oleh

Duta Genre NTT 2022 Ajak Wujudkan Manggarai Timur Bebas Stunting

-News-579 views

RADARNTT, Borong – Sulfikar Saputra dan Yanuaria Andini Hatu mengharumkan nama kabupaten Manggarai Timur sebagai juara Duta Generasi Berencana (Genre) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2022. Sulfikar mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah bekerja sama mewujudkan Manggarai Timur bebas stunting.

Sulfikar dalam sambutannya mengatakan bahwa program Duta Genre adalah program yang baik untuk mengenalkan dan mempersiapkan generasi muda atau remaja dalam menghadapi fase kehidupan berumah tangga.

Sulfikar mengatakan, saat ini pemerintah giat menekan angka stunting di NTT khususnya dan Indonesia. Salah satu target adalah generasi muda atau para remaja. Menurutnya, remaja berperilaku hidup sehat, terhindar dari resiko pernikahan dini, seks bebas, narkoba, menunda usia perkawinan, mempunyai perencanaan kehidupan berkeluarga.

Mewujudkan kehidupan keluarga yang sehat, sejahtera, bahagia, serta menjadi sumber informasi bagi orang lain. Sehingga, kata dia, pada saat memasuki hidup keluarga yang baru nanti, dapat menghasilkan generasi baru, cerdas dan bebas stunting.

“Dengan saya terpilih menjadi Duta Genre kabupaten Manggarai Timur dan sekaligus Duta Genre provinsi NTT, saya ingin mewujudkan remaja yang sehat, cerdas, ceria, berkualitas dan berakhlak mulia. Dari tempat ini saya ingin mengajak kita semua untuk mewujudkan kabupaten dan provinsi yang bebas stunting,” tutup Sulfikar.

Sulfikar dan Andini kini pulang dengan memboyong piala Duta Genre tingkat provinsi NTT tahun 2022, yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang, pada 15–17 Juni 2022.

Menyambut kepulangan Sulfikar dan Andini, Pemda Manggarai Timur melalui Dinas P2KBP3A dipimpin langsung Kepala Dinas Alexander Kantar dikawal mobil patwal Dinas Polisi Pamong Praja menggelar Konvoi sepanjang kota Borong menuju Kantor Bupati.

Sulfikar dan Andini, diterima secara resmi dengan pengalungan selendang hasil tenunan khas Manggarai, di Aula Setda Lantai Dua Kantor Bupati Manggarai Timur, Kamis, (23/6/2022).

Sulfikar dan Andini disambut hangat oleh Bupati Agas Andreas, dengan senyum sumringah, di hadapan rombongan dan Kepala Dinas P2KBP3A, orangtua Sulfikar dan Andini.

Saat mengalungi selendang khas budaya Manggarai, hasil tenunan lokal, kepada Sulfikar, Bupati Agas mengatakan, biasanya masyarakat yang mengalungi selendang kepada Bupati. Tetapi, pada hari ini kamu mendapatkan hal yang istimewa, Bupati yang mengalungi kamu atas prestasi yang diraih.

“Selamat dan proficiat sang juara,” tutur Bupati Agas penuh suka cita.

Bupati Agas mengatakan bahwa mereka menang, melalui sebuah perjuangan untuk menjadi duta generasi berencana. Mereka hadir, juga untuk mengkampanyekan cegah stunting.

“Dulu bicara keluarga berencana itu dipaksa, tetapi sekarang harus memiliki kesadaran,” tambahnya.

Rupanya prestasi yang diraih Sulfikar dan Andini mendapat perhatian khusus dari Bupati yang pernah menduduki posisi Wakil Bupati selama sepuluh tahun itu. Pada momen yang istimewa itu, Bupati Agas mengapresiasi Sulfikar dan Andini dengan hadiah uang Rp5 juta.

“Nanti pas ke tingkat nasional tahun depan, saya akan siapkan tiket pesawat untuk orang tua,” ungkap Bupati Agas.

Seusai disambut Bupati, Sulfikar dan Andini diarak dengan konvoi menuju Kantor P2KBP3A.

Kepala Dinas P2KBP3A, Alexander Kantar, dalam sambutan mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada sang juara Sulfikar dan Andini.

“Terima kasih kepada adik Sulfikar, para pendamping, orang tua atas prestasi yang diraih pada ajang Duta Genre tingkat Provinsi. Selain di Provinsi, Sulfikar dan Andini juga meraih prestasi di ajang Duta Genre tingkat kabupaten, sebelumnya,” ungkap Alex.

Kadis Alex mengatakan, selanjutnya mereka akan diikutsertakan pada perlombaan Duta Genre tingkat Nasional pada tahun 2023 nanti.

Lebih lanjut, kata dia, kita akan lebih optimis akan lanjut ke tingkat nasional, setelah menang tingkat kabupaten dan tingkat provinsi NTT.

Selanjutnya tugas dari sang juara, kata Alex, di tingkat provinsi adalah tetap menjadi role model, panutan, atau contoh bagi kalangan remaja kabupaten Manggarai Timur maupun remaja provinsi NTT dari 22 Kabupaten/kota. Begitu juga menjadi role model bagi Kabupaten Manggarai Timur bagi 12 kecamatan dan 176 desa.

“Tentu itu akan menjadi tanggung jawab moril sebagai sang juara. Seperti yang disampaikan Bapak Bupati, bahwa sang juara juga tetap disertakan dalam setiap kegiatan sosialisasi generasi berencana ataupun pencegahan stunting,” tutur Kadis Alex.

Alex juga menegaskan terkait BP2KBP3A sebagai Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), maka sang juara Duta Genre adalah bagian penting dalam TPPS untuk mempercepat penanganan stunting.

Hubungan stunting dengan Duta Genre adalah intervensi sensitif dalam penanganan stunting. Duta Genre merupakan bagian terpenting dalam penanganan stunting. Hal itu dapat dilihat dari dalam kerja TPPS, terdapat “aplikasi siap nikah siap hamil”.

TPPS ada di tingkat desa. Untuk mendampingi keluarga penanganan stunting, terdapat Tim Pendamping Keluarga (TPK) terdiri dari Bidan, penyuluh KB dan PKK Desa.

Terdapat 636 TPK yang tersebar di seluruh desa se-kabupaten Manggarai Timur yang terlatih. Mereka bertugas membantu melakukan penyuluhan, koordinasi untuk mendapatkan bantuan yang tepat sasaran anak stunting.

TPK dalam menjalankan tugasnya, dibekali dengan sistem pelaporan kerja dengan aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil) bagi pasangan usia subur (PUS). Persiapan tiga bulan sebelum menikah, dari segi kesehatan seperti skrining kesehatan.

Dinas P2KBP3A telah menjalin kerja sama dengan pihak keuskupan Ruteng. Saat keuskupan menggelar kursus persiapan perkawinan katolik (KPPK), tentu dinas akan diundang sebagai pemateri. Hal tersebut dibuat agar tetap menjaga kualitas calon pengantin dalam menjalankan keluarga baru.

Untuk diketahui, Sulfikar dan Andini adalah siswa siswi utusan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Poco Ranaka yang berhasil menyabet juara di ajang duta Genre tingkat kabupaten Manggarai Timur bulan Mei lalu. (GN/RN)

Komentar