oleh

Awal Kemarau Kekeringan Melanda Kota Kupang

-Opini-824 views

Oleh : Yoseph Letfa

RADARNTT, Opini – Memasuki awal musim kemarau di bulan Juni, pemandangan tak elok terlihat di hampir semua sudut kota. Beberapa titik taman rekreasi di Kota Kupang dilanda kekeringan, kondisi ini nampak jelas di beberapa jalan protokol, seperti jalan El Tari dan Frans Seda.

Salah satu titik di jalan W. J. Lalamentik persis di samping timur kantor Gubernur NTT, terlihat jelas rerumputan dan tanaman hias, seperti bunga-bunga mengalami kekeringan, bahkan sudah dipotong dan dibakar hingga nampak gersang.

Begitu pula di ruas jalan Frans Seda, tepat di depan Gedung Museum Provinsi NTT sampai kantor DPRD Kota Kupang, terlihat sangat tandus dan pot-pot bunga nampak terguling tanpa terisi tanaman.

Kondisi yang sangat memprihatikan, sungguh ironis Kota yang berjuluk “Kota KASIH” Kupang, Aman, Sehat, Indah, Harmonis. Sebagaimana diketahui, kota dengan kondisi iklim kering seperti ini tentu memiliki tantangan tersendiri dalam penataan pertamanan kota.

Permasalahan utama adalah minimnya ketersediaan air, pemenuhan kebutuhan air minum pun selalu menjadi urusan pelik dan terjadi pertentangan antara pemerintah dua wilayah, yaitu Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Mereka sering bertikai tentang hak kelola sumber-sumber air, karena belum tuntasnya peralihan dan serah terima aset secara jelas antara pemerintah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, sehingga cenderung terjadi tumpang tindih urusan.

Dibutuhkan kreatifitas dan inovasi untuk mengubah kondisi alam daerah kering, tandus dan bebatuan. Dan tentu dibutuhkan pelembagaan kerja yang spesifik dan terukur, baik oleh pemerintah maupun swasta dan stakeholders lainnya.

Untuk itu, pemerintah Kota Kupang telah memiliki Dinas Kebersihan dan Pertamanan, lembaga yang diserahi tugas dan tanggungjawab khusus menangani masalah kebersihan dan pertamanan kota. Mengupayakan terjaminnya kebersihan, keindahan, keharmonisan dan seasrian lingkungan di kota ini.

Namun, kondisi faktual yang terpampang di atas menunjukan masih ada masalah serius yang tak tertangani oleh pihak-pihak terkait. Apakah kekeringan karena kondisi alam dan kita mengamini begitu saja, atau ada kelalaian dan salah urus disini?

Perlu upaya sadar pemerintah, swasta, perguruan tinggi, NGO, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Semoga ada kesadaran bersama melihat kondisi ini sebagai masalah serius yang harus dipecahkan, dicarikan solusi kreatif dan inovatif demi mewujudkan Kota KASIH. (**)

Komentar