oleh

Pasutri Lansia Penyandang Disabilitas Dikunjungi Anggota Polres Manggarai Timur

-News-409 views

RADARNTT, Borong – Pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia (lansia) penyandang disabilitas dan tuna netra, Bapak Paulus Roma dan Mama Petronela Tawu, mendapat kunjungan pelayanan dari Anggota Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur.

Kasi Dokkes Polres Manggarai Timur Bripka Heribertus A.B Tena, dan Anggota Bhabinkamtibmas Briptu Bayu Permadi mendatangi kediaman pasutri lansia di kampung Jeremboro, kelurahan Watu Nggene, kecamatan Kota Komba, kabupaten Manggarai Timur. Senin, (27/6/2022).

Kunjungan kedua anggota Polres sebagai bentuk inovasi pelayanan sosial dari Kapolres Manggarai Timur kepada masyarakat dalam rangka menindaklanjuti petunjuk dan arahan dari Tim Dirjen Kementerian Sosial RI melalui Sentra Efata Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demikian disampaikan Kasi Dokkes Polres Manggarai Timur Bripka Heribertus A.B Tena, kepada media ini..

“Menindaklanjuti petunjuk dan arahan dari tim Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, melalui Sentra Efata Kupang pada tanggal 22/06/2022 yang lalu, di rumah Bapak Paulus Roma dan Istri penderita Tunanetra, Untuk dilakukan pemeriksaan awal terhadap penderita Tunanetra ke Puskesmas Waelengga Kelurahan Watu Nggene Kecamatan Kota Komba,” kata Bripka Heri.

Didampingi Kepala Puskesmas Waelengga, Wolfri Yosef Daiman, S.Kep. melakukan pemeriksaan terhadap ibu Petronela Tawu. Hasil pemeriksaan tekanan darah 200/120, tinggi/berat badan 155cm/55kg, dan pengambilan sampel darah untuk cek lengkap laboratorium dan beberapa uji klinis lainnya.

“Dengan adanya hasil pemeriksaan awal pada hari ini, Kepala Puskesmas Waelengga memutuskan Ibu Petronela Tawu harus dilakukan perawatan dan observasi secara intensif oleh perawat puskesmas Waelengga sebelum dioperasi,” kata Bripka Heri.

Ia menyampaikan untuk saat ini dasar pertimbangan hasil klinis dan hasil Laboratorium Puskesmas Waelengga, ibu Petronella belum bisa dirujuk untuk dioperasi.

“Perawat Puskesmas Waelengga siap memberikan obat dan memantau secara berkelanjutan perkembangan kesehatan Ibu Petronela dan suami untuk mencapai hasil klinis yang optimal dan baik sembari menunggu dilakukan operasi mata di Rumah Sakit Rujukan di Kota Kupang,” tutur Bripka Heri.

Bripka Heri mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang bahwa pihak Balai Efata Kupang berharap agar Polres Manggarai Timur melalui Kasi Dokkes dan Babinkamtibmas bersama pihak Puskesmas Kota Komba Memberikan perhatian secara khusus keluarga yang akan dibantu, sampai pada pengobatan operasi mata.

Bapak Paulus Roma dan Mama Petronela Tawu mengalami penderitaan kebutaan mata. Bapak Paulus Roma, mengalami kebutaan di usianya yang menginjak 80 tahun atau baru mengalami kebutaan 2 tahun yang lalu. Sedangkan Istrinya, mama Petronela Tawu, mengalami hal yang sama di usianya yang ke 59 tahun atau pada 3 tahun yang lalu.

Sampai saat ini, kesehariannya pasutri lansia itu menghabiskan waktu di rumah saja. Tetapi mereka tak pernah putus asa dan mereka selalu bersyukur pada Tuhan, karena walau mereka tidak dapat melihat satu sama lain, mereka masih bisa saling berkomunikasi di setiap harinya.

Pasutri bapak Paulus dan mama Petronela, menikah pada tahun 1988, dikaruniai tiga orang anak laki-laki, yaitu Adrianus Dua (32), Martinus Pati (30) dan Fransiskus Nai (21). 

Ketiga anak laki-laki mereka tidak dapat menyelesaikan sekolah dasar karena keterbatasan ekonomi kedua orang tua mereka, bahkan di usia anak mereka yang sekarang ini, anak mereka belum memiliki pendamping hidup karena mereka bertiga lebih memprioritaskan mengurus kedua orang tuanya dibandingkan mereka harus menikah.

Semenjak mengalami kebutaan, kedua orang tua ini tidak pernah melakukan pemeriksaan medis, karena keterbatasan ekonomi untuk biaya pengobatan. (GN/RN)

Komentar