oleh

BP2MI Verifikasi Data 10 Perawat Calon Pekerja Migran Tujuan Jerman

-News-223 Dilihat

RADARNTT, Kupang – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan verifikasi data bagi 10 orang perawat (Ners) calon pekerja migran tujuan Jerman, Selasa (21/6/2022).

Kepala UPT BP2MI NTT, Siwa, kepada media ini mengungkapkan bahwa saat ini yang dilakukan verifikasi data adalah bagian dari skema kerja sama perekrutan pekerja migran antara pemerintah dengan pemerintah dan untuk negara tujuan Jerman sudah dilakukan perekrutan khusus perawat sejak tahun 2021 lalu.

“Skema perekrutan ini, kalau untuk Korea Selatan sama Jepang sudah lama yakni pekerja migran di bidang industri dan penangkapan ikan. Tahun 2021 baru dimulai perekrutan ke Jerman untuk tenaga perawat dan kita di NTT merekrut 4 orang pekerja migran sedangkan tahun 2022 ada 10 orang dari kuota nasional 300 orang,” ungkapnya.

Perekrutan pekerja migran dengan negara tujuan Jerman pada tahun 2021 lalu, jelasnya, sudah melewati beberapa tahapan tes dan pelatihan bahasa Jerman. Saat ini mereka baru menyelesaikan tes bahasa Jerman.

“Jadi yang mengikuti tahapan perekrutan pada tahun 2021 baru akan diberangkatkan pada tahun 2022, dan mengikuti perekrutan di tahun 2022 ini baru akan berangkat pada tahun 2023. Harapannya, semoga para calon pekerja migran ini bisa menyelesaikan tahapan tes dan pelatihan bahasa Jerman mereka sehingga bisa berangkat kerja,” jelasnya.

Pada tempat yang sama, Yuliandri Tanoen, A.Md.Kep, salah satu perawat calon pekerja migran tujuan Jerman yang sedang melakukan verifikasi data di Kantor BP2MI NTT, menyampaikan bahwa semenjak mengetahui informasi awal perekrutan ini, dirinya berniat mengikuti namun tak mendapat ijin orang tua.

“Saya dapat informasi dari tempat kerja dan baru tahun ini saya dapat ijin dari keluarga untuk ikut tahapan perekrutan ini. Sehingga saya langsung daftar dan sementara mengikuti tahapan perekrutan, ” ujar wanita yang sementara ini bekerja di Klinik Hati Suci dan RSUD Naibonat ini.

Kendala yang dihadapi, jelasnya, adalah terkait bahasa Jerman. Namun, kendala itu bisa dihadapi setelah dirinya mendapat informasi bahwa BP2MI akan mamfasilitasi pelatihan bahasa bagi para perawat calon pekerja migran tujuan Jerman.

“Kendala paling besar dari saya itu sebenarnya kemampuan berbahasa Jerman, tapi saya optimis setelah tahu bahwa BP2MI memfasilitasi kami belajar bahasa Jerman,” ungkap alumnus Poltekkes Kemenkes Kupang tahun 2010 ini. (DN/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan