oleh

Membangun Rasa Kepedulian Terhadap Lingkungan

-Opini-232 views

Oleh : Yulius Mantaon

Bulan November selalu dijadikan ‘Bulan Lingkungan’ oleh Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) dan Gereja-gereja lain di lingkungan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Keterpanggilan GMIT dalam menggumuli masalah Lingkungan yang pasti meliputi Lingkungan Hidup merupakan kebanggaan kita sebagai warga gereja karena menyentuh salah satu kebutuhan umat manusia. Pasti pada bulan-bulan ini hampir sebagian umat manusia di NTT mengeluh dengan cuaca panas, kelangkaan air minum, kekurangan pakan ternak dan lain-lain. Mengalami kondisi seperti ini siapa yang dipersalahkan?

Mengingatkan kita kepada mantan Gububernur NTT bapak El Tari yang seperti Yohanes Pembaptis, berseru-seru : Tanam-Tanam. Demikian pula dengan bapak Ben Mboi dengan Operasi Nusa Hijau dan Nusa Makmur yang dirasakan sampai sekarang. Kini dibawah kepemimpinan bapak Viktor B. Laiskodat dengan Gerakan Menanam Kelor hasilnya tidak membutuhkan waktu yang lama, kesadaran masyarakat tumbuh secara bagus utk melaksanakannya krn selain berdampak pada lingkungan juga telah menjadi suatu sumber pendapatan masyarakat karena harga sayur kelor (marungga) meningkat di pasar-pasar sampai menembus pasar-pasar di pedalaman pulau Alor. Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi sayur marungga juga meningkat, hal mana terlihat di pasar-pasar sayur tersebut cepat habis terjual. Hal ini mestinya disadari oleh setiap individu dan komponen masyarakat di NTT.

Saya mencoba secara pribadi untuk membangun kesadaran masyarakat di Dapil dan Kampung halaman saya untuk tidak membabat hutan atau menebang pohon-pohon guna dijadikan ladang. Sudah menjadi tradisi masyarakat di mana pada setiap tahun seperti ini (bulan Agustus-November) terjadi pembukaan ladang besar-besaran. Hal ini dipengaruhi tradisi menghadapi tahun genap dipercayai sebagai tahun baik. Tahun kurang hama. Kalau tahun ganjil hampir tidak ada pembukaan lahan untuk perladangan karena diyakini merupakan tahun hama.

Kondisi ini setiap tahun dilakukan secara turun temurun. jadinya berladang berpindah-pindah menurut siklus tahun genap dan tahun ganjil. Sejak tahun 2015 saya menggagas pandangan Sekali Menanam dan Berkali-kali Menuai. Stop Menebang Pohon Secara Sembarangan. Stop Membakar Hutan. Kemudian pada bulan Mei 2015 saya sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Alor memberikan piagam penghargaan dan hadiah uang tunai bagi petani yang lebih banyak menanam kopi dan nenas. Atas kerjasama yang baik dengan Kepala Desa Luba Kecamatan Lembur mengusulkan dua nama yang menanam kopi dan nenas dan kedua orang tersebut diberikan penghargaan dan hadiah melalui sebuah upacara sederhana di Kantor Desa Luba yg dihadiri unsur-unsur tokoh masyarakat.

Kemudian pada tanggal 31 Oktober dalam rangka pemperingati HUT GMIT ke 68 dan HUT Reformasi ke 498 di Kelurahan Kelaisi Timur digelar juga menyerahan penghargaan yang sama kepada tujuh orang yang menurut saya patut dihargai yaitu empat orang petani dari Desa Manmas Kecamatan Alor Selatan yang menanam kopi, nenas, kemiri dan pisang terbanyak. Satu orang dari Desa Lembur Timur karena berhasil menghijaukan 5 Ha tanah gersang di Pantai Alemba dan kini telah menjadi tempat rekreasi yang bagus, Danramil 03 Kodim 1622 Alor karrna melarang pemburuan satwa langka di wilayahnya yang meliputi empat Kecamatan, kemudian memberi penghargaan yang sama kepada Kapolsek Mebung karena cepat tanggap menindaklanjuti pengaduan masyarakat tentang kerusakan lingkungan dalam rangka memperingati HUT Proklamasi 2017.

Setelah itu dlm kegiatan Reses di Kecamatan Alor Timur Laut memberikan penghargaan yang sama kepada seorang Lansia berusia 86 tahun yang rajin menanam nenas di kebun-kebunnya karena terpengaruh dengah ceramah-ceramah saya di gereja-gereja. Untuk kedepan sudah diinformasikan kepada para kepala desa untuk membuat hutan desa dengan tanaman kaliandra dan kelerang hutan. Semua biaya penghargaan dan kegiatan sosialisasi merupakan persembahan pribadi yang kiranya bisa berguna bagi Nusa Ombay tercinta.

 

(Penulis adalah Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Alor dan Wakil Ketua DPRD)

Komentar