oleh

Yesus Menyucikan Bait Allah

-News-324 views

RADARNTT, Kupang – Mengisi akhir pekan atau malam minggu, Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Kupang (KAK) menyelenggarakan sharing kitab suci online bersama kelompok Relawan Komisi Kitab Suci KAK, komunitas doa Pokok Anggur, Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Teknik Undana, dan beberapa peserta yang diundang, Sabtu (6/3/2021).

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Ketua Komisi Kitab Suci KAK, RD. Sipri Senda, Pr. Teks yang dipakai dalam pendalaman dan sharing kitab suci kali ini adalah injil Yohanes 2:13-25, tentang Yesus menyucikan Bait Allah. Teks ini merupakan bacaan injil Hari Minggu Prapaska ketiga tahun B. Maka pendalaman dan sharing kitab suci ini dapat dipakai sebagai persiapan rohani untuk perayaan ekaristi Minggu, 7 Maret 2021.

Dalam pendalaman teks, RD. Sipri Senda, Pr, memberikan penjelasan berdasarkan sejumlah pertanyaan dari peserta, antara lain tentang Paska, Bait Suci, penjualan hewan kurban di pelataran Bait Suci, penukar uang, makna kalimat “cinta akan rumahMu menghanguskan Aku”, dll.

Dengan membuka kamus pada Alkitab bagian akhir, entri Hari Raya Paska, peserta fiajak menemukan sendiri pemahaman tentang Paska Yahudi dan Paska Kristiani. Paska Yahudi adalah perayaan kenangan akan pembebasan Israel dari Mesir, sedangkan Paska Kristiani adalah perayaan kenangan akan Kebangkitan Yesus yang membebaskan manusia dari dosa.

“Biasanya pada waktu paska, banyak peziarah dari luar Yerusalem datang untuk merayakan paska. Mereka adalah orang Yahudi dari Galilea maupun diaspora atau yang tinggal di luar Palestina. Mereka tidak mungkin membawa hewan kurban dari tempat tinggal mereka. Hanya uang yang dibawa yaitu matauang asing yang dipakai di daerah mereka. Di Yerusalem mereka membeli hewan kurban yang disediakan. Tapi uangnya matauang asing maka harus ditukar dengan matauang yang berlaku di Bait Allah yaitu sekel. Itulah sebabnya ada penukar-penukar uang.” Jelas, Rd. Sipri Senda, yang adalah dosen kitab suci pada Fakultas Filsafat Unika Widya Mandira Kupang.

Setelah mendalami teks, para peserta diberi kesempatan untuk berbagi pemahaman, refleksi dan pengalaman iman. Beberapa peserta berbagi refleksi dan pengalaman yang saling memperkaya satu sama lain. Di antaranya refleksi tentang pentingnya membersihkan diri sebagai Bait Roh Kudus, dalam masa prapaska ini, melalui pertobatan agar layak merayakan paska. Yesus membersihkan Bait Allah. Kita adalah Bait Allah. Yesus membersihkan kita dari segala kecemaran, dosa, kesalahan dan kejahatan yang kita lakukan karena keserakahan, eoisme, kesombongan dan sebagainya.

“Semoga melalui bacaan ini, kita semua terinspirasi untuk menata diri dan hidup kita, terlebih di masa prapaska ini,” pungkas RD. Sipri menutup kegiatan sharing kitab suci online ini. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan