oleh

Festival Tiga Gunung Lembata

-Opini-479 views

Oleh : Gusti Bataona

Pesta yang bakal mendunia namun membumi di Lembata. Acara tahunan yang kedua, Festival Tiga Gunung (F3G) mencapai titik puncak hari ini, Sabtu, 31 Agustus 2019. Menghebohkan seantero Kabupaten Lembata dengan rundown acara yang begitu luar biasa, menarik lagi konon kabarnya akan hadir sejumlah pejabat level lokal dan nasional; para Bupati se-NTT, Gubernur NTT bahkan salah satu Menteri pun siap hadir.

Sungguh luar biasa tanahku Lembata Sare. Namun, di tengah gegap gempita F3G masih terdapat pengeluhan-pengeluhan yang seakan mengganggu kosentrasi publik, ‘Ada Apa dan Apa Ada?

Festival, nama yang sangat keren ibarat nona Lembata pakai baju merah-merah. Festival merupakan suku kata yang berasal dari bahasa latin ‘Festa’ yang artinya pesta, dan hari ini Lembata melaksanakan pesta F3G dan apa manfaatnya?

Festival merupakan sarana komunikasi yang penting untuk membangun, memberdayakan dan memberi pengakuan terhadap suatu identitas budaya. Maka sudah selayaknya sebuah event Festival direncanakan melalui proses perencanaan strategis agar dapat berjalan efektif.

Ada nilai-nilai positif dalam kegiatan F3G, disamping untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisional yang ada di Lembata. Juga untuk menumbuhkan, memelihara rasa persaudaraan dan persatuan, serta menyamakan persepsi dan pemahaman tentang pertingnya budaya tradisional di masyarakat dalam spirit TAAN TOU.

Melalui pesta ini diharapkan dapat menjaring peserta F3G yang memiliki bakat untuk dikembangkan dan dilestarikan demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat Lembata dari tiga aspek penting, yaitu: Sosial, Ekonomi dan Budaya. Kegiatan F3G membawa dampak bagi kesejahteraan masyarakat tanah Lomblen, ada nilai berkesinambungan output. Jangan terkesan ibarat pesta Nikah, selesai pesta buka tenda dan kosong tanpa ada apa-apa.

Tentunya kita harus memahami betul tentang konsep kegiatan F3G di era persaingan global dan semakin menipisnya cadangan sumber daya alam, mendorong kita untuk mencari alternatif perekonomian yang tidak bergantung pada alam. Salah satu alternatif yang ditempuh adalah dengan mengalihkan pilihan pada ekonomi kreatif yaitu perekonomian yang berbasis pada kreativitas dan intelektualitas.

Hal ini penting karena industri kreatif mampu memberi kontribusi yang nyata bagi perekonomian masyarakat, andai kita mampu melahirkan industri kreatif yang tersebar di seluruh Lembata maka tanah Lomblen akan dikenal sebagai kabupaten pengekspor produk lokal dan tidak menutup kemungkinan Tanah Lomblen juga dikenal sebagai penyumbang produk domestik regional Bruto karena Lembata memiliki berbagai potensi.

Namun pada kenyataannya belum memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk dikembangkan sebagai industri kreatif seperti daerah lain, maka diakhir coffee morning F3G berpaut harapan masyarakat Lembata agar kegiatan ini punya asas manfaat terhadap pembangunan Kabupaten Lembata baik bersifat fisik maupun non fisik. Berdampak pada pelestarian wisata budaya, pengembangan ekonomi kerakyatan, sarana promosi potensi budaya dan peningkatan PAD Kabupaten Lembata tanpa mengabaikan kelestarian ekologi.

Salamku buat negeriku Lembata Sare.

 

(Penulis: Putera Lamalera-Lembata Tinggal di Kupang)

Komentar

Jangan Lewatkan