oleh

Ungkapan Cinta PMKRI Kupang Untuk Kapolda NTT Yang Baru

-News-42 Dilihat

RADARNTT, Kupang — Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santu Fransiskus Xaverius Cabang Kupang menyampaikan ungkapan cinta kepada Kapolda NTT yang baru, Irjen Pol. Setyo Budiyanto.

Ungkapan cinta yang disampaikan PMKRI Kupang di Marga Juang, Jalan Soeharto 20 Naikoten Kota Kupang, Kamis, (30/12/2021) ini berupa beberapa catatan kasus yang menjadi perhatian publik di NTT.

Dalam penyampaian tersebut, Yohanes Fandi, Ketua Termandat PMKRI Kupang menyampaikan bahwa sekiranya dengan hadirnya Kapolda NTT yang baru, kasus-kasus yang belum terselesaikan dapat segera dituntaskan.

“Kami menyambut dengan baik kehadiran Kapolda NTT yang baru, tentunya Beliau bisa memberikan angin segar dalam penuntasan kasus human trafficking yang masih merajalela di NTT,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, persoalan hak tanah ulayat masyarakat adat di NTT khususnya di Besipae-Pubabu, TTS serta Sumba Timur dapat segera dituntaskan oleh Kapolda yang baru ini.

Pada tempat yang sama, Antonius Uspupu, Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Kupang menambahkan bahwa masih ada banyak catatan kasus yang penyelesaiannya terkesan menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Kami harapkan Kapolda NTT yang baru, Irjen Pol. Setyo Budiyanto agar dapat memberikan perhatian khusus dalam penyelesaian kasus pembunuhan Ibu dan anak yang sekarang lagi menjadi perhatian publik se-NTT,” tandasnya.

Uspupu juga mengingatkan bahwa ada begitu banyak laporan kasus korupsi di Polda NTT yang sampai pada hari ini terkesan masih jalan di tempat.

“Kita tahu bahwa latar belakang Kapolda yang baru, adalah penyidik di KPK, sehingga yang kita harapkan kasus-kasus korupsi yang sudah dilaporkan di Polda NTT segera diselesaikan,” ujarnya.

Kasus-kasus korupsi yang sudah dilaporkan di Polda NTT, tambahnya, banyak yang hanya sampai pada tingkat penyelidikan dan penyidikan.

“Seperti kasus bawang merah yang sudah ditangani sejak 2019 lalu pra peradilan hingga saat ini diambil oleh KPK dan belum ada titik terang, itu salah satu contoh kasus, masih ada beberapa kasus korupsi seperti awulolong di Lembata, irigasi di TTU dan Ikan Kerapu di Wae Kelambu- Manggarai Timur,” ungkapnya.

Tak lupa, PMKRI Kupang juga mengharapkan agar Polda NTT dapat mengaktifkan Polisi Siber agar dapat mengontrol dan mengawasi media sosial khususnya facebook yang menjadi tempat timbulnya kegaduhan dengan menyebarkan hoaks bagi masyarakat. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan