oleh

Sosok R.A.Kartini, Perubahan Kaum Perempuan Zaman Ini

-Opini-914 views

Oleh : Gaspar Tanjak

Radarntt.co, Sosok menunjukan pribadi yang baik dan buruk, kebaikan seseorang akan selalu dikenang bahkan menjadi sebuah cerita disetiap perjumpaan bagi yang pernah bersama ataukah melalui sebuah sejarah, dan lebih istimewanya  dikenang, diperingati setiap periode jalannya waktu, bahkan menjadi momen yang diwariskan secara turun temurun sampai pada cucu cece. Lalu bagaimana kalau kepribadian yang buruk atau lebih dikenal sebagai sosok pribadi yang tidak menjdi cerita yang mengenakan bagi sesama dan terhadap  lingkungan dimana ia sebagai penghuni sebuah wilayah atau negara?

Tokoh wanita yang satu ini tersimpan kebaikan dan kehebatannya pada setiap generasi dibumi pertiwi ini,  dialah Raden Ajeng Kartini atau lebih akrabnya R.A. Kartini, Sosok wanita yang mendongkrak keterpurukan sebauh perlakuan terhadap kaum perempuan zaman itu, gigih memperjuangkan emansipasi wanita, juga berpikir untuk berusaha memajukan perempuan pribumi sebab dalam pikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu. Selain itu ia juga menaruh perhatian pada masalah sosial yang terjadi menurutnya, seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.

Sosok Kartini zaman ini perlu diapresiasi setinggi tingginya, pasalnya apa yang diperjuangkan oleh R.A.Kartini yang dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional tanah air itu, telah terbukti bahkan peran dan fungsi wanita saat ini cukup fantastik baik ditingkat lokal,regional,nasional bahkan menembus belahan dunia, rupanya semangat gigih dalam berjuang yang dimiliki oleh sosok wanita yang dikenal sebagi tokoh emansipasi wanita itu, telah merasuki seluruh kebribadian generasi wanita sepanjang zaman.

Rekem jejak kaum perempuan tanah air saat ini sangat membanggakan, kaum perempuan di berbagai jenjang karir terus berkembang setiap tahun. Banyak perempuan semakin berani menentukan cita-cita tinggi dan berusaha mewujudkannya. Tidak jarang cita-cita tersebut ikut membawa nama para perempuan ke kancah internasional, seperti dua tokoh permpuan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Rambu Atanau Mella dan Veronika Seuk Ata. Keduanya berhasil menorehkan prestasi menggembirakan, berkat kegigihannya mengangkat harkat dan hak-hak kaum perempuan lewat lembaga yang mereka geluti.

 

Rambu Atanau Mella adalah Direktur Sanggar Suara Perempuan Kabupaten TTS yang juga pendiri Sanggar Suara Perempuan (SSP) TTS ini dinilai mampu mendekatkan akses keadilan bagi korban kekerasan di Kabupaten TTS. Sementara Veronika Seuk Ata adalah Ketua Yayasan LBH Yustisia Kupang. Pengabdiannya melalui LBH Yustisia dinilai berhasil mendorong perempuan untuk menggunakan hak-hak politiknya.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta menganugerahkan penghargaan Indonesia Women of Change Award (IWCA) 2015 kepada lima perempuan di Indonesia.

Sejumlah perempuan berhasil mengukir prestasi dan mengharumkan nama bangsa di mata dunia. Saya encoba mengangkat kembali kisah  lima perempuan inspiratif (yang dilansir tabloidbintang.com), ini sebagai apresiasi di Hari Kartini 2017. Siapa saja mereka?

Sri Mulyani, Sosok Sri Mulyani memiliki segudang prestasi di kancah internasional. Prestasi terbesar Sri Mulyani adalah terpilih sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia pada tahun 2010. Predikat tersebut tidak hanya bergengsi, tetapi juga menorehkan sejarah tersendiri bagi perempuan yang sekarang menjadi Menteri Keuangan ini. Pasalnya, Sri Mulyani menjadi perempuan sekaligus orang Indonesia pertama yang mengemban tugas tersebut.

Susi Susanti, bisa dibilang sebagai salah satu atlet perempuan yang mengawali kejayaan bulutangkis Indonesia di kancah internasional. Di usia 21 tahun, Susi Susanti mampu meraih medali emas untuk nomor tunggal putri dalam Olimpiade Barcelona 1992. Kemenangan Susi Susanti disambut penuh suka cita karena ia berhasil menjadi peraih medali emas pertama untuk Indonesia dalam sejarah Olimpiade.

Anggun C. Sasmi, Ungkapan ‘go international’ kerap dianggap mustahil oleh masyarakat Indonesia. Namun, tidak bagi Anggun C. Sasmi. Perempuan berwajah eksotis ini menjadi penyanyi Indonesia pertama yang menembus pasar internasional. Kiprah Anggun C. Sasmi dimulai pada tahun 1997 ketika menetap di Perancis. Anggun C. Sasmi saat itu meluncurkan album Snow on the Sahara di 33 negara dunia termasuk Amerika Serikat. Karir Anggun C. Sasmi berlanjut dimana ia kini sudah merilis total lima album

Dian Pelangi, Berbicara soal fashion, belum lengkap rasanya bila tidak membicarakan Dian Pelangi. Desainer cantik ini membawa nama Indonesia lewat kehadiran rancangan pakaiannya di fashion week berbagai negara seperti London dan New York. Lewat aksinya, Dian Pelangi menunjukkan kepada dunia bahwa modest wear (busana tertutup) juga bisa terlihat gaya tanpa terkesan kuno. Pantas saja jika Dian Pelangi masuk daftar 500 Tokoh Fashion Paling Berpengaruh di Dunia versi majalah Business of Fashion.

Walikota Tri Rismaharini,kerap mengundang pujian lewat aksinya membangun Surabaya. Perempuan yang kerap disapa Ibu Risma ini dikenal aktif mengubah Surabaya menjadi kota yang lebih ramah lingkungan. Tri Rismaharini juga tegas memberlakukan peraturan. Contohnya adalah keberaniannya menutup lokalisasi Gang Dolly. Atas aksinya, Tri Rismaharini diganjar sejumlah prestasi internasional seperti Walikota Dunia Terbaik Ketiga versi World City Mayors Foundation dan 50 Tokoh Berpengaruh di Dunia versi Majalah Fortune.

Prestasi yang diraih oleh kaum perempuan zaman ini sudah menjadi cita-cita luhur R.A Kartini yakni ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini.Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi olah Kartini, dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat. (*RN)

 

 

 

 

 

Komentar