oleh

Jangan Kaget Menjadi Gubernur

-Opini-781 views

Oleh : Yoseph Letfa

 RADARNTT, Opini – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar Pilkada Gubernur serentak pada tahun 2018. Peta kekuatan politik para calon kontestan masih cair dan terus mengalir kesana kemari, terbawa tiupan angin kencang akhir-akhir ini, hingga belum menunjukan titik tumpuh yang jelas.

Beberapa partai politik (Parpol) terus bersikukuh mengusung kader sendiri maju bertarung sebagai calon gubernur, seperti Golkar, Gerindra, Demokrat, PDIP dan NasDem. Maklum mereka memiliki jumlah kursi yang signifikan berkisar 8 sampai 11 kursi di DPRD Provinsi NTT, belum ada yang mencapai ambang batas minimal 13 kursi dan otomatis mengusung paket calon.

Kondisi ini mewajibkan semua Parpol butuh koalisi untuk bisa mengusung paket calon gubernur dan wakil gubernur, sehingga semua masih punya posisi tawar yang sama termasuk beberapa partai menengah ke bawah yang memiliki jumlah kursi dua sampai lima kursi, seperti PKB, PAN, Hanura, PKPI, PKS.

Beberapa figur wajah lama sudah berkelana sejak beberapa periode silam, kini masih kembali unjuk gigi bersosialisasi dari waktu ke waktu di berbagai tempat, demi menggalang simpati dan dukungan publik agar bisa terpilih menjadi gubernur.

Agar seorang figur bisa dikenal luas dan dipilih menjadi Gubernur, seharusnya sudah bekerja sejak lama, minimal sudah bersosialisasi selama dua tahun terakhir. Sehingga tidak muncul tiba-tiba, kaget-kaget menjadi Gubernur, hasilnya akan melahirkan program kaget-kaget dan membuat rakyat pun kaget.

Kondisi faktual Provinsi NTT saat ini sedang dirundung permasalahan kompleks, menyebabkan disandangnya label termiskin ke tiga dan terkorup ke empat se Indonesia. Kondisi ini tak bisa dipandang sepeleh, dibutuhkan komitment dan keteguhan daya juang untuk keluar dari belenggu keterbelakangan.

Diperlukan gerakan pembangunan yang difokuskan pada “Pembangunan Manusia” sebagai tujuan utama, semua bidang pembangunan yang dikerjakan menjadi supporting bagi terwujudnya pembangunan manusia seutuhnya sebagaimana termaktub dalam konstitusi UUD 1945.

Semua program pembangunan diarahkan untuk mencapai peningkatan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, sejahtera dan bermartabat. Untuk mencapainya, dibutuhkan keseriusan mengelola empat isu utama, yaitu: pertama; Bidang Pendidikan, diperlukan penataan sistem penyelenggaraan pendidikan baik formal maupun informal.

Memberi penekanan pada penyelenggaraan pendidikan formal, mulai jenjang pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi melalui fasilitasi sarana dan prasarana yang memadai, akses tenaga pendidik yang cukup, ketersediaan anggaran pendidikan 20% sesuai amanah Undang Undang SISDIKNAS.

Selain itu, perlu mengembangkan model sekolah vokasi sesuai karakteristik wilayah untuk mendukung pengembangan potensi industrialisasi lokal dan treatment titik tumbuh baru ekonomi, seperti: pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata. Dan terus melestarikan gerakan literasi sekolah dan luar sekolah, literasi fungsional di segala aspek kehidupan agar kita memiliki budaya membaca dan menulis yang tinggi.

Kedua; Bidang Kesehatan, memastikan generasi sehat melalui KIBBLA, promosi kesehatan efektif melalui Puskemas dengan memberi perhatian khusus pada tindakan pencegahan melalui pola hidup sehat, jaminan pengobatan kesehatan yang terukur, pasti dan terjangkau.

Ketiga; Pengentasan Kemiskinan, membangun basis penghidupan rakyat melalui industri pariwisata kerakyatan, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan potensi kelautan dan kemaritiman, memaksimalkan potensi pertanian dan peternakan melalui “Trilogi Pembangunan”; kedaulatan pangan, kedaulatan air, dan kedaulatan energi.

Keempat; Pemberantasan Korupsi, agenda penataan birokrasi melalui pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai kebutuhan prioritas dan penempatan personalia berdasarkan azas profesionalitas. Penataan sistem pengelolaan dan pengendalian keuangan  daerah, melalui fasilitasi penganggaran berdasarkan kemendesakan kebutuhan, penghematan belanja aparatur (40%) dan belanja publik (60%), penerapan sistem e-planning dan e-budgeting. Mari bergerak Menuju NTT Gemilang Rakyat Cemerlang. (***)

Komentar