oleh

Aktif Dan Cerdas, Gaya Hidup Mahasiswa Perantauan

-Opini-2.076 views

Opini oleh : Bob Nasrin
Mahasiswa Asli NTT Tinggal di Gresik

RADARNTT, Opini – Merantau adalah titik balik dari sebuah kedawasaan. Dengan sebuah perantauan, mahasiswa mengerti apa itu arti perjuangan tak sedikit dari mahasiswa ratau yang merasakan hal ini.

Hidup jauh dari rumah dan kampung halaman, hanya untuk menempuh pendidikan merupakan sesuatu hal yang biasa dan sudah banyak yang merasakannya. Ujung-ujungnya, banyak mahasiswa yang akhirnya menjadi seorang anak kos, anak asrama, yang dimana mahasiswa tersebut harus merasakan hidup yang sangat amat mandiri dari semua sisi.

Hal yang paling menantang bagi mahasiswa rantau adalah fase dalam mengurus diri sendiri. Tak jarang banyak mahasiswa ratau yang akhirnya lengah dengan hidup mandiri di kota orang dan akhirnya merasa kesusahan.

Jauh dari keluarga dan meraskan rindu dengan keluarga, mencari makan yang harus serba mandiri, dan memanajemen uang dalam menjalani kegiatan sehari-hari demi bertahan hidup ditempat yang jauh dari orang tua adalah tantangan terbesar bagi mahasiswa merantau.

Kemandirian adalah hal yang mutlak untuk mahasiswa rantau. Tapi bagaimana rasanya jika dengan menjadi mahasiswa yang hidup dengan merantau, namun aktif dengan organisasi di Kampus? Memilih untuk menjadi seorang mahasiswa yang hidupnya harus menjadi anak rantau, sudah pasti tuntutan untuk memiliki kecerdasan dalam mengurus diri sendiri adalah yang utama.

Mengurus diri sendiri bukan hanya masalah sandang, pangan, dan papan saja yang harus diurus, namun dalam hal beban tugas-tugas yang dosen berikan juga merupakan sebuah beban tambahan sendiri yang diurus dan memusingkan.

Selain itu, tak sedikit mahasiswa yang memilih untuk menjadi mahasiswa yang aktif dan berkecimpung dengan kegiatan-kegiatan di oraganisasi kampus mereka sendiri. Hal ini akan menjadi tantangan tersindiri bagi hidup mahasiswa rantau.

Jika mahasiswa hidup dengan menjadi anak perantauan, sudah pasti kita harus Cerdas mengurus diri sendiri. Sedangkan kalau diri sendiri ini digunakan untuk mengurus sebuah organisasi, jelas terkadang beberapa hal dari diri kita sendiri tidak terurus. Seperti halnya dalam mengurus tugas. Sehingga banyak aspek yang terkadang harus dikorbankan demi mencapai sebuah tujuan dari organisasi tersebut.

Menjadi seorang aktivis di organisasi Kampus merupakan hal yang seru namun, apabila lengah akan merugikan. Kegiatan organisasi yang terkadang mengharuskan mengorbankan waktu istirahat dan waktu makan merupakan hal yang sering dirasakan bagi mahasiswa yang aktif diOrganisasi Kampus.

Selain itu, dengan aktifnya di Oraganisasi Kampus, pengeluaran pun semakin bertambah. Namun dilain aspek, semua tantangan bagi mahasiswa rantau yang aktif di Kampus memiliki nilai rasa yang berbeda-beda bagi setiap individu.

Semua dilempar lagi kepada individu tersebut, apabila mahasiswa rantau memang mampu menjalaninya dan cerdas dalam memanajemen waktu dan segala hal, aktif di organisasi Kampus bukan hal yang sulit, namun menyenangkan dan memberi warna baru dalam hidup perkuliahan.

Tapi, apabila mahasiswa yang merantau ini terlalu terlena dengan aktif berorganisasi dan kegiatan lainnya, sehingga lupa dan lengah untuk mengurus segala hal primer dalam hidupnya, hal tersebut mampu memberikan dampak yang negatif bagi Kehidupan mahasiswa rantau tersebut. Walaupun aktif dengan segala macam kegiatan di organisasi Kampus, jangan lupa bagi kalian yang sedang menempuh perkuliahan di Kota ataupun di Negeri orang untuk cerdas dalam mengurus diri.

Istirahat dan makan adalah hal yang sangat prioritas bagi tubuh dan jangan sampai tertinggal. Selain itu, berhemat juga adalah hal yang wajib kalian terapkan apabila kalian merantau karna kalian harus bisa memanajemen uang. Memanajemen waktu dengan baik juga hal yang penting, agar hidup menjadi mahasiswa rantau tidak begitu menyulitkan walaupun aktif di organisasi dan kegiatan Kampus.(***)

Komentar