanyikan Bupati mendapat sambut baik dari warga desa Poco Rii seraya bertepuk tangan.

Tak lama kemudian, didepan warga desa, beberapa staf sembari memboyong kue ulang tahun seraya bernyanyi ” Happy Birthday”, menghampiri Bupati yang tengah merayakan Ulang tahunnya uang ke 62.

Dihadapan masyarakat desa Poco Rii, Bupati Agas juga menyampaikan terimakasih dan menyerahkan bingkisan sembako kepada 50 warga desa Poco Rii yang diwakili oleh lima Orang.

Ia mengatakan bahwa kalau ulang tahun orang lain, atau pejabat lain mungkin mendapatkan Kado, terapi baginya, malah ia memberikan bingkisan yang merupakan wujudnyata rasa syukur atas usia uang menggenapi 62 tahun.

Peresmian Jalan Ditandai Penyiraman Aspal Oleh Bupati Agas.

Selepas hajatan itu, Bupati dan Rombongan menuju lokasi proyek yang tak jauh dari halaman (Nantas) Rumah adat Gendang Riwu. Bupati Agas memantau pengerjaan dan melakukan penyiraman secara simbolis aspal pada jalan yang sedang dikerjakan.

Pengerjaan jalan yang berpacu dana 2,4 Miliar Rupiah itu turut memperdayakan masyarakat desa.

Dikatakan Bambang Prayogo selaku kuasa Dirut CV. Tiga Putra kepada media ini mengatakan bahwa proyek pengerjaan jalan Simpang Poco Rii Tilir yang sedang dikerjakan, menyerap tenaga kerja lokal dari desa itu sendiri.

“Tenaga kerja, kita ambil dari desa ini. Masyarakat desa harus diperdayakan dengan melibatkan mereka dalam pengerjaan proyek jalan ini. Material lokal juga. Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bupati,” terang Bambang.

Dikatakannya lagi, tenaga kerja perempuan kurang lebih 50 persen dari jumlah pekerja lokal, kurang lebih seratus orang.

Usai memantau lokasi proyek jalan, Bupati bersama Rombongan menuju dusun wangkung Desa Poco Rii untuk peresmian Air minum bersih program Pamsimas.

Untuk diketahui, kurang lebih ada enam kendaraan yang ikut dalam rombongan termasuk beberapa jurnalis. Terpantau ada bersama rombongan Bapak Wakil Bupati, Jaghur Stefanus, Pimpinan Bank NTT, Nurcholis Tahir, Ketua DPRD, Heremias Dupa, Kepala Dinas PUPR Yoseph Marto, Camat Borong, Yani Gagu, Kabag Prokopim Jefrin Haryanto dan Juga beberapa Jurnalis dari berbagai media. (GN/RN)

Komentar