oleh

Tamo Mbapa Sebut Leo Lelo Orang Muda Progresif Mampu Besarkan Demokrat NTT

-News-619 views
Spread the love

RADARNTT, Jakarta – Sebagai figur orang muda progresif Leonardus Lelo (Leo Lelo) mampu membesarkan Partai Demokrat di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sehingga mendapat kepercayaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat untuk menakhodai Partai Demokrat di provinsi NTT.

Demikian hal ini ditegaskan Sekretaris Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) DPP Partai Demokrat, Agustinus Tamo Mbapa di Jakarta Selasa, (4/1/2022), setelah DPP Partai Demokrat mengumumkan penetapan Leo Lelo sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTT.

Pria asal Sumba yang akrab disapa Gustaf, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik itu berkeyakinan kuat bahwa di tangan Leo Lelo Partai Demokrat akan berjaya di provinsi NTT. Partai Demokrat, lanjutnya, setidaknya bisa meraih fraksi murni di DPRD pada level kabupaten/kota dan provinsi serta tetap mengirim utusan ke Senayan dari dua dapil di NTT.

“Kita yakin orang muda pasti membawa perubahan yang progresif dan di tangan pak Leo Lelo partai Demokrat akan besar dan berkembang dalam dinamika perpolitikan di bumi Flobamorata,” tegas Gustaf.

Dia berharap agar Leo Lelo hadir sebagai pemimpin untuk semua, merangkul dan menjadi sahabat untuk semua dan itu sangat sesuai dengan budaya orang NTT yang dikenal nusa tinggi toleransi.

“Kita harap pak Leo Lelo hadir sebagai ketua untuk semua bukan untuk golongan atau kelompok tertentu,” pinta Gustaf.

Alot proses pergantian Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTT sejak Musda ke-4, Leo Lelo dan Jefry Riwu Kore sama-sama mendapat 11 suara DPC Demokrat Kabupaten/Kota. Akhirnya DPP Partai Demokrat menetapkan Leo Lelo politisi asal Sikka Flores resmi menggantikan Jefry Riwu Kore yang telah berakhir masa tugas.

“Baru diumumkan tadi oleh DPP. Terima kasih,” jawab Leo Lelo singkat, Selasa, (4/1/2022) pagi, ketika dimintai tanggapan terkait beredarnya informasi tentang penetapan dirinya menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi NTT.

Sementara Sekretaris DPD Demokrat NTT, Fredinandus Leu, mengatakan, pihaknya tetap mengikuti keputusan DPP. Ia mengatakan DPP merupakan pimpinan tertinggi Partai Demokrat, sehingga pihaknya di daerah tetap tunduk pada SK yang dikeluarkan DPP.

“Kalau dari saya itu. Kebetulan saya sedang libur ke kampung di Lembata, jadi saya mengikuti di media saja bahwa sudah ada keputusan  Ketua DPD, Pak Leo. Itu juga saya baru ikuti di media. Lalu sesuai dengan anggaran dasar Partai Demokrat, memang itu kewenangan pusat, kewenangan DPP. Jadi karena saya baru ikuti di media dan kalau DPP sudah memutuskan seperti itu, maka itu sudah keputusan yang sah,” jelasnya, dilansir kabarntt.co, Selasa (4/1/2022)..

Sebagai kader Partai Demokrat, kata Leu, dirinya  harus mengikuti keputusan yang ada, juga seluruh proses yang terjadi sudah sesuai dengan mekanisme yang ada. Jadi kita sebagai kader itu kalau DPP sudah membuat keputusan, maka itu kita sebagai kader di daerah mengikuti kuputusan yang ditetapkan.

“Karena itu kewenangan pusat, kami punya ruang dan taharapan sudah jalan sesuai mekanisme. Hanya saya sendiri belum lihat SK, dan saya juga tidak menuntut harus melihat karena logonya pusat. Jadi kita siap saja sepanjang itu keputusan DPP yang sah, itu sudah kewenangan pusat,” kata Ferdy Leu, sapaannya. (TIM/RN)

Komentar