oleh

Makna Kata ‘Kang’ Dalam Bahasa Kamang

Oleh: Yulius Mantaon

Penduduk asli pulau Alor terdiri dari beberapa suku yang biasanya dikenal dari bahasanya antara lain suku Kamang. Suku ini meliputi sebagian Kecamatan Alor Timur Laut, sebagian kecil Alor Selatan dan sebagian Kecamatan Lembur dengan sedikit perbedaan. Di samping itu ada suku Subo dan Manata, Tiei dan Mo yg menghuni Kecamatan Alor Selatan selain Suku Bol dan Fafuna.

Keunikan penduduk pedalaman pulau Alor antara lain berhasa daerah yang berbeda – beda walaupun dalam satu desa yang sama, misalnya desa Sudabui ada yaitu bahasa Subo, Abui dan Mo, kemudian Kelurahan Kelaisi Timur ada 3 bahasa yaitu : Kamang, Subo dan Abui. Kadang bagi orang yang kurang bergaul keluar sulit mengerti apabila masing-masing bercakap-cakap dengan bahasanya, terutama di pasar terutama bahasa Kamang dan Abui.

Oleh karena itu, bahasa Indonesia mendapat tempat yang baik di Alor. Ke mana saja anda pergi mudah berkomunikasi dengan semua lapisan masyarakat dari anak kecil sampai orang tua. Tidak berlebihan kalau saya katakan bahasa Indonesia standar dengan sedikit ciri ke Aloran misalnya “dorang” untuk pronoun yang plural seperti bapak dorang, mama dorang, dan lain-lain.

Dari semua farian-farian bahasa, masih ada satu kata yaitu kang yang berarti baik, selamat dan terima kasih. Khusus terima kasih ada imbuhannya yaitu alilkang (kalau ditujukan kepada orang kedua tunggal), ililkang (kalau untuk orang kedua jamak) dan yalilkang (untuk orang ketiga tunggal dan jamak). Yang artinya anda berhati baik,  kamu berhati baik,  dia berhati baik dan mereka (dorang) berhati baik.

Ada lagi satu keunikan bahasa Alor pada umumnya adalah tidak bisa menyebutkan bagian tubuh secara rerpisah dari ‘kata ganti orang’ (possesive pronoun). Misalnya Alilkang : Anda berhati baik, Ililkang : kamu/ kalian berhati baik, yalilikang : dia atau mereka berhati baik. Tetapi untuk kata berhati baik masih ada lagi yang maknanya lebih dalam tetapi hanya dipakai pada situasi tertentu, yaitu Emifung kang, Imifung kang, Yemifung kang.

Jadi bagi orang suku Kamang saat mengucapkan terima kasih, suasana kebatinannya penuh ketulusan dan keiklasan. Tetapi kalau dia hanya bilang kang, bisa berarti terima kasih yang basa basi. Kebanyakan perilaku orang Suku Kamang dalam berinteraksi lebih menggunakan simbol-simbol, ibarat dan tamsil, tidak selalu berterus terang hanya untuk menjaga keharmonisan dan kelanggengan relasi-relasi yang baik dengan orang lain.

Tetapi karakter asli orang Alor pada umumnya terlihat dalam tarian masal (Folklore) pilan, luk, dar, dari , beko, dan lain-lain yang mudahnya lasim disebut lego-lego  yaitu saling berangkulan, maju mundur dalam derap langkah yang sama dengan diiringi pantun-pantun nasihat yang bermakna ‘kemesraan ini janganlah cepat berlalu’.

 

(Penulis adalah Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor – NTT. tinggal di Padang Tekukur Kalabahi-Alor)

Komentar