oleh

Hati Ibu Tempat Pendidikan Anak Bersemi

-Opini-284 views

Oleh: Yulius Mantaon

Tanggal 22 Desember 2019 merupakan hari Ibu Nasional ke 91. Peringatan hari Ibu berdasarkan Dekrit Presiden RI Nomor 316 Tahun 1953. Dekrit ini diterbitkan dalam rangka memperingati HUT Kongres ke-25. Kongres Kaum Ibu dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Hari ibu tahun 2019 dilaksanakan secara istimewa di mana-mana. Di kalangan Gereja-gereja di lingkungan Pesekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) ada yang melaksanakannya secara khusus sesuai penghayatan Jemaatnya dengan Liturgi khusus agar menanamkan nilai-nilai penghayatan untuk menghargai dan menjunjung harkat dan martabat sang Ibu.

Secara pemerintahan bagi kita di NTT sudah dilaksakan pada tanggal 20 Desember yang dipadukan dengan HUT Provinsi NTT yang ke-61 dan Kabupaten-Kabupaten yang lahir dengan Provinsi NTT ada 12 Kabupaten. Kemeriahan hari Ibu kali ini, misalnya, di Akademi Bela Negara (ABN) di Jakarta digelar acara membasuh kaki ibu, demikian pula disejumlah sekolah di Provinsi Jawa Timur, di GMIT ada Jemaat tertentu yang membuat acara suami memberi hadiah kepada isteri atau anak-anak dan suami memberi hadiah kepada ibunda mereka.

Semuanya ini mungkin dimaksudkan untuk menanamkan rasa cinta, hormat dan kebanggaan kapada Istri (ibu). Sebenarnya penghormatan dan penghargaan kepada Ibu sudah lama tumbuh dalam peradaban bangsa-bangsa di dunia. Kita di Indonesia negeri kita dijunjung dengan sebutan lain Ibu Pertiwi, orang Inggris bilang motherland kecuali orang Jerman bilang vaterland  demikian pula dengan pusat administrasi Pemeritahan kita bilang Ibu Kota.

Dengan demikian junjungan terhadap Ibu hidup di dalam peradaban bangsa kita dan juga bangsa-bangsa lain yang patut dilestarikan. Makanya sewaktu kecil mama saya suka bercerita nasib anak-anak nakal yang tidak tahu mengingat budi dan kasih ibu dengan cerita Si Malingkundang, Bawang Merah dan Bawang Putih dan nasib anak-anak sejenis itu yang ada di kampung.

Bagaimana seorang ibu mengandung kita selama 9 bulan sepuluh hari, merawat dan mengasuh hingga membesarkan kita. Sebagai mantan anak bandel sering setiap malam ibu berdoa berlutut di samping saya dengan permohonan kiranya Tuhan menolong merubah sifat pembandel anakku, tolong karuniakan hikmat dan akal budi yang baik kepadanya, agar kelak menjadi alat yang berguna bagi banyak orang. Kadang dengan kakek dan nenekku mengantar saya pada saat tengah malam ke gedung gereja dan saya disuruh berdoa berlutut di bawah mimbar dengan doa-doa yang sama. Makanya mungkin tepat apa yang dikatakan oleh Indira Gandhi, setiap perempuan pasti bangga menjadi Ibu. Karena dia menjadi isteri dan ibu.

Hati ibu selalu penuh kasih sayang kepada kita sejak di dalam kandungan sampai kita dewasa sekalipun. Itulah juga proses pendidikan, maka ada kata orang bijak the mother’s heart is the childhood schoolroom (Hati bunda adalah tempat pendidikan anak bersemi. Terjemahan bebas). Makanya ketika seorang ibu sedang hamil harusnya dibantu sepenuhnya karena dia sedang memikul tanggung jawab keluarga, masyarakat dan bangsa.

Kita harus menyadarkan masyarakat agar tidak berlaku kasar terhadap perempuan apalagi memperkosa karena dia lupa kalau ibunya juga seorang perempuan sama seperti korbannya. Bagi umat Kristen patut disadari bahwa Hari Ibu sangat berdekatan dengan Hari Natal. Bahwa Allah menggunakan kandungan Maria sebagai wahana kehadiranNya di dunia, maka penghormatan kepada setiap perempuan harus menjadi ikrar kita. Amin Syaloom. Gloria in excelsis Deo.

Komentar