oleh

Pemuda Bersatulah, Mari Kawal Pilkada NTT 2018

-Opini-1.387 views

Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang direncanakan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 nanti dipastikan berlangsung menarik. Pasalnya, beberapa Partai Politik (Parpol) di provinsi NTT mulai memasifkan konsolidasi internal untuk kepentingan pemenangan calonnya yang diusung di Pilkada.

Untuk menyikapi kondisi tersebut Pemuda harus berperan aktif dalam serangkaian agenda Pilkada, jangan sampai pasif dan teledor dalam mengawal mencari pemimpin NTT ke depan. Seluruh unsur pemuda atau Organisasi Kepemudaan (OKP) di provinsi NTT harus ikut mengawal pilkada.

Pentingnya keterlibatan segenap elemen Pemuda NTT dalam menciptakan politik yang sehat, karena OKP inilah yang punya peran sentral dalam membangun tradisi politik yang sehat dan santun. Iklim politik pemuda seperti ini mustahil dapat diciptakan kalau OKP tidak bersatu dalam mengawal Pilkada.

Marilah kita ciptakan Pilkada NTT yang benar-benar memberikan pencerdasan dalam berdemokrasi kepada masyarakat, dan mengharapkan elite politik dalam hal ini para kontestan Pilkada, Pimpinan Parpol, Tim Sukses harus menunjukkan politik santun, sehingga menjadi teladan untuk kaum muda NTT.

Mengingat Pilkada adalah panggung bersama, jangan asal punya uang dan digadang-gadang sekelompok orang, lalu memaksakan diri menjadi kandidat Calon Bupati/Wakil Bupati dan Gubernur/Wakil Gubernur, melainkan dari itu harus mempunyai Grand Design yang jelas tentang Kabupaten dan Provinsi NTT.

Selain itu, bakal calon kepala daerah yang dipilih adalah figur yang betul-betul punya modal intergitas dan kapabilitas untuk memimpin daerah ini yang selalu menyandang label terkorup dan termiskin.

Kepemimpinan yang sangat dibutuhkan ke depan adalah pemimpin yang visioner, berani dan lugas. Pemimpin yang memiliki mimpi besar membangun daerah ini dengan segala potensi sumber daya yang dimiliki, seperti kelautan dan kemaritiman, pariwisata, pertanian dan peternakan. Dan tipe pemimpin yang cocok adalah entrepreneurship, berjiwa kewirausahaan dalam mengelola pembangunan.

Pemimpin juga harus berani mengatakan tidak kepada korupsi, agar daerah ini semakin terbebas dari lilitan virus korupsi yang selalu menggerogoti anggaran pembangunan yang sudah sangat terbatas dan sangat bergantung pada dukungan pusat.

Dan pemimpin juga selalu berkata apa adanya, tidak berpura-pura berbicara lain di depan tapi bertindak lain di belakang, pemimpin tidak boleh munafik, apalagi munafik pada rakyat.

Sehingga Pilkada 2018 yang menghabiskan dana banyak ini, bisa menghasilkan pemimpin yang benar–benar membawa kemajuan untuk NTT dan mensejahterakan masyarakat.

Penulis : Mahasiswa Asli NTT Kuliah di Gresik Jawa Timur

Komentar

Jangan Lewatkan