oleh

Update Covid-19 di NTT: 105 Meninggal, 1.880 Sembuh, 1.937 Dirawat

RADARNTT, Kupang – Penularan Corona virus disease 2019 atau Covid-19 masih terjadi dan makin mengkhawatirkan, kasus positif dan pasien meninggal semakin meningkat di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Kamis (21/1/2021), Satgas Covid-19 provinsi NTT mencatat, total kasus positif 3.922 orang, total pasien sembuh 1.880 orang, total pasien dirawat 1.937 orang, dan total pasien meninggal 105 orang.

Jumlah kasus tersebut tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT, berikut rinciannya:

  1. Kota Kupang: 1.892 positif, 564 sembuh, 1.273 dirawat, 55 meninggal.
  2. TTS: 100 positif, 25 sembuh, 68 dirawat, 7 meninggal.
  3. Rote Ndao: 19 positif, 13 sembuh, 3 dirawat, 3 meninggal.
  4. Ende: 168.positif, 122 sembuh, 45 dirawat, 1 meninggal.
  5. Sikka: 197 positif, 188 sembuh, 4 dirawat, 5 meninggal.
  6. Flores Timur: 97 positif, 44 sembuh, 51 dirawat, 2 meninggal.
  7. Manggarai: 103 positif, 86 sembuh, 13 dirawat, 4 meninggal.
  8. Nagekeo: 27 positif, 27 sembuh.
  9. Manggarai Barat: 313 positif, 172 sembuh, 135 dirawat, 6 meninggal.
  10. Sumba Timur: 233 positif, 60 sembuh, 163 dirawat, 10 meninggal.
  11. Sumba Barat Daya: 119 positif, 98 sembuh, 21 dirawat.
  12. Sumba Barat: 117 positif, 102 sembuh, 13 dirawat, 2 meninggal.
  13. TTU: 17 positif, 6 sembuh, 11 dirawat.
  14. Kabupaten Kupang: 83 positif, 49 sembuh,  28 dirawat, 6 meninggal.
  15. Lembata: 121 positif, 115 sembuh, 4 dirawat, 2 meninggal.
  16. Alor: 56 positif, 13 sembuh, 42 dirawat, 1 meninggal.
  17. Malaka: 20 positif, 13 sembuh, 7 dirawat.
  18. Sumba Tengah: 61 positif, 60 sembuh,  1 dirawat.
  19. Manggarai Timur: 8 positif, 1 sembuh, 7 dirawat.
  20. Ngada: 55 positif, 55 sembuh.
  21. Belu: 105 positif, 60 sembuh, 45 dirawat.
  22. Sabu Raijua:  11 positif, 7 sembuh, 3 dirawat, 1 meninggal.

Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Wilayah NTT, dr. Yudith Marieta Kota,M.Kes. menjelaskan bahwa, semakin meningkat kasus baru positif Covid-19 diduga disebabkan gagalnya pelaksanaan isolasi mandiri jika tanpa pengawasan yang ketat.

“Bertambahnya kasus baru, kemungkinan salah satu penyebabnya adalah gagalnya pelaksanaan isolasi mandiri di rumah. Kalau tidak ada yang mengawasi,”.kata dr. Yudith. Karena kebanyakan pasien Covid-19 di Kota Kupang, menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing yang jumlahnya mencapai dua ratusan. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan