oleh

Busana Tenun NTT Karya Emas 14 Desainer Lokal Membahana di Panggung Indonesia Fashion Week 2022

-News-186 Dilihat

RADARNTT, Jakarta – Amazing, jadi kata yang paling tepat untuk mengapresiasi para modeling yang tampil memukau ratusan penonton di ajang Indonesia Fashion Week 2022 Tresure of Mangnificent Borneo di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan. Dengan mengenakan ragam model busana unik bermotif asli tenun ikat dari 22 kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT) karya emas para desainer, para modeling tampak anggun menarik bola mata yang memadati ruang Assembly Hall I JCC, Jumad (15/4/2022) sore.

Dalam sesi pembuka melalui layar video sang presenter menjelaskan Indonesia Fashion Week 2022 Tresure of Magnificent Borneo untuk kesembilan kalinya digelar dari tanggal 13–17 April 2022, dan provinsi NTT ikut tampil dalam ajang bergengsi ini. Dijelaskan, hadir dalam acara ini Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan 22 bupati bersama para Ketua Dekranasda.

Indonesia Fashion Week 2022 adalah acara yang digelar oleh Asosiasi Perancang Perusahan Mode Indonesia (APPFI) yang menghadirkan Exibition Fashion Show dan Beauty Converence. Acara ini didukung oleh Kementeran Pariwisata dan Usaha Ekonomi Kreatif Indonesia, Kementerian pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Transportasi Jakarta, PT Borneo dan Global Network Indonesia.

Selain itu, juga didukung oleh officialvenue Balai Sidang Jakarta, official live streaming partner Tokopedia, media partner MetroTV Media Indonesia dan lain-lain. Selain itu juga didukung oleh Sekolah Mode, Acociasi Mode, Desainer.

Enchanting NTT Fashion Week 2022, demikian suara yang menggema dalam ruangan yang dibaluti kain hitam dan tumpahan sinar warna-warni lampu dalam keremangan. Setelah acara dibuka dengan sambutan Ketua Dekranasda Julie Sutrisno, foto bersama dan pemberian cendramata secara simbolis para bupati dan ketua dekranasda kepada tamu undangan, acara pun berjalan dengan fashion show dari Kabupaten Belu oleh desainer Sofia Bekalani dan M Swarni dari Kabupaten Timor Tengah Selatan. Selanjutnya, setiap kabupaten satu per satu menampilkan karya desain modenya di atas panggung fashion hingga selesai.

Sangat menarik dan luar biasa antusiasme para tamu undangan yang menyaksikan acara ini. Mereka terlihat sangat menikmati suguhan ragam busana bermotif NTT dari ujung Labuan Bajo, Manggarai Barat hingga Pulau Timor dan Sumba yang dipersembahkan para desainer dan modeling. Sejak acara dimulai hingga selesai, ratusan kamera handphone dan kamera para jurnalis tampak fokus mendokumentasikan seluruh busana yang dipamerkan para modeling yang berjalan lenggak-lenggok dengan keunikan busananya. Ajang fashion show Indonesia Week 2022 ini, sangat menyedot pencinta dunia fashion dari penjuru Ibu Kota Jakarta dan dari berbagai provinsi di Indonesia. Sejak siang hari pukul 14.00 Wita, pengunjung telah datang berjubel-jubel memadati JCC Senayan, meskipun harus antri untuk masuk ke dalam ruangan pada pukul 16.00 Wita.

Kegembiraan para tamu undangan terlihat ketika mereka memasuki rungan pertunjunjukan, di mana panitia Dekranasda NTT memberikan cendramata berupa kain tenun (sarung khas NTT) dan selendang gratis bagi setiap undangan yang masuk ke dalam ruangan pertunjukan. Hal yang patut diapresiasi, dalam ajang fashion ini, Dekranasda NTT tidak hanya menampilkan model busana hasil karya 3 desainer nasional, Defrico Audy, Temma Prasetyo dan Maya Ratih, tetapi juga menyuguhkan karya seni nan indah dari 14 desainer lokal NTT.

Jule Sutrisno dalam keterangan persnya kepada media, menyebutkan satu per satu para desainer lokal putra-putri NTT tersebut, yaitu Sofia Bekalani dari Kabupaten Belu, M. Suwarni dari Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS), Agnes Fransiska Abanat dari Kabupaten Malaka, Julyon Ndun dari Kabupaten Kupang dari SMKN 3 Kota Kupang. Desainer dari Pulau Timor ini dimentori desainer nasional Defrico Audy.

Julie melanjutkan, ada pula Olviani Oeneke Inna Malo dari Kabupaten Sumba Barat, Robinson Kale Rabe dari Kabupaten Sabu Raijua, Marice dari Kabupeten Alor, dan Katarina B Saudila dari Kabupeten Rote Ndao. Empat desainer ini dimentori oleh desainer nasional Maya Ratih di Pulau Sumba. Kemudian, ada juga 5 desainer lokal dari Pulau Flores, yaitu Erwin Yuan dari Kabupaten Sikka, Lusia Alisti dari Manggarai Barat, Aryni Trismaya dari Kabupaten Manggarai Timur, Anchllo dari Kabupeten Nagekeo dan Bartel Theos Mita dari Kabupeten Ngada. Kelima desainer ini dimentori oleh desainer papan atas Temma Prasetio di Pulau Flores.

Menurut Julie Sutrisno, NTT telah mengalami perkembangan dunia fashion dan desainer. Hal ini terlihat sangat mengagumkan dalam pertunjukan fashion show 2022 tahun ini, di mana tidak hanya menampilkan karya desainer nasional, tetapi juga ada karya para desainer dari siswa SMK Negeri 3 Kota Kupang. Sebelumnya, terang Julie, untuk desain atau julukan desainer belum ada orang yang mengaku sebagai desainer.

“Sebelumnya di NTT hampir tidak ada orang yang mengaku mereka adalah desainer. Kalau ada pun mereka punya standar itu masih di bawa sekali. Untuk itu, sejak tahun 2019 hingga saat ini kami Dekranasda, baik di provinsi maupun kabupaten kota mengganggarkan untuk mendatangkan para mentor yang adalah desainer-desainer dari Jakarta untuk melatih kami dari cara ukur sampai bikin pola sampai jahit sehingga bisa bersaing di ajang-ajang nasional,” terang Julie Sutrisno kepada media di stand Dekranasda NTT sebelum pertunjukan dimulai.

Dikatakan istri Gubernur NTT ini, dengan tampil di ajang Indonesia Fashion Week 2022 memberikan pengalaman bagi para modeling dan terutama para desainer lokal NTT agar lebih berpengalaman lagi untuk tampil di ajang berikutnya. Selain itu, kata Julie, dengan mengikuti ajang ini mendorong para desainer lokal untuk berinovasi lagi. Dengan mengikuti ajang fashion show ini membuat orang lebih mengenal tenun ikat dan budaya NTT yang beragam, unik dan eksotik.

Lebih lanjut, anggota DPR-RI Fraksi Partai NasDem ini, mengaku, motif tenun ikat yang ditampilkan adalah hasil karya para pengrajin tenun ikat di NTT warisan para leluhur. Dekranasda NTT menyadari tantangan para penenun ada dua yaitu modal untuk mendatangkan benang yang tidak luntur dan alat tenun yang memadai, dan kedua adalah pangsa pasar yang tidak pasti.

“Menyadari tantangan para penenun di NTT, kami Dekranasda memberikan mereka modal untuk membeli benang dan alat tenun yang memadai. Kami juga mencarikan pangsa pasarnya. Nah, saat ini Dekranasda di Kota Kupang dan Labuan Bajo sudah memiliki toko. Selanjutnya, kami di NTT melalui suami kami yang gubernur dan bupati agar ada aturan satu hari atau dua hari dalam satu minggu semua pegawai memakai tenun ikat untuk meningkatkan pangsa pasar para penenun,” terang Julie sembari memberikan apresiasi yang tinggi terhadap ajang Indonesia Week Fashion Show 2022 karena sebagai salah satu arena pemasaran hasil produksi tenun ikat NTT. (TIM/RN)

Komentar