oleh

Keadilan Restoratif Solusi Penyelesaian Pidana Anak 

-Opini-108 views

Oleh: Rafael Ama Raya, SH.MH

Pidana anak akhir-akhir ini menjadi Isu yang seksi dan menarik dikalangan masyarakat Lembata. Memang sudah seharusnya publik mengawal Persoalan Hukum lebih-lebih pada kasus Hukum yang menimpa anak, sebab anak merupakan generasi emas yang perlu dijaga dan dirawat.

Untuk itu, Negara telah menyiapkan Instrumen Hukum sebagai bentuk Komitmen Negara terhadap Perlindungan Anak, melalui Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sebagai amanat dari Pasal 28 huruf B Ayat (2) UUD 1945 yang menjelaskan terkait Perlindungan Anak.

Dalam konteks Pidana Anak, anak tidak diharuskan berhadapan dengan Hukum baik itu anak pelaku maupun anak korban sebab Secara psikis mental anak akan terganggu, dengan demikian dalam Penjelasan Umum Undang-undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Pradilan Pidana Anak substansinya adalah pengaturan secara tegas mengenai Keadilan Restoratif dan Diversi. Dimaksudkan untuk menghindari dan menjauhkan anak dari proses peradilan sehingga dapat menghindari stigmatisasi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dan diharapkan, anak dapat kembali ke dalam lingkungan sosial secara wajar tanpa ada tekanan batin.

Keadilan Restoratif merupakan suatu proses Diversi yang mana semua pihak yang terlibat dalam suatu tindak pidana tertentu bersama-sama mengatasi masalah serta menciptakan suatu kewajiban untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik dengan melibatkan para pihak (pelaku maupun korban), dan masyarakat dalam mencari solusi untuk memperbaiki, rekonsiliasi dan menenteramkan hati yang tidak berdasarkan pembalasan. Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Proses hukum sesuai hukum acara adalah jalan yang ingin ditempuh guna mencapai yang disebut dengan Keadilan dan Keadilan yang paling tinggi nilainya adalah Perdamaian, sebab pemidanaan bukanlah alat balas dendam.

Dengan Perdamaian, luka-luka sosial separah apapun mampu untuk disembuhkan seketika dengan tanpa bekas apapun.

Demi kepentingan anak dianjurkan agar keluarga, orang tua dari anak pelaku dan anak korban serta aparat Penegak Hukum untuk mengedepankan Keadilan Restoratif sebagai upaya penyelesaian perkara pidana anak yang terjadi di kabupaten Lembata.

 

(Penulis adalah Kepala Divisi Advokasi Nonlitigasi Hukum LBH SIKAP Lembata)

Komentar