oleh

Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto Dan Fadli Zon Diduga Memproduksi Berita Hoaks Untuk TKN Capres Prabowo-Sandi

-Opini-502 views

Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto dan Fadli Zon diduga sedang memproduksi berita hoax untuk kepentingan Tim Kampanye Nasional Prabowo-Sandi sebagai kampanye hitam dalam rangka pilpres 2019. Pernyataan Ratna Sarumpaet yang meminta maaf kepada Prabowo dkk bahwa berita penganiayaan yang menyebabkan dirinya (Ratna Sarumpaet) menjadi korban muka lebam, adalah sebagai kabar bohong, sebetulnya sebagai skenario Prabowo, Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet memproduksi berita hoax untuk kepentingan tim kampanye Nasional Prabowo-Sandi.

Pernyataan maaf Ratna Sarumpaet diduga hanyalah sekedar kedok untuk menutup-nutupi keterlibatan Tim Kampanye Nasional atau TKN Prabowo-Sandi yang diduga kuat ikut di dalam perbuatan memproduksi berita hoax, termasuk yang diskenariokan dalam bentuk penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet demi kampanye hitam TKN Prabowo-Sandi.

Atas dugaan perbuatan Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto dan Fadli Zon memproduksi berita Hoax dan menyebarkan kepada publik melalui Informasi Elektronik, maka advokat-advokat dari FAKSI, HARIMAU JOKOWI dan  TPDI telah melaporkan Prabowo Subianto, Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet kepada Bareskrim Mabes Polri dengan Laporan Polisi No. : LP/B/1239/X/2018/BATESKRIM, Tanggal 3 Oktober 2018 dengan sangkaan menyebar berita bohong dan kebencian yang dapat meminbulkan permusuhan dan konflik antar warga masyarakat.

FAKSI, HARIMAU JOKOWI dan TPDI mengapresiasi langkah cepat.Polri, karena telah proaktif merespons keresahan masyarakat akibat berita hoax Ratna Sarumpaet dkk dengan membuka penyelidikan untuk penyidikan terhadap Ratna Sarumpaet, Fadli Zon dan Prabowo Subianto karena diduga bersama-sama menyebarkan ujaran kebencian melalui berita hoax. Untuk itu KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian harus memerintahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk merespons dengan cepat menertibkan berita hoax yang beredar secara luas di tengah masyarakat karena berpotensi merusak daya nalar, daya kritis bahkan akal sehat publik.

Bantahan dari Ratna Sarumpaet bahwa berita tentang penganiayaan atas dirinya yang menyebabkan wajahnya menjadi bengkak dan lebam adalah berita yang dibuat-buat alias bohong, maka unsur pidana penyebaran berita bohong yang menimbulkan kebencian antar warga masyarakat sudah terpenuhi, sehingga tugas penyidik adalah membuktikan kebenarannya dan membuktikan keterlibatan sebagai pelaku turut serta yaitu peran Prabowo Subianto dan Fadli Zon.

Polri harus mengedepankan kepentingan publik, terkait dengan informasi elektronik yang begitu cepat merasuki pikiran dan perasaan masyarakat, terutama berita-berita yang tidak mengandung kebenaran tetapi dibuat seolah-olah benar-benar terjadi, dengan merekayasa keterlibatan tokoh-tokoh politik termasuk Capres Prabowo Subianto, sebagaimana dalam kasus Ratna Sarumpaet yang disebut-sebut dianiaya dan mendapat kunjungan Capres Prabowo Subianto, Wakil Ketua DPR Fadli Zon lantas tanpa chek and balancing mengecam Pemerintah seolah-olah Pemerintah kurang memberikan perlindungan kepada seluruh warga negara secara adil.

Karena itu Bareskrim Polri diminta segera tangkap dan tahap Ratna Sarumpaet, Fadli Zon dan Prabowo Subianto 1x 24 jam  untuk dimintai keterangan guna menyelidiki apa motif Ratna Sarumpaet, Fadli Zon dan Ratna Sarumpaet menyebar berita hoax di tengah rakyat Indonesia sedang menghadapi duka bemcana NTB dan Palu yang memilukan ini.

Polri tidak boleh segan-segan melakukan tindakan kepolisian atau upaya paksa bahkan jika perlu menjadikan Ratna Sarumpaet, Prabowo Subianto dan Fadli Zon sebagai tersangka karena diduga telah secara bersama-sama membuat Informasi atau Laporan Palsu dengan tujuan mencemarkan nama baik Polri sebagai penanggungjawab keamanan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 317 KUHP jo. Pasal 45A UUITE.

(PETRUS SELESTINUS, Pimpinan Pusat Pengurus Nasional Ormas HARIMAU JOKOWI, Advokat Peradi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru