oleh

Perguruan Tinggi Pesantren Berperan Cegah Tindak Pidana Korupsi di Indonesia

-News-243 Dilihat

RADARNTT, Jakarta – Perguruan Tinggi Pesantren harus berperan aktif dalam  mencegah tindak pidana korupsi di Indonesia melalui edukasi anti korupsi kepada para santri agar berperilaku jujur dan bersih sejak dari dalam pesantren.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron dalam Seminar Nasional Anti Korupsi di Pondok Pesantren Al Amien Prenduan, Sumenep Madura menyebutkan, orang yang melakukan korupsi adalah orang yang tidak amanah terhadap apa yang sudah dititipkan atau dipercayakan.

“Maka, orang-orang korupsi itu memanfaatkan jabatan ataupun uang yang diamanahkan kepada dirinya hanya untuk kepentingan pribadi, dan ini sudah tentu tidak sesuai dengan amanah Al Amien. Sebelumnya juga disebutkan bahwa seluruh tanah, bangunan, dan gedung-gedung Al Amien sudah diwakafkan untuk umat Islam, maka setiap santriwan santriwati Al Amien juga harus bersedia mewakafkan dirinya untuk alam raya, orang lain dan tentunya kebahagiaan orang lain,” ujar Ghufron dalam seminar yang berlangsung Senin (23/5/2022).

Ghufron menyebut contoh lain dari korupsi adalah ketika pemerintah akan membuat pasar, sekolah, atau puskesmas, harapannya bisa mempunyai kontraktor yang jasanya bagus. Akan tetapi, jika sudah melakukan tindak pidana korupsi, walaupun kualitas pekerjaannya buruk akan tetap diterima.

“Jadi, sekali lagi saya jelaskan bahwa korupsi adalah menyalahgunakan, baik berupa uang, wewenang, dan juga fasilitas. Di mana awalnya semua itu harusnya bisa digunakan untuk kepentingan umum, namun disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan jelas itu tidak fair,” jelas Ghufron.

Menutup sambutan, Ghufron berpesan agar pondok pesantren Al Amien selalu ingat bahwa yang berkuasa adalah Allah SWT, bukan uang. Oleh karena itu, saatnya pondok pesantren menguatkan tauhid Laa Ilaha Illallah, bahwa pencipta langit dan bumi adalah yang berkuasa dan harus selalu bergantung pada Allah SWT.

Seminar Nasional Anti Korupsi turut dihadiri Rektor Idia Prenduan Muhtadi Abdul Mun’im, Ketua Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir Idia Prenduan Jufriadi Sholeh, Para Dosen, dan para hadirin.

Rektor Idia Prenduan Muhtadi Abdul Mun’im berharap dalam acara syukuran ke-70 Al Amien, selalu diberi kesempatan belajar untuk bagaimana caranya memberantas korupsi dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam pencegahan tindak pidana korupsi, kita harus tahu bahwa ada lembaga transparansi internasional yang setiap tahunnya mengungkap data ranking dari masing-masing negara. Indonesia dari 180 negara yang disurvei berada diperingkat 96, dengan nilai dari skala 0-100 nilainya 38 yang menunjukkan naik satu poin dari tahun sebelumnya berdasarkan survei tahun 2021” jelas Muhtadi. (TIM/RN)

Komentar

Jangan Lewatkan