oleh

Catatan : Libya Sampai Indonesia Rusuh, HTI Bermain Narasi

-Opini-587 views

Penulis : Hasnu Ibrahim (Ketua Umum) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kupang

Sebelum membahas apa hubungannya antara HTI dengan mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi yang tewas sangat mengenaskan itu, Baiknya lihat dulu apa yang terjadi di Libya sekarang ini.

Saat ini sudah memasuki 8 tahun revolusi Libya tanpa perubahan positif. Pasca tergulingnya Muammar Khadafi tahun 2011. Negara Libya malah terjebak dalam kekacauan dan kerusuhan tanpa akhir. Perebutan kekuasaan antar faksi, pembunuhan dimana-mana, perbudakan, perebutan wilayah dan Libya terbelah menjadi dua bagian, barat dan timur.

Impian dan harapan rakyat Libya tentang kemakmuran ala Khilafah Hizbut Tahrir hanya omong kosong. Faktanya, Libya sekarang justru dikelilingi oleh penjahat dan para gembong perang dimana-mana, kemiskinan meningkat tajam dan rakyat tidak berdaya apa-apa.

Gerombolan Hizbut Tahrir dan gabungan kelompok radikal lainnya serta politikus haus kekuasaan telah berhasil mencuci otak rakyat Libya dengan dogma-dogma sempit dan harapan palsu kemakmuran ala Khilafah.

Padahal dulu, negara Libya di era Khadafi berkuasa. Rakyatnya hidup makmur dan sentosa, semua kebutuhan rakyatnya dipenuhi oleh pemerintahan Khadafi. pendidikan, kesehatan dan listrik, semua gratis.

Bahkan di Libya, setiap pasangan yang baru menikah akan mendapatkan $50.000 sebagai biaya untuk membeli apartemen dan memulai hidup baru. Begitu juga setiap ibu yang baru melahirkan anak, akan mendapatkan tunjangan sebesar $5000 untuk sang ibu dan buah hatinya. Kurang enak apa lagi.

Itulah yang namanya kufur nikmat, tidak mensyukuri apa yang sudah dirasakan. Kini rakyat Libya sangat menyesal karena telah menggulingkan Muammar Khadafi, pemimpin kharismatik yang disegani dunia internasional.

Lalu apa hubungannya ormas radikal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan Libya hingga mau berdemo menuntut penggulingan Khadafi, 8 tahun yang lalu.

Sebagaimana kita ketahui, Hizbut Tahrir sebagai induknya semangnya HTI adalah salah satu pelopor tergulingnya Khadafi. Hizbut Tahrir sering memfitnah Khadafi, menghasut dan memprovokasi rakyat Libya dengan dogma-dogma sempit akan keindahan dan kemakmuran ala Khilafah.

Polanya hampir sama dengan kader-kader HTI di Indonesia yang sering memfitnah pemimpin negara kafir, anti Islam, lalu menghasut dan memprovokasi rakyat dengan iming-iming surgawi bahwa khilafah adalah solusi bagi kemakmuran Indonesia.

Libya sampai Indonesia Rusuh, HTI Bermain narasi.

Gagasan dakwah yang sengaja dimainkan oleh kader-kader HTI bahwa hanya menyodorkan komitmen Keislaman dengan mengesampingkan komitmen Keindonesiaan. Padahal, jauh sebelum HTI eksis di Indonesia, Indonesia melalui pemuda dan tokoh-tokoh nasional bersusah payah dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini.

HTI pandai bermain narasi, Pancasila dan NKRI hanyalah khayalan versi mereka, Khilafah adalah solusi tuntas atas ketimpangan dan kesejangan dibangsa ini, kata mereka.

Pancasila itu toughut (bid’ah nan sesat), memperjuangkan Pancasila sama artinya memperjuangan negara kafir, itulah pola doktrin yang sengaja di kampanyekan kader-kader HTI Indonesia.

Untuk mengcounter pemahaman diatas, maka seyogyanya kita harus bersatu pada , bergandengan tangan dengan personil TNI & POLRI dalam menyebarkan narasi Keindonesiaan milik bangsa ini , hingga anak cucu kita.

Bangsa Indonesia bukanlah Bangsa khayalan, Bangsa Indonesia bukanlah Negara Islam, melainkan bangsa hasil kesepakatan antar para founding fathers kita.

Bukan hanya di Libya ! Hizbut Tahrir juga melakukan hal yang sama diberbagai negara di Timur Tengah. Hasilnya pun sama, yakni kehancuran negara-negara tersebut, nasi sudah menjadi bubur, mereka menyesal karena terprovokasi oleh Hizbut Tahrir.

Akibat perilaku ormas radikal itu. Banyak negara-negara di Timur Tengah akhirnya membubarkan Hizbut Tahrir dan dilabeli sebagai organisasi teroris.

Melihat gambaran nyata peristiwa diatas, Marilah kita belajar dari apa yang terjadi di Libya dan negara timur tengah lainnya.

Ormas Radikal HTI memang sampah, walaupun sudah dibubarkan pemerintah.  Tapi kader-kader radikal HTI masih banyak berkeliaran menyebarkan fitnah keji, memprovokasi dan menghasut umat.

HTI semenjak dibubarkan oleh negara, aktif dan masif dalam dakwah yang tidak wajar. HTI setelah masih tetap aktif dan masif dalam dakwah dengan berganti wujud.

Sebagai upaya preventif, yang akan terjadi di Nusa Tenggara Timur, kita tetap waspada dan berhati-hati. Karena hingga hari ini gentayangan pengkoyak dan perusuh negeri tetap menjamur dimana-mana dengan menjelma berbagai macam versi.

Sebelum terlambat dan sebelum nasi menjadi bubur. Baiknya, kader-kader radikal HTI dan sekutunya tidak boleh dibiarkan terus menerus berkeliaran di masyarakat. Kita harus LAWAN dan jangan TAKUT.

Kita patut bersyukur dan berterima kasih atas i’tikad baik para leluhur negeri, menjaga Indonesia hingga generasi kita.

Kita juga wajib mendo’akan Bangsa Indonesia dari lintas iman dan lintas agama, agar negeri ini damai nan sejahtera.

Kita Indonesia bukan karena kebetulan, tapi kita Indonesia karena kewajiban, maka harus tetap Indonesia hingga ajal menjemput kita.

#pmiipancasila
#pmiivebentengnkri
#nkrikitarawat
#JagaNKRI
#ancamanTerorisHTI
#BravoTNIPolri

Komentar

Jangan Lewatkan