oleh

Peran Dan Fungsi Budaya

-Opini-2.055 views

(Oleh : Yoseph Letfa)

Radarntt.co,Budaya/adat istiadat/tradisi secara umum berperan dan berfungsi sebagai; tata nilai, struktur, bahasa dan komunikasi. Dalam kehidupan masyarakat kita, terdapat nilai-nilai luhur yang secara dasariah telah teruji dan terbukti dapat memelihara hubungan antara sesama manusia dan bahkan hubungan transedensional dengan “Yang Maha Kuasa” serta alam lingkungannya, agar kesemuanya dapat berjalan dengan baik dan harmonis.

Berpijak pada konsep pandang ini, maka sebuah tatanan budaya, senantiasa berkaitan dengan praktek (aksi) hidup dan kehidupan yang didalamnya terkandung sekaligus “nilai-nilai baik” bagi keharmonisan dan keberlanjutan kehidupan. Sehingga konsekuensinya, sebuah aksi budaya akan terus terpelihara dan di-regenerasi-kan secara turun temurun ketika didalam aksi budaya tersebut terdapat sejumlah nilai yang kondusif bagi kehidupan mereka (manusia manusia) yang bernaung dibawah payung budaya tersebut.

Berkaitan dengan aksi praktek budaya yang transeden kepada yang Maha Kuasa, juga semenjak dahulu telah terdapat beragam aksi penyembahan “versi budaya masyarakat” yang sekaligus bertaburkan nilai-nilai baik penyembahan (agama adat) jauh sebelum datangnya agama modern (melalui penjajah) walaupun secara theologis dipandang sebagai penyembahan versi animisme, dinamisme dan lain-lain.

Namun yang menarik untuk dikaji, “ Ketika datangnya “Agama”, justru makin memperkokoh iman penyembahan para leluhur kita kepada Yesus Kristus, yang baru saja diperkenalkan kepada mereka, padahal pada waktu itu mereka sedang melakukan penyembahan kepada satu kuasa “sang lahtala” (istilah dalam bahasa Alor umumnya, yang artinya “Allah”) yang diyakini dapat menolong mereka menurut versi pandangan budaya kampung masing-masing.

Dan kesaksian lebih rinci menyangkut hal ini, akan kita dapat dari para orang tua pemangku Adat yang berada tersebar di pelosok kampung-kampung. Tetapi yang jelas, bahwa para leluhur justru menempatkan “nilai penyembahan kepada yang kuasa” sebagai sentral utama bagi hidup dan kehidupannya.

Bagaimana dengan kita manusia di masa kini ? Apakah kita sedang berada pada jalan orang-orang farisi masa kini ataukah kita sedang menempuh satu “jalan kebenaran yang sejati”?. Hanya Tuhan yang tahu.(***)

Komentar