oleh

Thomas Lapenangga Lantik Ikatan Alumni Politani Kabupaten Alor dan Tanam Bakau di Pantai Wisata Mali

-News-416 views

RADARNTT, Kalabahi – Pengurus Ikatan Alumni Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) Kabupaten Alor masa bakti 2021–2026 resmi dilantik Direktur Politani Ir. Thomas Lapenangga, MS, acara pelantikan berlangsung khidmat Jumat sore, 19 Nopember 2021 di Aula Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten Alor.

Dihadiri Staff Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Imanuel Laukamang, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Yustus Dopong Abora, Rektor Universitas Tribuana Kalabahi Alfons Gorang, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Pahlawan Jafar, Kepala SMK Negeri Maleipea Baiyang Simson Lily, S.Pd dan para alumni Politani Kupang. Jumlah hadirin sekiitar 100 orang dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, memakai masker dan mencuci tangan serta dalam jarak.

Direktur Politani Thomas Lapenangga usai melantik mengatakan, pentingnya kehadiran alumni di tengah masyarakat dalam mengambil peran sosial kemasyarakatan sebagai pelaku pembangunan di daerah, dan alumni harus menjalin kerja sama dengan almamater sebagai wujud tridharma perguruan tinggi untuk pengabdian kepada masyarakat.

“Alumni tidak bisa terlepas dari almamater, kita sebagai satu mata rantai yang saling terikat dan menyatu. Maka harus tetap menjalin kerja sama untuk bersama membangun masyarakat dan daerah,” tegas Thomas Lapenangga.

Untuk itu, kata Thomas Lapenangga, alumni harus didata secara baik untuk yang sudah bekerja maupun belum dan dilaporkan ke kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi di pusat.

Dalam kerja konsolidasi alumni Politani, pihaknya membagi kerja ke dalam tiga wilayah yaitu Timor,-Rote,-Sabu, wilayah Flores-Lembata-Alor dan wilayah Sumba.

Sekretaris Rasid Djawa, Wakil Ketua Alpius G. Onmau dan Ketua Dominggus Maulaka (Ki-Ka)

“Saat ini kita kerja maraton di tiga wilayah besar untuk pembentukan ikatan alumni di Timor,-Rote,-Sabu, Flores-Lembata-Alor dan Sumba,” jelas Thomas  Lapenangga, sebagai putra Alor pertama yang kini menjabat Direktur Politani Kupang.

Pada kesempatan yang sama, Staf Bupati Bidang Ekonomi, Imanuel Laukamang mengatakan untuk membangun sektor pertanian, perikanan dan perkebunan Alor bisa bersaing di tingkat daerah, regional dan bahkan nasional karena memiliki keunggulan komoditas yang sudah dikembangkan.

“Kita optimis ke depan Alor bisa bersaing di tingkat daerah, regional dan nasional karena kita memiliki komoditi unggulan yang sudah dikembangkan seperti vanili, kopi, kemiri, dan lain-lain,” jelas Laukamang.

Untuk itu, pemerintah daerah kabupaten Alor sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif alumni Politani dalam memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat.

Sementara Ketua Ikatan Alumni Poltani Kabupaten Alor, Dominggus Maulaka dalam kata sapaanya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dalam mengemban amanah pelayanan kepada sesama alumni maupun masyarakat luas sesuai peran dan fungsi masing-masing melalui wadah alumni.

Alumni Politani di Alor berjumlah kurang lebih 200 orang sejak angkatan pertama sampai yang ke 36 saat ini. Semua alumni sudah bertugas atau bekerja pada bidang tigas sesuai panggilan hidup masing-masing, saat ini ada satu menjadi anggota DPRD kabupaten Alor, satu orang Kepala Desa dan terbanyak menjadi penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Penandatangan PKS dengan Rektor Untrib Kalabahi

Selain itu, dilakukan penandatangan perjanjian kersa sama (PKS) antara Politani Kupang dengan Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi Alor dan penyerahan bantuan bencana di desa Maleipea kepada Kepala SMK Negeri Maleipea.

Pada Sabtu, 20 Nopember 2021 dilakukan bakti lingkungan penanaman Bakau di pesisir pantai Wisata Mali Alor oleh Alumni Politani Kupang bersama siswa SMA Negeri Kabola. Peserta yang hadir sekitar 70 orang. Kegiatan bakti lingkungan dibuka oleh Direktur Politani Kupang dan Bupati Alor Amon Djobo.

Bupati Alor Amon Djobo pada kesempatan itu mengatakan, dirinya sangat mendukung keberadaan alumni Politani di kabupaten Alor dan siap bekerjasama untuk membangun sektor pertanian yang digeluti mayoritas masyarakat daerah yang dijuluki negeri seribu moko.

Bupati berharap Alumni Politani dapat menghadirkan inovasi teknologi berdasarkan studi dan kajian yang mendalam terhadap kondisi obyektif daerah kabupaten Alor untuk pengembangan potensi sumber daya alam di bidang pertanian.

Sekitar 70 orang Alumni Politani bersama siswa/siswi SMA Negeri Kabola menanam 300 anakan bakau, yang diharapkan dapat bertumbuh dan berkembang menjadi pelindung abrasi pantai wisata yang ramai pengunjung terutama di saat iven Festival Dugong.

Penanaman Bakau di Pantai Wisata Mali

Untuk diketahui, Politeknik Pertanian Negeri Kupang (PPNK) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang terdapat di Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur. Politeknik ini lebih dikenal sebagai Politani Negeri Kupang. Awalnya didirikan bersama lima Politani lainnya di Indonesia berdasarkan kesepakatan bersama (MoU) antara pemerintah Indonesia dan Asian Development Bank di Manila, 1983. Sejak 6 Oktober 1997, Politani Undana berubah statusnya menjadi Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Menerapkan 40 persen teori, 60 persen pratikum.

Sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, Politeknik Pertanian dikembangkan untuk mampu menghasilkan lulusan dengan tingkat kompetensi tinggi dalam bidang ilmu pertanian. Lulusan dituntut mampu menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam bidang pertanian bagi kesejahteraan masyarakat. Lulusan juga harus mempunyai jiwa kewirausahaan sehingga pengetahuan dan keterampilannya dapat ditransformasikan ke dalam bentuk kegiatan ekonomi produktif dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) sebagai bagian dari sistem politeknik di Indonesia perlu meningkatkan pencitraan masyarakat tentang pendidikan politeknik. Program studi yang diselenggarakan memiliki relevansi yang tinggi sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan kebutuhan pendidikan masyarakat, untuk itu pembukaan PS baru didasarkan pada keunggulan sumber daya pertanian lokal/regional.

Penyelenggaraan pembangunan pendidikan vokasi dapat menghasilkan lulusan dengan tingkat kompetensi tinggi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan industri apabila proses belajar mengajar dilakukan oleh tenaga pendidik yang berkualitas dengan dukungan fasilitas pendidikan yang berkembang sejalan perkembangan industri. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan