oleh

Bupati Belu Ajak Forkoma PMKRI Terlibat Bangun Daerah

-News-326 views

RADARNTT, Atambua – Bupati Belu Taolin Agustinus mengajak Forum Komunikasi Alumni (Forkoma) PMKRI untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Keterlibatan dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

Ia mengatakan, pemerintah memiliki kerangka kerja yang tersistematis mulai dari RPJMD, RKPD, Renja dan program kegiatan SKPD. Sehingga silakan Forkoma masuk dan terlibat dalam tahapan dan siklus pembangunan yang ada.

“Saya mengajak Forkoma PMKRI untuk terlibat dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program pembangunan yang dilakukan pemerintah,” kata Taolin, saat membawa sambutan pada acara pengukuhan DPC Forkoma PMKRI Kabupaten Belu, TTU dan Malaka, di Atambua Sabtu, (19/2/2022).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah juga dibatasi oleh aturan dan waktu, sehingga perlu menetapkan skala prioritas untuk itu saat ini pemerintah kabupaten Belu fokus pada bidang kesehatan dan pendidikan.

“Kita memiliki keterbatasan dana dan waktu sehingga perlu menetapkan skala prioritas dalam membangun daerah,” jelas dokter spesialis penyakit dalam.

Ia menantang Forkoma PMKRI untuk menyusun program kegiatan yang bisa dilaksanakan untuk membangun ekonomi masyarakat di daerah perbatasan seperti Belu, TTU dan Malaka.

“Silakan Forkoma PMKRI susun program dan kita bertemu untuk membahas bisa masuk dalam pembiayaan pemerintah,” kata Taolin.

Kabupaten Belu memiliki luas wilayah 1.284,94 km² (menurut BPS) atau 1.284,97 km² (menurut Kemendagri), terbagi dalam 12 kecamatan, 12 kelurahan dan 69 desa, termasuk 30 desa dalam 8 kecamatan perbatasan. Kabupaten Belu berbatasan darat dengan negara Republik Demokratik Timor Leste, dengan pintu batas negara di Motaain.

Bupati Belu mengajak Forkoma PMKRI untuk terlibat dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengentasan kemiskinan di daerah perbatasan itu.

“Fokus kita saat ini dalam waktu yang singkat (hanya tiga tahun) adalah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui layanan kesehatan yang mudah diakses dan pendidikan dengan memberikan bea siswa studi lanjut bagi dokter dan tenaga kesehatan,” kata Taolin.

Bupati Taolin mengajak Forkoma PMKRI ikut terlibat di dalam tahapan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Memberikan kritik, saran dan solusi jika ditemukan masalah dalam pembangunan daerah.

Ia menayakan, secara konkret Forkoma PMKRI buat apa dan pemerintah terlibat dari sisi kebijakan dan anggaran.

“Pemerintah berencana membangun rumah potong hewan skala ekspor, tetapi apakah potensi ternak kita tersedia,” kata Bupati Taolin. Disini Forkoma bisa terlibat baik di hulu maupun hilir.

Ketua Forkoma PMKRI Kabupaten Belu, Servasius Boko menegaskan Forkoma siap bermitra dengan pemerintah dalam membangun daerah.

Keterlibatan ini melekat langsung pada anggota Forkoma dengan profesi masing-masing, maupun melalui kegiatan yang akan diorganisir secara terencana oleh organisasi.

“Forkoma menjadi mitra pemerintah dalam membangun daerah,” kata Servas Boko.

Sehingga butuh kesamaan pemahaman dalam melihat kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan pembangunan. Untuk itu, kata Servas, Forkoma PMKRI selalu berkontribusi bagi kemajuan daerah melalui aksi nyata di masyarakat maupun ikut memberikan pandangan dalam perumusan kebijakan pembangunan oleh pemerintah.

Terpisah, Ketua Forkoma PMKRI Kabupaten Malaka, Hendrikus Fahik mengatakan Forkoma sudah dan sedang terlibat baik langsung maupun tidak langsung melalui keberadaan anggota dalam profesinya masing-masing. Karena itu, lanjutnya, kini saatnya semua potensi itu dikonsolidasikan menjadi satu kekuatan bersama agar daya ungkitnya menjadi lebih besar dalam mewujudkan perubahan di masyarakat.

“Konsolidasi kekuatan alumni PMKRI untuk bergerak bersama dalam wadah Forkoma menjadi hal mendesak saat ini,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Menurutnya, potensi alumni PMKRI sangat besar hanya perlu dikonsolidasikan secara baik agar menjadi kekuatan yang besar dan bisa membawa perubahan besar dalam mewujudkan bonum commune suprema lex, kesejahteraan masyarakat adalah hukum tertinggi. (TIM/RN)

Komentar