oleh

Berperang Saling Menjauhi, Berdamai Saling Mendekati

-Opini-273 views

Oleh: Yulius Mantaon

CIVIC PACEM PARABELLUM (Kalau mau damai siapkan perang). Adagium Romawi kuno ini menggambarkan watak orang Romawi kuno yang doyan perang. Oleh karena itu Kerajaan Romawi kuno begitu luas yang mencakup hampir seluruh benua Eropa dan sebagian Asia. Penaklukan-penaklukan kerajaan lain dimaksudkan untuk memperluas zona aman.

Peperangan sebenarnya bermula dari pelanggaran yang dibuat oleh Hawa terhadap perintah dan larangan Allah di Taman Eden. Setelah mereka termakan provokasi dari ular dan jatuh ke dalam dosa, mereka masih dicari oleh Allah. Tetapi mereka bersembunyi karena merasa malu berhubung sudah telanjang. Walaupun sudah demikian keadaan mereka tetapi tetap tidak mau mengakui berterus terang kepada Allah seolah-olah Allah belum tahu persoalan mereka sehingga mereka masih juga berbelit-belit dengan cara saling mempersalahkan. Akhirnya mereka diusir keluar dari taman Eden dan pintu Taman Eden dijaga oleh seorang malaikat dengan pedang yang terhunus agar mereka jangan kembali kemudian makan buah pohon kehidupan lalu tidak mati. Dengan demikian manusia telah bersetru dengan Allah.

Tatkala manusia semakin banyak, maka pemberontakan terhadap Allahpun makin meningkat; oleh karena itu Allah tidak berdiam diri melainkan hukuman pun diberikan dimulai air bah di zaman nabi Nuh. Tetapi tidak menyurutkan semangat perlawanan manusia terhadap Tuhan Allah. Kemudian pada zaman Lut Tuhan turunkan bara api langit dan menjungkirbalikan kota Zodom dan Gomora. Sekalipun sanksi dengan air bah dan bara api tetapi karakter manusia telah terbangun sedemikian rupa sehingga tetap saja berbuat dosa.

Oleh karena Tuhan mengacaukan bahasa mereka untuk memecah belah mereka sebagai upaya melemahkan manusia, sebab manusia itu selalu kompak dan satu alat komunikasi (bahasa) niscaya mereka akan membuat perlawanan yang lebih hebat dan canggih, seperti membuat menara tinggi untuk mencari tempat Tuhan selain untuk lebih merekatkan soliditas agar tidak mudah manusia itu hilang tersesat di bumi yang sedemikian luas dan sunyi sepi.

Kemudian Allah yang maha kasih tidak lagi memberi sanksi fisik melainkan dengan cara lunak yaitu dengan mengirimkan nabi-nabi, tetapi malah nabi-nabipun tidak didengar malah dibunuh. Kemudian peradaban manusia terus bertumbuh kembang berbarengan dengan pertumbuhan jumlah manusia. Pada tahapan peradaban tertentu manusia berkumpul, bersepakat dan berorganisasi untuk mengatasi kebutuhan bersama yang akhirnya membentuk pemerintahan berdasarkan teritori yang kita kenal dengan kerajaan-kerajaan.

Ada kerajaan-kerajaan yang tertata dengan baik misalnya Kerajaan Babilonia, Romawi, Mesir dan Israil ,dll. Raja-raja yang mereka angkat akhirnya lebih banyak mengutamakan keinginan mereka yang kalau diringkas maka: 1. Ekspansionis, yaitu melakukan perluasan daerah jajahan dengan melakukan penaklukan raja-raja tetangga lalu merampas harta benda kerajaan dan rakyat serta isteri-isteri dan anak-anaknya. 2. Memperkuat bala tentara dan perlengkapan persenjataanya. Upeti-upeti daerah-daerah taklukan dan pajak dari rakyat untuk memperkaya raja-raja lalu raja-raja memperbanyak ppeternakan-peternakan kuda-kuda perang, memperbanyak isteristeri-isteri, gundik-gundik dan selir-selir sementara rakyat mereka banyak yang mati dalam peperangan, kelaparan dan bermacam wabah penyakit.

Dengan kondisi demikian dapat dibayangkan betapa menderitanya manusia. Dasarnya Allah Maha Kasih dan Maha Murah tidak terus membiarkan manusia menderita dan binasa dengan sia-sia. Lalu Ia mengutus sejumlah nabi untuk memberitahukan bahwa Ia akan mengutus juruselamat . Terutama nabi Yesaya, Mika dan raja Daud sendiri. Pada titik tertentu Allah menggenapi janji-janji penyelamatan dengan meleburkan dirinya menjadi manusia sebagaimana pesan Malaikat Jibrail kepada Maria. Pada saat kelahiran Yesus para malaikat selain mendatangi para gembala di padang juga mereka menggelar sebuah konser besar dengan nyanyian-nyanyian yang antara lain. SEGALA KEMULIAAN BAGI ALLAH DI TEMPAT YANG MAHA TINGGI, DAMAI DI BUMI DI ANTARA MANUSIA YANG BERKENAN KEPADANYA (Lukas 2 : 14 ).

Dengan demikian Peristiwa Betlehem bermakna Allah mendekati manusia sedangkan peristiwa Golgota bermakna manusia mendekati Allah. Kesimpulalnya: Berperang berarti saling menjauhi sebaliknya berdamai berarti saling mendekati. SELAMAT NATAL 25 Desember 2019.

Komentar