oleh

MS Dalam Genggaman KPK

-Opini-1.970 views

Ibarat petir di siang bolong; demikianlah berita tentang operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap salah satu calon gubernur yang berinisial MS. Betapa tidak, berita ini telah menjadi begitu mengejutkan dan viral dalam sekejap, karena penangkapan tersebut terjadi persis sehari sebelum penetapan calon gubernur oleh KPU NTT.

Maka reaksi beragampun muncul dari publik Flobamora. Ada yang beranggapan bahwa ini adalah bagian dari skenario lawan politik untuk menjegal langkah MS dalam ajang kontestasi. Kalau benar demikian, maka siapa yang sebenarnya diuntungkan dengan proses penjegalan ini? Dan siapa pula aktor intelektual di balik semua skenario ini? Jawaban atas pertanyaan ini tentu berresiko mencederai pihak tertentu dan bisa dipastikan tak akan ada pahlawan yang mengaku dipagi buta.

Namun ada juga yang berpendapat bahwa OTT ini adalah bagian dari operasi senyap KPK setelah melihat sepak terjang MS selama ini yang selalu lolos dari berbagai terpaan dan isu miring.

Seperti contoh misalnya kasus penutupan bandara di Soa. Anggota Satpol PP yang mengamankan perintah sang bupati akhirnya harus mendekam di penjara; namun yang memberi perintah terus berlenggang bebas ke sana kemari bahkan sampai ikut dalam proses kontestasi.

Maka tidak heran ketika seorang kader PDIP menolak penetapan MS sebagai calon gubernur dalam koalisi dengan PKB. Kader PDIP tersebut berpendapat bahwa MS bukan tipe pemimpin yang melindungi rakyatnya.

Terlepas dari akhirnya MS akan mendekam di hotel prodeo ataupun tidak, namun kondisi ini menjadi pertaruhan bagi petinggi kedua partai pendukung. Artinya petinggi partai yang telah mengeluarkan SK atas paket ini harus memberikan pertanggungan jawab kepada publik Flobamora karena telah mencederai dan menggangu perjalanan proses demokrasi di bumi Flobamora menuju kursi NTT 1.

Dikatakan demikian karena penetapan paket MS dan EN bukanlah hasil dari “cinta satu malam”, melainkan melalui prosedur dan mekanisme partai yang panjang. Bagaimana mungkin sebuah proses panjang partai bisa sebegitu mudah dipatahkan dengan OTT KPK dalam sehari? Ada apa di balik semua proses yang dilakoni partai sehingga hal-hal semacam ini tidak bisa terdeteksi sejak dini?

Hari ini MS sudah berstatus tersangka oleh KPK. Ibarat bermain air, ia sudah terlanjur basah. Dan yang namanya permainan, ia tak akan pernah asyik bila bermain sendirian. MS mungkin sedang mencederai proses demokrasi di NTT, namun semoga kesempatan ini bisa dijadikan MS sebagai moment untuk turut membuat NTT bisa keluar dari predikat sebagai propinsi terkorup. Mungkin, kah?

Komentar

Jangan Lewatkan