oleh

Laskar “Motang Rua” Ngamuk di Gelora99 Hentikan Laju Persarai

-Olahraga-253 Dilihat

RADARNTT, Lewoleba – Laskar Persatuan Sepakbola Kabupaten Manggarai (Persim) sering dijuluki motang rua menghentikan langkah Laskar Persatuan Sepakbola Sabu Raijua (Persarai) dengan skor tipis 2-1 dalam laga perempat final El Tari Memorial Cup (ETMC) Jumat, (23/9/2022) sore di Stadion Gelora99, Pada kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata.

Persim Manggarai berhasil unggul cepat di babak pertama menjadi 1-0 yang bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Andika Romansa dan kawan-kawan menyerang ke jantung pertahanan Persarai Sabu Raijua. Namun belum berhasil menggandakan keunggulan.

Di menit ke-75 kapten Persarai Sabu Raijua, Robinson Magi Ata justru yang mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Persim Manggarai.

Skor imbang 1-1 ini tidak berlangsung lama, karena anak-anak Laskar Motang Rua langsung meresponnya dengan melakukan serangan cepat ke jantung pertahanan Persarai Sabu Raijua.

Hasilnya lima menit kemudian pemain Persarai Sabu Raijua melakukan pelanggaran di luar kotak 16 yang menghasilkan tendangan bebas bagi Persim Manggarai.

Pemain bernomor punggung 17 dari Persim Manggarai melakukan tendangan bebas mengirim bola ke tiang jauh tidak dapat dijangkau Ferdinando Doni Dedo sehingga skor berubah kembali untuk keunggulan Persim Manggarai 2-1.

Gol ini menjadi gol terakhir yang terjadi di partai ini karena Ferdinando Doni Dedo berhasil mengamankan gawangnya dari sejumlah peluang emas yang diperoleh Persim Manggarai.

Semifinal pun ada dalam genggaman. Target yang ditetapkan telah terpenuhi. Namun keinginan melangkah menuju partai pamungkas juga membuncah baik dalam diri pemain, ofisial, dan seluruh masyarakat Manggarai baik yang hobi maupun tidak hobi bola. Semua menyatu dalam asa dan doa agar Persim bisa menaklukan Laskar Kelimutu, Perse Ende dan melenggang ke Final. Kalau pun masih ada (pencinta/masyarakat) yang ‘membelot’ atau ada yang mengistilahkannya mbecik, tak perlu dipersoalkan karena sesungguhnya mereka juga mencintai Persim, mungkin caranya berbeda.

“Majunya Persim ke Semifinal turnamen akbar se-NTT ini setelah penantian yang cukup panjang. Dalam memori saya, sekitar 13 tahun pasca ETMC Ngada yang dihelat tahun 2009 (koreksi bila saya salah). Tentu Semifinal ETMC 2022 di Lembata adalah suatu prestasi yang membanggakan. Lebih dari itu, semifinal ini harus dimaknai sebagai momentum kebangkitan sepakbola Manggarai. Momentum ini tentunya harus disertai dengan langkah progresif untuk menata sepakbola Manggarai menjadi lebih baik mulai dari kompetisi maupun pembinaan berjenjang,” tulis Aventus Reme, putra Manggarai di Kupang.

Persim harus bisa hadir dalam setiap kompetisi entah itu Soeratin, ETMC, ataupun nanti U-15 di Atambua bila kita ingin melahirkan talenta-talenta berbakat di bidang sepakbola. Jangan dulu berpikir tentang dana atau apalah, yang penting ada komitmen dulu. Masih segar dalam ingatan saat anak-anak Manggarai bertanding dalam suatu event di Kupang sekitar tahun 2016 atau 2017 (saya lupa tahun pastinya) dengan dana yang terbilang minim, lawa Manggarai di Kupang secara spontan dan sukarela langsung bergerak menutupi kekurangan-kekurangan yang ada, ada yang bawa beras, ada yang bawa sayur dan lain sebagainya, sebagai bentuk kecintaan terhadap sepakbola Manggarai.

“Terpantau di medsos, semua lawa Manggarai apapun preferensi pilihan (politiknya), hanyut dalam kegembiraan dan eforia atas prestasi yang telah diraih Persim di ETMC Lembata. Saya pun yakin semua masyarakat Manggarai di manapun mereka berada dari Sabang sampai Merauke, satu dalam doa berharap agar Persim masuk Final dan bahkan mampu membawa Trophy tertinggi dalam jagad persepakbolaan NTT ke tanah congksae setelah sempat direbut pada tahun 2005,” harapnya.

Cukup sudah saling sinis, sindir, mbecik atau apapun juga namanya. Kita SEMUA masyarakat Manggarai mencintai dan menginnginkan yang terbaik untuk Persim Manggarai.

“Semifinal ETMC adalah momen kebangkitan sepakbola Manggarai. Epilog penutupnya cukup Bravo Persim, Viva Sepakbola Manggarai. Daripada dan mendingannya lain kali aja…#Persimhebat,” tandas putra Manggarai. (TIM/RN)

Komentar