oleh

Kaum Muda Dan Gerakan Restorasi “Mari Bung Rebut Kembali”

-Opini-793 views

Oleh : Petrus Plarintus

RADARNTT,Opini – Bicara tentang kaum muda sebetulnya tidak hanya merujuk dan terbatas pada kelompok manusia dengan batas usia tertentu. Kaum muda yang dimaksudkan di sini adalah sekumpulan generasi yang memiliki kesamaan dalam hal idealisme, kreatif, inovatif, militan dan dinamis. Dengan kata lain kaum muda disini lebih spesifik merujuk pada kesamaan nilai subyektif yang dimiliki oleh sebuah generasi. Umumnya kelompok ini memiliki semangat perubahan, kadang bersikap revolusioner dan sering tidak suka dengan sesuatu yang statis. Tidak heran bila kelompok ini sering kali menjadi rival berat terhadap kelompok yang mempertahankan status quo.

Kaum muda dengan karakteristik seperti ini dapat dibuktikan secara historis. Angkatan muda 1908 misalnya yang merupakan cikal bakal kebangkitan nasionalisme dan dimatangkan dengan Sumpah Pemuda 1928. Sementara kaum muda pada angkatan 1945 lebih bersifat revolusioner dan menjadi salah satu kekuatan penentu dalam kemerdekaan RI. Sedangkan kaum muda angkatan 1966 memberikan perhatian khusus terhadap ideologi politik dalam kaitan dengan perang melawan komunisme. Lain halnya dengan kaum  muda angkatan 1970 dimana pada saat itu Indonesia sudah merdeka, dimana mereka lebih memberikan perhatiannya pada keadilan sosial, ekonomi dan politik. Dan tak dapat disangkal bahwa angkatan muda 1998 merupakan ujung tombak gerakan reformasi yang gaungnya masih kita dengar hingga kini.

Memang perlu diakui bahwa kehadiran kaum muda dalam sejarah perjuangan bangsa senantiasa memberikan warna tersendiri; sekalipun juga harus diakui bahwa  kehadiran mereka seakan menjadi kerikil dalam sepatu regim yang berkuasa.

Dengan idealisme dan kekuatan yang dimiliki, kaum muda sering hadir sebagai voice of the voiceless, kekuatan penyeimbang terhadap regim yang otoriter dan tak dapat disangkal kaum muda pun bisa menjadi the agent of change. Gerakan Perubahan adalan sesuatu yang inheren dengan gerakan dan idealisme kaum muda.

Dalam konteks pilgug NTT 2018 dimana saat ini propinsi kita sedang dilanda oleh berbagai problem; kehadiran kader muda dalam kontestasi pilgub ibarat secercah cahaya dalam kegelapan. Kaum muda secara historis yang telah terbukti sebagai agen perubahan, penentang status quo dan sebagai kelompok yang kreatif serta inovatif, bisa mereprensentasikan diri sebagai solusi atas problem yang dihadapi oleh masyarakat Flobamoratas.

Memang perlu diakui bahwa ada sederetan kaum muda NTT yang saat ini sudah ramai disebut sebagai balon dalam pilgub 2018. Mereka ini perlu didukung sekaligus juga perlu diberi kesempatan.

NTT sebagai propinsi kepulauan membutuhkan orang muda yang energik, cerdas dan berintegritas.  Kaum muda yang paham akan kondisi riil dan kebutuhan kaumnya sehingga kehadiran dan kiprahnya sungguh merupakan suluh dalam kegelapan, penyeguk terhadap kehausan terhadap pemimpin yang restoratif serta solusi terhadap berbagai permasalahan yang memililit kehidupan masyarakat NTT. Kaum muda yang dimaksud adalah simbol pemersatu terhadap pebedaan suku, ras, agama dan antar golongan; dan bukan representasi dari kelompok atau golongan tertentu.

Uraian ini tidak bermaksud untuk menyepelekan peran para pendahulu yang sudah berusia lanjut. Akan tetapi peran paling tepat bagi mereka adalah memberikan masukan dan nasihat sekaligus merelakan estafet kepemimpinan NTT kepada kaum muda. Kaum muda yang energik, visioner dan restoratif; itulah pemimpin masa depan NTT. Untuk itu, mari bung rebut kembali. Demi NTT yang lebih bermartabat.****

 

Komentar