oleh

Yuvensius Lagut, Siswa Yatim Piatu Dijanjikan Bantuan Rumah oleh Bupati Agas

-News-406 views

RADARNTT, Borong – Menjadi yatim piatu setelah ditinggal ibundanya yang lama menderita sakit kanker mulut, Yuvensius Lagut, siswa SMA Negeri 1 Borong dijanjikan bantuan rumah oleh Bupati Manggarai Timur Agas Andreas.

Siswa yang belum lama ini viral di media sosial lantaran pada bulan Mei lalu ibunya menderita sakit kanker mulut dan mendapat pengobatan sampai di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sanglah Denpasar Bali, dikabarkan ibunda Yuvensius, Mama Sovia Onas, telah berpulang pada bulan Oktober lalu.

Setelah ibundanya berpulang, kini Yuvensius menjadi anak yatim piatu. Walau demikian, Siswa SMAN 1 Borong itu tak surut untuk hadir di sekolah.

Kepada media ini, Kamis, (11/11/2021), Yuvensius mengaku masih ikut sekolah, kesedihan atas berpulangnya ibu tercinta, tak membuatnya patah semangat.

“Saya tetap datang ke sekolah, tapi saya datang dari kampung, karena mama baru meninggal bulan lalu,” tukasnya.

Dengan mata berkaca kaca, Yuvensius mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pekerja jurnalis yang telah membantu peroses pengobatan ibunya sampai ke Bali.

“Terima kasih kepada Lembaga Pendidikan SMA Negeri 1 Borong, kakak kakak jurnalis, yang telah membantu saya, terima kasih kepada pemerintah daerah, terima kasih kepada semua orang baik yang telah menyentuh hatinya membantu saya dan mama saya, terima kasih kepada komunitas relawan yang telah susah paya menggalang dana untuk membantu kami,” tutur Yuvensius.

Kisah tentang perjuangan Yuvensius merawat ibunya sempat dituliskan dalam majalah sekolah. Sempat dibaca oleh Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas. Cukup menggugah hati.

Dalam kunjungan acara temu literasi dan Launching Majalah sekolah, di SMA Negeri 1 Borong, (11/11), Bupati Agas mengaku telah membaca majalah sekolah ” The Voice of Smansa Borong”, kata dia, dari sekian tulisan, hal yang paling menggugah hati adalah tulisan dari Yuvensius Lagut, yang mengisahkan tentang ibunya yang sakit.

Ia mengaku sangat prihatin. “Tulisan itu merupakan keterwakilan kita, karakter kita, perasaan kita, sehingga saya melihat bagaimana Yuvensius di dalam tulisan itu,” tutur Bupati Agas.

Di hadapan para hadirin, Bupati Agas berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada Yuvensius Lagut, siswa yatim piatu itu. Dikatakannya, bulan April mendatang dirinya akan mengunjungi kediamannya di Nanga Lanang, Desa Bea Ngencung.

“Nanti saya kunjungi rumah Yuven, untuk lebih pasti,” terangnya.

Komitmen Bupati Agas, membantu Yuvensius berupa rumah tinggal, disambut riuh suara tepuk tangan. Sebagian orang yang hadir sempat meneteskan air mata, seakan turut berbahagia mendengarkan itu.

Untuk diketahui, Yuvensius Lagut, adalah siswa SMA Negeri 1 Borong,duduk di kelas Dua. Ia ditinggalkan ayahandanya sejak lama.

Ayah Yuvensius meninggal, lantaran kecelakaan, jatuh dari pohon saat mencari lebah di hutan. Sejak saat itulah ia dan ibundanya bersama saudarinya hidup sendiri tanpa seorang bapak. Sedangkan kedua kakaknya, yang sulung, dan nomor dua merantau ke Kalimantan untuk mengais rejeki demi menyambung nyawa.

Sejak saat itu, Yuvensius bersama ibundanya hidup berpindah-pindah, terkadang tinggal di dalam gubuk beratapkan daun pisang.

Hingga saat ini, Yuvensius tak punya rumah, yakni nebeng di rumah kakaknya.

Mendengar komitmen dari Bupati Matim, Agas Andreas, Yuvensius melonjak kegirangan. Mata berkaca-kaca. Tangis kebahagiaannya mengundang para hadirin turut merasakan kebahagiaannya.

“Terima kasih bapak Bupati, terima kasih, saya selalu tunggu,” ungkap Yuvensius, siswa yatim piatu, sembari mengusap air matanya. (GN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan