oleh

TK Negeri Kelapa Lima Lepas 24 Peserta Didik ke Jenjang SD

RADARNTT, Kupang – Taman Kanak-kanak (TK) Negeri Kelapa Lima Kota Kupang di tahun kedua pada tahun pembelajaran 2021/2022 melepaskan 24 peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar (SD).

Acara pelepasan yang dikemas dalam tema: “Menghasilkan peserta didik yang beriman, mandiri, kreatif dan berkebhinnekaan global” itu terlaksana di Celebes Resto, Kamis (16/6/2022) pagi.

Kepala Sekolah TK Negeri Kelapa Lima, Ibu Erny Hailitik, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa melalui proses pendidikan merawat perbedaan, membangun persatuan dalam menyiapkan sumber daya manusia anak didik dari usia dini untuk menggapai masa depan yang gemilang.

“Perbedaan kita pupuk, perbedaan yang mempersatukan kita untuk menyiapkan anak didik sejak dini,” tegas Erny Hailitik.

Pendidikan anak usia dini, kata Kepala Sekolah, lebih menitikberatkan pada anak sebagai pusat pembelajaran, melihat dan menuntun apa yang diinginkan dan diminati anak bukan sebagai orang dewasa memaksakan kehendak.

“Kita perlu mengikuti kemauan anak dengan membimbing dan mengarahkan mereka pada hal hal yang positif,” imbuhnya.

Sehingga, kata Kepala Sekolah, proses diarahkan untuk membentuk mental, iman dan akhlak anak sesuai nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ideologi bangsa dan norma sosial serta keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala Sekolah mengucapkan terima kasih kepada orang tua peserta didik yang sudah mempercayakan lembaga pendidikan yang dipimpinnya sebagai wadah pembinaan dan pendidikan anak-anak.

Dia pun mendoakan agar anak-anak yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar semakin berkembang baik dengan berbekal dasar-dasar yang sudah didapat di TK Negeri Kelapa Lima.

“Doa kami menyertai anak anak dalam menjalankan pembelajaran selanjutnya. Semoga semakin bertumbuh dan berkembang menjadi anak yang baik,” tandas Kepala Sekolah.

Ketua Komite Sekolah, Agung Djati Perkasa, dalam sapaannya mengalas pernyataan Kepala Sekolah bahwa membina anak usia dini sangat susah. Namun, berkat dukungan dan ketekunan bapak dan ibu guru sehingga anak-anak bisa mampu dalam berbagai hal.

“Membina anak usia dini sangat susah, namun berkat ketekunan para guru sehingga anak anak bisa mampu dan berubah melalui pembelajaran,” ungkapnya.

Ketua Komite mengajak para orang tua dan pendukung yang hadir agar menjadi corong mempromosikan TK Negeri Kelapa Lima ke lingkungan masing-masing agar semakin banyak anak didik yang mendaftar masuk sekolah.

“TK yang baru ini, mari kita bersama-sama promosikan agar semakin banyak anak yang mendaftar dan belajar di sekolah ini karena ada guru guru baik,” tegasnya.

Dewi Indriasari, mewakil orang tua peserta didik mengungkapkan rasa bahagia, bangga bercampur haru karena anak-anak didik terutama 24 orang yang sudah menimba ilmu dan sebentar lagi akan meninggalkan TK Negeri Kelapa Lima.

“Rasa bahagia, bangga dan terharu karena anak anak bisa melakukan pembelajaran di sekolah ini,” ungkapnya.

Ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Sekolah dan bapak/Ibu guru yang sudah membimbing dan mendidik anak-anak selama sekira dua tahun.

“Terima kasih pembelajaran dan pengajaran yang luar biasa sudah bapak ibu guru sumbangkan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (Kabid PAUD dan PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Roos Dethan menegaskan pentingnya menghormati guru sebagai yang terutama.

Guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, karena melalui seorang guru anak manusia dituntun keluar dari ketidaktahuan menjadi tahu dan mengerti.

“Menghormati guru adalah yang terutama, karena melalui guru kita menjadi bisa dan mampu,” tegas Detan.

Dia juga mengapresiasi para orang tua yang berperan ganda di masa pandemi Covid-19. Bapak/Ibu orang tua selama dua tahun lebih ini sudah ikut menjalankan fungsi guru di rumah karena pandemi, sudah berkolaborasi dengan guru.

“Kolaborasi orang tua dan guru yang luar biasa. Terima kasih keterlibatan orang tua yang luar biasa terselenggara acara ini,” tandasnya.

Kabid juga menyampaikan terima kasih kepada kepala sekolah yang sudah membangun kerja sama dengan para guru dan orang tua, sehingga kegiatan pendidikan anak berjalan lancar dan tuntas tepat waktunya.

Ia mengharapkan agar kepala sekolah juga membangun kerja sama dengan guru dan orang tua dalam hal mempromosikan TK Negeri Kelapa Lima agar banyak anak-anak yang mendaftar masuk sekolah.

“Harapan kami bapak ibu melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar semakin banyak anak masuk TK Negeri Kelapa Lima,” pintanya kepada puluhan orang tua yang hadir.

Kabid Dethan mengimbau anak-anak agar tetap menaati dan melakukan protokol kesehatan memakai masker dan mencuci tangan rutin di sekolah maupun di rumah.

“Biasakan anak melakukan prokes, memakai masker dan mencuci tangan. Melakukan hal hal positif,” pintanya.

Di Kota Kupang terdapat 122 TK dan hanya 3 TK Negeri sedangkan sisanya swasta. Dan TK Negeri Kelapa Lima adalah yang pertama TK Negeri yang lolos menjadi sekolah penggerak. (TIM/RN)

Komentar