oleh

Selamat Jalan Pemikir Daniel Dhakidae dan Penyair Umbu Landu Paranggi

-News-398 views

RADARNTT, Kupang – Duka bencana alam Badai Siklon Seroja yang sedang mendera NTT, terasa bertambah pekat menyusul berita berpulangnya dua tokoh nasional asal NTT. Keduanya adalah cendekiawan kawakan, Doktor Daniel Dhakidae dan sastrawan Umbu Landu Paranggi.

Daniel Dhakidae meninggal Selasa, (6/4/2021) sekitar pukul 07.24 pagi di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, akibat serangan jantung. Serangan itu terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, kemudian dilarikan ke rumah sakit, namun tidak tertolong.

Daniel Dhakidae, mantan Kepala Litbang Kompas, adalah cendekiawan kelahiran Nagekeo, Flores, NTT. Ia meninggal pada usia 76 tahun.

Pada dinihari hari yang sama, seniman Umbu Landu Paranggi berpulang. Sang penyair besar Tanah Air ini meninggal duni di RS Bali Mandara, Denpasar, sekitar pukul 03.55 WITA.

Ketua DPD Golkar NTT yang juga Wakil Ketua Komidi IX DPR RI Melki Laka Lena menyampaikan rasa duka mendalam atas berpulangnya dua tokoh nasional asal NTT, itu.

“Selamat jalan Pak Daniel Dhakidae. Kami sangat berduka, kehilangan salah satu pemikir terbaik Indonesia saat ini. Kami akan selalu ingat gaya dan retorika Pak Daniel sampaikan substansi pemikiran secara menarik,” kata Melki Laka Lena di Kupang, Selasa (6/4) petang.

Melki Laka Lena juga menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya sastrawan Umbu Landu Paranggi, yang juga sangat dikenal sebagai Presiden Malioboro.

“Selamat jalan Ama Umbu Landu Paranggi, sastrawan dan penyair hebat ‘presiden Malioboro’. Kisah seputar Pak Umbu melegenda terutama di lingkungan para budayawan. Semuanya mengagumi Pak Umbu Landu Paranggi,” tutur Melki Laka Lena.

Sementara, Elias Sumardi Dabur menyebutkan Doktor Daniel Dhakidae dan Umbu Landu Paranggi. Satunya pemikir, ilmuwan politik yang memperkenalkan tradisi berpikir, satunya lagi dikenal sebagai presiden penyair. Kebetulan keduanya putra NTT.

“Keduanya dikenal rendah hati, tidak ingin dikenal. Kedua tokoh pergi pada saat perhatian orang tertuju pada duka NTT. Seakan memenuhi gambaran diri mereka yang tidakk mau dikenal. RIP pak Daniel dan Umbu Landu Paranggi, presidenya para penyair,” tulis Elias Sumardi Dabur di dinding akunnya. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan